
Setelah kejadian itu, Yumi seakan tak bisa keluar dari trauma yang ia rasa. Untuk hidup dan masih bernafas saat ini adalah sesuatu keberuntungan bagi Yumi. Bayangan terjatuh dari atas gedung dengan memiliki 30 lantai, tidak bisa Yumi hilangkan begitu saja. Bayangan itu seakan bersarang di kepalanya, sehingga membuat dirinya begitu takut dengan ketinggian saat ini.
Setelah 10 hari berlalu sejak kejadian waktu itu. Yumi selalu saja berada di rumah, bahkan dirinya tidak lagi berani untuk keluar walau sekedar ke depan rumah. Rasa takutnya seakan terlalu mendominasi jiwanya.
Sementara itu, Satria saat ini sudah menyelesaikan ujian sekolahnya beberapa hari yang lalu. Namun berbeda dengan Haikal, ia kini sudah mendekam di jeruji besi sebagai tersangka percobaan pembunuhan berencana. ia pun di jerat hukuman dengan hukuman minimal 20 tahun penjara lamanya. Walaupun begitu, Satria masih menganggap bahwa Haikal adalah temannya. Dan selama 10 hari terakhir, sejak kejadian itu Satria kembali mengusut kasus tentang kematian Ayunda, adiknya Haikal yang meninggal beberapa tahun yang lalu.
Sungguh, ini hanyalah sebuah kesalahpahaman. Satria merasa hubungan dirinya bersama Ayunda baik-baik saja waktu itu, sampai pada akhirnya Ayunda meninggal karena bunuh diri dan meninggalkan sepucuk surat yang mengatakan bahwa penyebab kematiannya itu adalah dirinya.
Jika saja waktu itu Haikal memberikan surat itu kepada polisi, bisa saja ia menjadi tersangka utama atas kematian Ayunda. Namun seperti dugaan Satria, Haikal memiliki rencana lain dari semua ini. Yaitu pembalasan dendam.
Satria menggali lagi kasus kematian Ayunda demi meluruskan segalanya kepada Haikal. Bahwa Haikal telah salah paham kepada dirinya.
"Sayang! Kamu fokus banget sama laptop dan handphone akhir-akhir ini?" Yumi bertanya sembari menghampiri sang suami yang masih berada di ruang kerja.
Ya, kini setelah ujian sekolah selesai, Satria lah yang mengganti posisi ayahnya saat ini. Karena keputusan ini adalah keinginannya sendiri. Setelah menolong istrinya dari penculikan Haikal waktu itu, Satria menyadari satu hal. Bahwa menjadi suami, harus memiliki tanggung jawab yang begitu besar. Termasuk menjaga dan menafkahi sang istri dari tangannya sendiri. Dan sejak hari itu, Satria juga merasa sangat takut, jika ia benar-benar kehilangan seseorang yang sangat ia sayangi itu.
__ADS_1
Satria yang masih fokus kepada Laptop nya, kini beralih menatap sang istri dengan senyuman manisnya.
"Sayang kamu kesini? Kenapa?" Tanya Satria balik.
"Aku bertanya kenapa kamu selalu fokus sama Laptop dan handphone. Tapi kamu malah balas bertanya" Ujar Yumi dengan bibir yang sengaja dibuat manyun.
Satria tersenyum tipis, "Maaf sayang! Kamu bosan ya di kamar sendirian tiap hari? Aku itu lagi mempelajari dokumen tentang kematian Ayunda, mantan pacar aku yang bunuh diri itu" Jelas Satria.
Yumi terlihat semakin cemberut, "Gara-gara itu aku di tinggal ya?" Ujar Yumi bertanya dengan wajah di tekuk.
"Aku ingin, masalahku bersama Haikal itu cepat kelar. Aku juga gak mau dia terus-menerus dendam sama aku. Dan aku juga gak mau ambil resiko jika nanti ia kembali mencelakai orang-orang yang aku sayangi. Dengan mengungkap kembali kasus ini, aku ingin membuktikan kebenaran kepada Haikal bahwa bukan aku yang telah menyebabkan Ayunda meninggal. Aku tidak ingin kehilanganmu untuk kedua kalinya, aku ingin menjagamu dari segala bahaya yang ada," Jelas Satria panjang lebar.
Yumi hanya terdiam membeku, menatap Satria dengan wajah terharu.
"Ternyata kamu bukan lagi seorang bocah! Aku salut,.Aku terharu banget" Seketika Satria terheran akan istrinya itu yang tiba-tiba menangis setelah mendengar penjelasannya.
__ADS_1
"Jangan menangis sayang! Kamu jangan baperan gitu" Cegah Satria.
Yumi Seketika diam dengan sedikit menyeka air matanya. Tanpa Aba-aba, Yumi pun seketika m*L*mt mesra bibir Satria begitu saja. Membuat Satria membeku dengan mata yang melebar sempurna. Bagaimana tidak? Setelah sekian lama menikah, baru kali ini Istrinya itu menciumnya dengan begitu intim, apalagi kali ini Yumi lah yang memimpin permainan.
Satria pun terhanyut oleh ciuman panas yang di lakukan istrinya itu, tanpa sadar dirinya kini menjadi semakin gila oleh permainan Yumi.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.