
"Baik-baik. Aku mandi sekarang" Satria pun akhirnya terpaksa menurut keinginan istrinya itu. Ia pun masuk ke dalam dengan sedikit meringis.
Satria pun pergi ke sekolah setalah selesai berkemas.
"Hati-hati dirumah. Jangan pergi kemana pun selama aku tidak di rumah." Pesan singkat dari Satria.
Yumi terlihat tersenyum manis setelah membaca pesan itu. Diperhatikan oleh seorang suami, sungguh membuat hati seorang istri berbunga-bunga karenanya.
Yumi pun memilih meletakan Handphone nya di atas nakas, ketika melihat sesuatu terlempar dari bawah menuju balkon kamarnya.
"Sebuah surat?" gumam Yumi keheranan.
Ia pun membuka gulungan kertas itu yang masih terikat rapi dengan pita berwarna merah.
________________________________
Temui aku di taman Bunga Di Maggrop. Ada hal penting yang ingin aku katakan!
...Satria...
________________________________
"Satria menyuruhku pergi ke taman Maggrop?" Gumam Yumi heran.
Tanpa berpikir panjang, Yumi pergi menuju taman yang di tuju oleh surat itu. Kebetulan, taman itu tidak terlalu jauh dari rumahnya, ia pun mengiyakan lalu pergi tanpa membawa handphone atau semacamnya.
Di taman Maggrop.
Terlihat Yumi sedang duduk di sebuah kursi di taman. Matanya nampak melihat kesana-kemari mencari sosok Satria yang katanya sedang menunggunya disana.
"Kemana anak itu" Gumamnya dengan nada kesal. Yumi berdiri kembali dari duduknya dan hendak pergi meninggalkan taman itu.
__ADS_1
Namun tiba-tiba, sebuah genggaman tangan melingkar di lehernya dengan mulutnya yang di tutup dengan sebuah kain, yang membuat kesadaran Yumi perlahan menghilang.
****
Tepat jam 02.45 wib. Satria sudah pulang dari sekolah. Ia terlihat memarkirkan motornya dengan wajah yang sangat bahagia menuju rumahnya.
"Bau apa ini? Harum sekali masakannya?" gumam Satria. Langkahnya yang ingin pergi ke lantai atas, seketika beralih ke dapur. Pikirnya istrinya Yumi sedang memasak, itu sebabnya ia pergi ke dapur.
"Tuan! Mau makan?"
Satria terlihat mengedarkan pandangannya ke seluruh tempat, mencari sosok Yumi disana.
"Dimana Yumi Bik?" tanya Satria balik tanpa memperhatikan pertanyaan Bik Inem sebelumnya.
"Nona Yumi di kamarnya Tuan. Sejak tadi pagi gak ada keluar" Jawab Bik Inem.
"Sejak pagi?" tanya Satria lagi dengan wajah yang heran. Karena tidak biasanya Yumi akan berdiam diri di dalam kamar seperti ini.
Tanpa berpikir lagi, Satria pun beranjak dan pergi ke kamarnya yang berada di lantai atas.
Sesampainya disana.
Satria mengedarkan pandangannya ke seluruh tempat. Namun sosok Yumi tidak terlihat disana.
Segera Satria membuka kamar mandi, namun Yumi juga tidak ada.
Pria itu mulai mencari ketempat lain, mulai dari taman kesukaan Yumi hingga seluruh ruangan yang ada di rumahnya ia jelajahi demi mencari sang istri.
"Dimana dia?" Gumam Satria kepada dirinya sendiri dengan frustasi.
Satria mulai panik, dan mencoba menghubungi nomor telepon milik istrinya itu. Namun seketika, Satria di kaget kan oleh suara Handphone di belakangnya, yang tidak lain adalah handphone milik Yumi.
__ADS_1
Satria menatap handphone itu dengan wajah yang sulit di artikan. Kekhwatiran nya kepada Yumi semakin mencuat. Sehingga membuat ia sulit untuk berpikir dengan jernih tentang istrinya saat ini.
Di tengah rasa khawatirnya yang masih menggebu, Satria keluar dari kamarnya dengan setengah berlari menuju ruangan kerja ayahnya untuk melihat cctv.
Segera ia membuka akses seluruh rekaman untuk melihat kegiatan terakhir yang dilakukan istrinya.
Untuk rekaman di dalam kamarnya, Satria sengaja membuat kunci sandi agar dirinya saja yang bisa mengaksesnya, karena ia pikir itu bersifat pribadi untuknya dan Yumi.
Terlihat di dalam rekaman itu, Yumi sedang membaca sebuah surat lalu sebentar kemudian Yumi langsung pergi.
Satria kembali menutup rekaman itu dan mencari kertas yang Yumi tinggalkan di sana. Beruntung, kertas itu masih ada disana.
Satria segera membaca isi surat itu setelah menemukannya di dalam kamar.
Mata Satria seketika melebar sempurna, bagaimana mungkin isi surat itu mengatasnamakan dirinya.
________________________________
Temui aku di taman Bunga Di Maggrop. Ada hal penting yang ingin aku katakan!
...Satria...
________________________________
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung.