
"Datanglah ke halaman belakang sekolah. Ada hal penting yang ingin aku sampaikan kepada mu. Sekarang"
Begitulah pesan yang Yumi terima dari Satria.
Yumi mendekati Satria, tidak ingin menunda terlalu lama, Yumi segera bertanya tujuan Satria menyuruhnya kesana, "Ada apa?" Tanya Yumi cepat.
"Apa kau punya musuh di sekolah ini?" Tanya Satria balik.
Kening Yumi mengkerut mendengar perkataan Satria, "Apa maksudmu? Aku tidak pernah memiliki musuh" Jawab Yumi.
"Lihat ini, aku yakin kamu pasti terkejut melihat ini!"
Satria memberikan Kertas yang sempat ia sobek dari mading di kelasnya ke tangan Yumi.
Pandangan Yumi beralih kepada kertas itu, lalu seperdetik kemudian ia langsung menganga.
"Siapa yang telah membuat ini?" Tanya Yumi yang terlihat kesal.
Satria mengangkat kedua bahunya, pertanda ia tidak tau.
"Jika tidak ada musuh. Lalu siapa?" Gumam Satria di dalam hatinya.
Satria seketika tersentak, Yumi tiba-tiba meloncat-loncat dengan wajah yang ketakutan.
"Hahh, kodok, kodok" Teriak Yumi ketakutan. Ia meloncat ke tubuh Satria, Spontan Satria pun menangkap tubuh Yumi dan masuk kedalam gendongannya ala bridal style.
Sementara di tempat lain, seorang pria terlihat menyeringai licik seraya memegang handphone yang mengarah kepada Yumi yang ada di dalam gendongan Satria.
__ADS_1
"Tamatlah riwayat kalian berdua" Gumamnya dengan tersenyum miring penuh kelicikan.
"Kamu takut sama kodok?" Satria bertanya dengan raut wajah mengejek.
Yumi yang kesal, mendaratkan pukulannya ke dada bidang Satria.
"Aduhhh duh sakit tau. Aku turunin kamu disini ya, biar nyemplung tu sama si kodok"
"Jangan!" Terik Yumi.
"Singkirkan kodok itu dulu, baru turunkan aku" Lanjut Yumi masih dengan wajah yang takut.
"Baiklah" Balas Satria menurut, lalu menjauhkan kodok itu dengan kakinya. Setelah kodok itu dirasa sudah menjauh, Satria segera menurunkan Yumi.
"Aku pergi dulu. Nanti aku akan selidiki sendiri masalah ini. Kamu jangan khawatir" Ucap Satria. Lalu pergi dari sana.
Sementara Yumi masih termangu, menatap kepergian Satria yang semakin menjauh.
Sementara ditempat lain. Haikal menghampiri Winda yang berada di kantin sekolah dengan setengah berlari.
"Hai Win!" Sapa Haikal, lalu duduk di samping Winda.
Winda mencebik, "Ada apa?" Tanyanya dengan masih fokus memakan bakso miliknya tanpa menoleh kepada Haikal.
"Aku sudah ada bahan untuk membuat bu Yumi keluar dari sekolahan ini"
Winda terkesiap, matanya melebar dengan begitu sempurna. Segera ia mengalihkan pandangan kepada Haikal.
__ADS_1
"Mana?" Tanya Winda dengan penuh semangat. Haikal pun mengeluarkan sebuah benda pipih kesayangannya, lalu menunjukan sebuah video yang sempat ia rekam beberapa menit yang lalu.
Winda menatap Video itu dengan lekat, ada rasa cemburu yang membara di hatinya. Ingin sekali rasanya ia melabrak Yumi sekarang, namun mengingat dirinya bukanlah siapa-siapanya Satria, membuat keberaniannya menciut. Namun kali ini sebuah rencana lain telah ia persiapkan untuk membuat Yumi malu dan di benci oleh semua orang.
Seketika Winda tersenyum dengan seringai liciknya.
"Aku pastikan, besok sekolahan kita akan gempar setelah melihat video ini" Ucap Haikal. Yang membuat senyum Winda semakin mengembang.
"Aku akan buat Satria juga keluar dari sekolahan ini, bu Yumi hanyalah alat untuk aku menghancurkan dia. Maaf bu Yumi, dirimu memang cantik, namun aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini untuk membuat Satria menderita" Batin Haikal.
****
Satria terlihat gelisah, seraya memegang Handphone miliknya dan menghubungi seseorang.
"Hallo" Ucap seseorang dari seberang sana.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.
Jangan lupa untuk like dan komennya ya! Mohon dukungannya.