
Mendengar perkataan Haikal, Satria tersenyum senang. Akhirnya ia bisa membuktikan kepada Haikal bahwa bukan dia yang sudah menyebabkan kematian Ayunda.
"Aku sudah memaafkan mu Haikal. Semua ini hanya sebuah kesalahpahaman saja. Aku berharap, kita bisa kembali menjadi teman seperti dulu" Ucap Satria penuh harap.
"Terimakasih Satria, Terimakasih banyak karena kamu masih ingin menjadi temanku" Jawab Haikal senang. Ia mengusap air matanya yang sudah tumpah sejak tadi. Lalu memeluk Satria layaknya seorang sahabat.
"Terimakasih karena sudah mau memaafkan segala kesalahanku. Sampaikan juga maaf ku kepada Buk Yumi. Aku menyesal karena sudah membuatnya hampir celaka" ucap Haikal lagi yang di balas anggukan kepala oleh Satria.
"Aku akan menyampaikannya kepada istriku. Kamu harus segera keluar dan melanjutkan pendidikan mu lagi. Maaf jika aku harus menjadi penyebab kamu masuk ke penjara. Tapi aku janji, setelah kamu keluar aku akan membersihkan namamu segera. Dan kamu boleh melanjutkan pendidikan mu di sekolahan kita lagi" Janji Satria.
Haikal hanya tersenyum miris, "Aku tidak akan kembali Satria, karena aku harus menyelesaikan pekerjaan ku yang sempat tertunda. Aku akan menghukum wanita itu seperti dia membunuh adikku" Gumam Haikal di dalam hatinya.
Setelah sesaat, waktu kunjungan pun selesai. Haikal kembali di bawa oleh polisi ke dalam.
Sementara Satria hanya melihat punggung Haikal yang sudah menjauh dan hampir tidak terlihat dengan perasaan bersalah.
"Semoga ini akan menjadi pelajaran berharga untukmu Haikal" Batin Satria.
Setelah merasa semua masalah selesai. Satria pun kembali pulang. Ternyata, Yumi sudah menunggunya sejak tadi.
"Sayang! Kau menungguku?" tanya Satria dengan lembut kala sudah masuk ke dalam rumah dan melihat istrinya tertidur di atas kursi ruang tamu. Tangannya tergerak membelai rambut Istrinya itu.
__ADS_1
Yumi tersenyum senang melihat bahwa suaminya itu sudah kembali.
"Aku menunggumu pulang. Oh ya gimana masalah Meida di kantor polisi? Sudah selesai urusannya?" tanya Yumi penasaran.
"Sudah sayang. Aku sudah mengurus semuanya. Sekarang gak akan ada lagi yang akan mencelakakan kamu" Jawab Satria. Yumi pun tersenyum bahagia mendengarnya.
"Oh ya! Aku juga sudah ketemu sama Haikal. Dia ada pesan buat kamu. Katanya dia mau minta maaf atas segala kesalahannya yang telah menyakiti kamu" Lanjut Satria lagi.
"Kamu mau kan maafin dia?" tanya Satria lagi.
"Kamu yakin Haikal sudah berubah?" Tanya Yumi balik yang memang merasa ragu.
"Ya percaya gak percaya sih. Semoga aja dia bener-bener berubah," Harap Satria.
Hari pun berlalu begitu saja.
Sudah empat hari sejak kejadian Meida di tangkap oleh polisi waktu itu. Kegiatan sudah terlihat normal dan mereka beraktivitas seperti biasanya.
Satria terlihat menatap punggung Yumi yang sedang membelakanginya di koridor teras kamarnya.
"Sayang! Kau sedang apa?" Tanya Satria lembut. Tangannya melingkar di pinggang ramping istrinya dengan wajah yang ia benamkan di antara pundak dan leher Yumi. Sehingga membuat wanita itu cukup merasa geli karenanya.
__ADS_1
"Aku merasa bosan di rumah terus!" Jawab Yumi dengan tidak semangat.
"Memangnya mau kemana? Mau aku temenin jalan?" tanya Satria yang masih setia memeluk tubuh Yumi.
"Aku mau bekerja lagi. Aku bosan di rumah gak ada kerjaan gini" Keluh Yumi lagi. Satria yang mendengar itu pun sontak melepaskan pelukannya, lalu memutar tubuh Yumi agar menghadap kepadanya.
"Aku sudah bekerja, kenapa kamu harus bekerja lagi? Uang ku gak cukup? Semuanya untuk kamu!" Jelas Satria yang nampak tidak terima akan keinginan Yumi.
"Bukan begitu. Aku hanya bosan saja berada di rumah terus" Jawab Yumi cepat memberikan penjelasan kepada Suaminya itu.
"Gimana kalau kita bikin anak aja?" Ide gilanya pun seketika muncul begitu saja. Membuat Yumi sontak menganga.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung