Mendadak Dinikahi Bocah

Mendadak Dinikahi Bocah
Bab 38


__ADS_3

Satria segera beranjak dari sana setelah membaca isi surat itu.


Namun sebelum itu, ia mengumpulkan semua pengawalnya dan membawanya untuk mencari keberadaan Yumi. Sudah dapat di pastikan bahwa yang mengirim surat itu adalah orang jahat yang sengaja menjebak Yumi.


Jika saja Yumi mau mendengarkan ucapannya untuk tidak keluar dari rumah sebelum dirinya datang, semua ini tidak akan terjadi. Itulah yang Satria sesali. Kenapa Yumi seceroboh ini?


Satria mendecah dengan geram, "Sial! Siapa yang telah menculik istriku" Geramnya di dalam mobil dengan memukul setir mobil dengan kuat. Ia yang masih marah pun menyetir mobil itu dengan kecepatan tinggi, membuat pengawalnya yang mengikuti terdiam dengan wajah yang ketakutan.


Setelah sampai, Satria segera memarkirkan mobilnya ke sembarang tempat, ia pun segera turun dari mobil tanpa memperhatikan sekitarnya. Yang ia pikirkan saat ini hanyalah keselamatan Yumi, istrinya.


"Cari dan telusuri seluruh tempat! Cari petunjuk apapun yang ada disini" Perintah Satria. Para pengawalnya hanya mengangguk mengiyakan, lalu berpencar untuk mencari keberadaan Yumi.


Setelah setengah jam mereka mencari ke seluruh taman, namun keberadaan Yumi tidak mereka temukan disana. Hal itu membuat Satria semakin khawatir akan keselamatan istrinya itu.


"Sebenarnya siapa musuhku?" Satria bertanya-tanya kepada dirinya sendiri dengan mengingat kembali kesalahan apa yang ia perbuat hingga menimbulkan seorang musuh seperti ini. Itulah yang ada di benak Satria saat ini.


Segera ia mengambil benda pipih kesayangannya dari balik saku celananya. Lalu menelpon beberapa orang yang menurutnya bisa membantu mencari keberadaan Yumi saat ini.


"Ihsan, cari seorang Hacker terbaik di kota ini. Retas semua jaringan CCTV dan lacak keberadaan istriku Yumi. Nanti akan ku kirimkan fotonya. Berapa pun bayarannya, akan aku transfer setelah dia menyetujui untuk mencari keberadaan istriku" Ucap Satria kepada bawahannya dari balik telepon.

__ADS_1


"Baik tuan. Saya akan melaksanakan perintah" Jawabnya dari balik telepon itu.


Setelah merasa cukup, Satria pun mematikan teleponnya itu, lalu kembali menelpon Gang Leader hitam yang sudah lama ia tinggalkan sejak menikahi Yumi. Walaupun begitu, para anak buahnya selalu setia kepadanya sebagai pimpinan mereka.


"Istriku hilang. Kalian tau bukan apa yang harus kalian lakukan?" Satria berbicara dengan nada tegas.


"Baik. Kami akan menyusuri setiap tempat di kota ini untuk mencari Nona Yumi" Jawab bawahannya yang bernama Josua.


Setelah mendapatkan jawaban yang ia inginkan, Satria segera mematikan teleponnya.


Tatapannya mulai mengarah kepada sebuah kertas di atas kursi. Kertas yang hampir sama dengan yang pernah ia temukan di rumahnya beberapa waktu lalu.


"Gedung tua pinggir Kota"


Itulah kata yang tertulis di kertas itu. Satria tidak dapat memastikan dengan pasti, apakah itu petunjuk atau bukan. Namun, kata gedung tua mengingatkan Satria kepada seorang perempuan yang sempat ia cintai. Seketika pikiran nya menangkap kepada seseorang yang selama ini selalu membuat gara-gara dengannya.


"Apakah itu artinya Dia,,,,,,,," Satria mulai menerka-nerka. Jika saja tebakan nya benar, maka Yumi sekarang benar-benar dalam bahaya.


"Ayo kita pergi sekarang!" Ajak Satria kepada semua pengawalnya.

__ADS_1


Satria segera masuk ke dalam mobil. Kali ini ia sendiri yang memegang kendali kendaraannya menuju tempat yang di tuju oleh kertas yang ia temukan di taman.


Sesampainya disana. Matanya nampak menatap gedung yang begitu besar, namun interiornya yang sudah terlihat tua membuat gedung itu terlihat menakutkan.


Satria dan beberapa gerombolan pengawal yang ia bawa pun masuk ke dalam gedung itu. Menyusuri setiap tempat yang ada di sana, namun tidak sedikitpun ia menemukan keberadaan Yumi atau petunjuk semacamnya.


"Apa mereka di atas?" gumam Satria. Tanpa menunggu lama, Satria pun segera menuju lantai paling atas gedung. Ia menaiki tangga yang mengarahkan langsung kepada lantai gedung paling atas.


.


.


.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2