Mendadak Dinikahi Bocah

Mendadak Dinikahi Bocah
Bab 19 Cerita Masalalu


__ADS_3

Satria sedikit menghela nafas lega, lalu kembali melanjutkan memakan makanannya.


Di taman depan rumah. Satria duduk seorang diri seraya menatap bintang yang bertaburan di atas. Yumi menyusul dengan membawa dua gelas kopi di tangannya untuk menghangatkan tubuhnya, lalu duduk di samping Satria.


"Ini kopi untuk kamu!" Ucap Yumi seraya memberikan segelas kopi ke tangan Satria.


"Kamu mau bicara apa?" Tanya Satria langsung pada intinya.


Yumi sedikit menghela nafas berat, "Siapa kamu sebenarnya"


Satria mengerutkan keningnya heran, "Maksud kamu?" Tanyanya kemudian.


"Aku mendengar percakapan mu dengan kepala sekolah tadi pagi. Tolong jelaskan semuanya kepadaku" Pinta Yumi.


Satria sejenak terdiam, lalu sebuah goncangan tangan Yumi kembali menyadarkan Satria.


"Satria! Ayo jawab!" Pinta Yumi lagi.


Satria pun mau tidak mau harus menceritakan semuanya kepada Yumi. Latar belakang keluarganya dan juga kehidupan yang Satria lalui sebelum bertemu dengan Yumi.


"Sekolahan itu memang milik ayahku, tapi tidak ada yang tau kalau aku adalah anaknya"


"Yang mereka tau, aku hanyalah siswa nakal yang tidak memiliki orang tua"


"Selama di sekolah, orang tuaku tidak pernah datang walau hanya melihat kelulusan ku, jadi aku tidak pernah ingin lulus dari sekolahan itu karena itu semua percuma. Tidak ada yang peduli akan apa yang aku capai"


Setelah mendengar cerita tentang kehidupan Satria, Yumi sedikit merasa kasihan. Selain dari kurangnya perhatian orang tua, Satria juga kehilangan arah hidupnya setelah ibunya meninggal.


Keesokan harinya.


Seperti biasa, rutinitas sehari-hari, Satria selalu berangkat ke sekolah dengan motor Vega hitan milik Pak Hasan, mertuanya. Walaupun motor itu sudah tua dan dan terlihat jelek, namun Satria tidak malu sedikit pun. Dari dulu, Satria selalu tampil dengan apa adanya, Bahkan tidak ada yang tau identitas asli dari Satria. Yang mereka lihat, Satria hanyalah seorang pria miskin yang memiliki IQ di bawah rata-rata. Tingkahnya yang nakal dan jahil, seringkali membuat para guru merasa jengkel kepada Satria.


Sesampainya di sekolah. Yumi terlihat baru memarkirkan motornya. Satria sengaja datang sedikit terlambat dari Yumi, karena diam-diam Satria selalu mengikuti Yumi dari belakang setiap pergi ke sekolah. Kecuali jika dia bangun kesiangan.

__ADS_1


Wanita dengan kerudung bewarna Coklat itu sedikit menoleh ke arah Satria. Terlihat senyuman tipisnya mengukir di bibirnya.


Dag Dig Dug


Irama jantung Satria seketika melaju dengan cepat, seakan tidak dapat ia kendalikan setelah melihat senyuman tulus dari sang istri. Ahh bukan, lebih tepatnya seorang guru jika berada di sekolahan.


Yumi pun pergi ke ruang guru, lalu Satria juga melangkahkan kakinya menuju kelasnya.


Sesampainya di kelas. Terlihat beberapa Siswa berbisik-bisik, tatapan mata mereka mengarah kepada Satria dengan tatapan jijik dan benci.


Entah kesalahan apa yang telah ia perbuat, namun selama ini Satria merasa tidak melakukan apapun. Lalu ada apa dengan mereka?.


Satria melemparkan tasnya dengan asal ke atas mejanya. Lalu duduk disana sedikit menoleh kepada Bram sahabatnya yang sedang membaca buku.


Kedua alis Satria saling bertautan, menatap heran sahabatnya itu yang tiba-tiba rajin membaca.


"Sejak kapan kamu suka membaca?" Tanya Satria penasaran.


Bram tidak menjawab, membuat Satria semakin heran. Satria mengambil buku yang ada di hadapan Bram dengan paksa, "Kamu kenapa? Apa aku ada salah? Kamu kok kayak marah gitu?" Tanya Satria lagi.


"Aku pikir kamu sahabatku, kenapa kamu menyembunyikan rahasia besar mu dariku"


Satria semakin di buat bingung. Dengan wajah yang mengkerut, Satria kembali bertanya, "Maksud kamu apa?" Tanya Satria tidak mengerti.


"Semua orang sudah tau kalau kamu dan Buk Yumi sudah menikah"


Bak di sambar petir di siang hari, Satria terkejut mendengar perkataan Bram barusan.


"Kamu tau dari mana?" Tanya Satria kemudian.


"Nih lihat!" Bram mengeluarkan handphone nya dan memperlihatkan sebuah foto pernikahan antara Satria dan Yumi.


Satria membelalakkan matanya dengan sempurna.

__ADS_1


Sementara di tempat lain.


"Yumi, Yumi. Aku gak nyangka, wanita bertampang polos seperti mu ternyata bermain di belakang"


Yumi yang hendak duduk menghentikan niatnya, menatap Buk Sonia dengan sedikit menaikkan sebelah alisnya.


"Maksud ibuk apa?" Tanya Yumi tidak mengerti.


"Kamu itu gak pentas jadi guru Yumi. Ngakunya jadi guru, eh ternyata jadi istrinya"


Deg.


Hati Yumi terasa sakit ketika mendengarnya, Yumi merasa sesuatu yang salah telah terjadi.


"Maaf buk. Bicaralah dengan sopan. Seorang guru juga seharunya memiliki kesopanan untuk menganggap dirinya adalah guru. Tolong jelaskan kepada saya! Apa maksud pembicaraan ibu" Kata Yumi dengan penuh penekanan.


"Kami semua sudah tau ya kalau kamu sudah menikah bersama Satria. Jadi siap-siaplah kalian berdua dikeluarkan dari sekolah ini"


Deg.


Kembali Yumi di buat terkejut oleh perkataan buk Sonia. Apa yang dia takutkan akhirnya terjadi.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


Jangan lupa untuk like dan komennya ya! Mohon dukungannya.


__ADS_2