
"Hei Satria!" Pekik seseorang.
Satria seketika tersentak kaget, ketika mengetahui siapa yang telah meneriakinya itu.
"Kamu habis dari mana? Pantesan kamu gak masuk pelajaran saya, ternyata kamu bolos. Cepat turun!"
Satria meringis, lalu turun dari tembok pagar itu.
"Awwww awwww awwwww" Satria seketika meringis kesakitan, pasalnya telinganya di jewer begitu saja oleh Pak Razi.
"Kamu mau jadi apa? Mau kamu gak saya lulusin dari sekolah ini? Biar jadi siswa abadi saja di sini?"
"Maaf pak. Saya hanya ingin membeli bakso di warung samping sekolahan" Jawab Satria berbohong.
"Memangnya di kantin sekolah gak ada? Alasan kamu saja, sekarang ayo ikut saya ke ruangan BK"
Satria hanya mendecah kesal seraya memegang telinganya yang sakit. Lalu mengikuti Pak Razi menuju ruangan BK.
Sesampainya di ruangan BK. Semua guru menatap Satria sejenak, lalu memutar bola mata malas. Bukan hanya sekali, namun ini sudah kesekian kalinya dia di bawa ke ruangan BK itu.
Satria hanya tersenyum tipis, seraya membentuk huruf V dengan dua jarinya ketika Yumi menatapnya dengan wajah yang kesal. Yumi tau, jika Satria pergi ke ruang BK, sudah dapat dipastikan bahwa Satria telah melakukan kesalahan.
Di ruang BK.
"Buk tolong urus anak ini. Dia bolos pelajaran saya dan memanjat tembok pagar belakang. Sebaiknya tembok itu harus di buat semakin tinggi agar siswa nakal seperti dia tidak bisa berbuat semaunya disini" Keluh pak Razi.
Buk Sonia, sang guru BK hanya bisa menggelengkan kepalanya menatap Satria dengan kesal.
"Baik pak. Saya akan mengurus Satria dan membawanya kepada kepala Kepsek untuk di tindak lanjuti" Jawab Buk Sonia. Pak Razi tersenyum senang, lalu menatap Satria dengan sedikit tersenyum miring.
__ADS_1
"Semoga kamu cepat-cepat di keluarkan dari sekolahan ini" Batin pak Razi penuh harap.
"Baik Buk. Kalau begitu saya pergi dulu ya. Masih ada pelajaran di kelas" Ujar Pak Razi kemudian.
Buk Sonia hanya mengangguk mengiyakan, lalu pak Razi pun pergi setelahnya.
"Satria! Silahkan duduk!"
Satria pun duduk dengan saling berhadapan dengan buk Sonia.
"Sudah berapa kali saya ingatkan kepadamu Satria. Kamu sudah mau ujian akhir sekolah, jika kamu seperti ini terus, kamu bisa-bisa gak lulus"
"Kapan kamu akan berubah. Bahkan namamu saja sudah terdaftar sebagai nama merah di daftar siswa di beberapa guru disini. Ibuk sudah lelah mendengar keluhan semua guru karena ulah mu itu," Ujar Buk Sonia.
Satria hanya diam mendengar perkataan buk Sonia.
"Sekarang ikut saya ke ruangan Kepala sekolah"
Terlihat khawatir, namun tidak berani untuk bertanya di kala semua orang juga menatap Satria yang keluar dari ruangan BK.
"Buk Yumi sepertinya sangat perduli sama Satria. Bahkan dari beberapa guru disini, hanya buk Yumi yang tidak bermasalah sama Satria" Ucap salah satu guru disana.
Yumi seketika menoleh kepada Buk Anjani, guru paling seksi dan cantik yang ada disana.
Yumi tersenyum tipis, "Menurut saya, Satria anak yang baik dan penurut jika gurunya juga bisa bersikap lembut kepadanya. Tidak hanya Satria, bahkan semua Siswa tidak ada yang membuat masalah sama saya buk" Jawab Yumi dengan lugas.
"Jadi menurut ibu saya ikut gak lemah lembut dan suka marah-marah sama anak-anak? Makanya anak-anak selalu membuat masalah sama saya?" Tanya buk Anjani tersinggung.
"Ibu bisa memikirkan nya sendiri. Jika siswa gak suka sama kita, bearti ada yang salah sama diri kita buk. Saya permisi dulu" Jawab Yumi dengan dingin. Lalu pergi begitu saja dari sana.
__ADS_1
Buk Anjani mendecah kesal, "Baru mengajar beberapa bulan saja sudah besar kepala" Ujarnya ketus.
Di ruangan lain.
Yumi terlihat berdiri di balik pintu yang sedikit terbuka. Bukannya ingin menguping, namun ia penasaran kenapa Satria sampai di bawa keruangan Kepsek.
"Satria! Saya sudah mengingatkan kamu untuk tidak melakukan kesalahan lagi. Tapi kamu selalu saja melakukannya tanpa kamu pikirkan. Jika kamu seperti ini terus, ayahmu akan menganggap bahwa kami yang tidak bisa mendidik mu dengan baik. Jika saja kamu bukan anak pemilik sekolahan ini, mungkin sudah lama pihak sekolahan mengeluarkan kamu dari sini. Kamu harus berubah, kami yang ada disini akan terancam jika kamu tidak lulus tahun ini Satria!" Ucap Kepala sekolah.
Yumi seketika membelalakkan matanya dengan sempurna. Yumi menutup Mulutnya yang menganga tidak menyangka.
"Anak pemilik sekolahan?" Ujar Yumi dengan tidak percaya.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
Jangan lupa untuk like dan komennya ya! Mohon dukungannya.
Hai hai hai. Maaf ya author sering gak up. Author bener-bener sibuk banget karena terlalu banyak acara keluarga dan juga ada keluarga yang sakit. Jadi author mohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga kalian selalu setia bersama Rafizqi.
__ADS_1
Oh ya, waktu event masih satu hari lagi ya! Yuk segera berikan dukungan sebanyak-banyaknya. Dan akan saya umumkan pada tanggal 28 atau 29 ya di IG @Lusiani0202. Buat kalian semua silahkan follow akun ig author ya! Setelah ini akan ada event lanjutan. Jadi jangan ketinggalan informasi ya.