
Tepat jam istirahat sekolah, Winda pergi ke ruangan kelas Satria dengan membawa toples berisikan kue kesukaannya. Niatnya ia ingin memberikannya kepada Satria, namun belum sempat kue itu ia beri, seorang wanita bernama Selly terlihat sudah lebih dulu meletakan makanan itu di meja Satria, tidak lupa Selly juga meletakan sebuah surat di bawah makanan itu.
Selly merupakan anak pindahan yang kini sudah satu kelas bersama Satria. Selly juga merupakan anak seorang petinggi yang sangat disegani, pertama kali melihat wajah Satria, Selly langsung menyukai Satria dan ingin memilikinya. Dengan mendekati Satria, Selly yakin pria itu tidak akan menolak dirinya, dengan wajahnya yang cantik serta body yang membahana dan kaya raya.Pikirnya tidak akan ada lelaki yang akan menolaknya termasuk Satria. Hanya laki-laki beruntung yang di sukai langsung oleh primadona seperti dirinya.
"Hei!" Pekik Winda yang sudah berada di bibir pintu. Wajahnya merah padam, seakan siap menerkam lawan yang ada di depannya itu.
Winda berjalan dengan sedikit mempercepat langkahnya, "Berani-beraninya kamu mencoba mendekati Satria dengan memberikan kue itu untuknya! Kamu tidak tau, Satria hanya milikku dan kamu tidak boleh memberikan apapun kepada Satria" Lanjut Winda dengan suara meninggi.
Selly memutar bola mata malas. Ia tau, wanita seperti Winda hanyalah seorang penggoda yang tidak di anggap oleh Satria. Begitulah pikirnya.
"Selama Satria menerima kue pemberianku, maka aku tidak akan mendengarkan ucapan dari wanita seperti kamu" Jawab Selly dengan melipat kedua tangannya kedepan dadanya.
Winda mengepal tangannya dengan geram, dilihatnya kue Cake yang terletak di atas meja Satria, lalu dengan gerakan cepat Winda mengambil Cake itu dan melemparkannya ke wajah Selly.
"Satria tidak akan pernah menerima kue pemberian wanita sampah seperti kamu" Ucap Winda dengan tersenyum puas melihat kue itu sudah memenuhi wajah Selly.
__ADS_1
Selly menggeram, rasanya sudah tidak tahan lagi membiarkan wanita seperti Winda begitu saja. Segera ia meraih rambut Winda sehingga membuat Winda meringis kesakitan.
Winda pun tidak mau kalah, ia pun juga menarik rambut Selly dengan keras. Hingga kegaduhan pun terdengar karena perkelahian dua wanita cantik itu.
Semua murid-murid pun berbondong-bondong datang melihat kegaduhan itu.
Satria dan Bram yang baru kembali dari kantin pun terlihat keheranan ketika melihat banyak siswa siswi berlarian menuju kelas mereka. Tidak sedikit yang bersorak kegirangan melihat perkelahian antar dua wanita cantik itu.
Karena merasa penasaran, Satria dan Bram pun semakin mempercepat langkahnya menuju kelas mereka.
Satria berinisiatif melerai perkelahian itu, namun dirinya malah menjadi sasaran pukulan kedua wanita itu.
Ketika keduanya menyadari siapa yang berada di antara mereka, Selly dan Winda pun menarik tangan Satria dengan saling berebutan.
"Satria milikku!"
__ADS_1
"Milikku, wanita sampah seperti kamu jangan harap memilikinya"
"Satria hanya milikku"
Mendengar ucapan kedua wanita itu memperebutkan dirinya, Satria mulai mengerti kenapa mereka sampai seperti ini.
"Cukup" Pekik Satria lantang, membuat kedua wanita itu terdiam.
Tidak lama setelah teriakan Satria, beberapa guru pun datang kesana untuk melerai perkelahian itu.
Selly dan Winda di bawa ke ruang BK oleh guru. Satria yang tidak tau apa-apa pun juga ikut terlibat dan mengakibatkan dirinya juga di interogasi di ruang BK oleh guru. Sungguh kesialan yang tidak terelakkan oleh Satria.
Memikirkan kedua wanita yang memperebutkan dirinya itu, sungguh membuat kepalanya begitu sakit. Setelah statusnya sebagai anak pemilik sekolahan terungkap, serta dirinya yang sudah menikah ternyata tidak membuat wanita itu berhenti mengganggu dirinya.
Setelah mendengar penjelasan dari ketiga orang itu, guru BK memutuskan untuk memindahkan Selly ke kelas lainnya. hal itu itu bertujuan untuk memisahkan Winda dan Selly agar tidak kembali bertemu, dan membuat kecemburuan Winda yang semakin berlebihan.
__ADS_1
"jika kalian mengganggu hidupku lagi, kalian akan merasakan akibatnya nanti " ucap Satria memperingati kedua wanita itu.