
Di dalam kamar. Yumi terlihat menggeliat manja. Merasakan pantulan cahaya matahari yang sudah menembus jendela kamarnya dan mengenai wajahnya.
gadis tanpa polesan makeup itu pun masih terlihat cantik alami dengan kulit yang sebening susu, walaupun dengan rambut yang terlihat acak-acakan.
Di tempat lain.
Beberapa orang berpakaian serba hitam dengan mulut tertutup berkumpul di sebuah rumah kosong.
"Ikuti aku! Jangan sampai ada yang curiga apalagi melihat keberadaan kita. Aku sudah tunjukan denah jalan tikus menuju masuk ke rumah Satria. Kalian harus melindungi ku, agar kita bisa membawa Yumi pergi dari sana" Perintah Meida yang juga memakai pakaian yang senada dengan semua anak buahnya.
Meida sengaja menyewa beberapa orang untuk ikut bersamanya dalam aksi kali ini. Karena ia tahu, penjagaan di rumah itu sangat ketat, sangat kecil kemungkinannya untuk bisa berhasil. Namun kali ini Meida begitu nekad dan ia begitu mantap untuk menculik Yumi. Jika tidak bisa membawa Yumi pergi, maka ia akan membunuh Yumi di tempat.
Sesampainya disana. Meida terlihat jelas masuk ke dalam lorong-lorong yang menghubungkan antara luar dan rumah Satria.
Sesampainya disana, Meida tersenyum licik ketika melihat seorang wanita sedang tertidur di kursi panjang di teras balkon rumah. Lalu ia segera memberikan kode kepada anak buahnya untuk memberikan bius kepada wanita itu yang ia anggap adalah Yumi.
__ADS_1
Tanpa menunggu lama, salah satu dari mereka mendekat dan menutup area pernafasan Yumi dengan sebuah kain yang sudah mereka beri dengan bius.
Setelah Yumi pingsan, Meida berjalan mendekat dengan senyuman penuh kemenangan.
"Bawa dia!" Perintah Meida kepada anak buahnya. Namun di saat anak buahnya mengangkat tubuh Yumi. Beberapa polisi datang menyergap.
"Jangan bergerak! Letakan senjata kalian atau kami tidak segan-segan untuk menembak kalian!" Ucap seorang kepala pimpinan polisi memperingati dengan menodongkan senjata api kepada masing-masing pelaku.
Meida membeku, dua orang yang yang begitu familiar datang, membuat Meida semakin menganga tidak menyangka.
"Satria! Yumi! Lalu itu,,,,,,,," Meida menggantung ucapannya sendiri. Lalu ia beralih kepada seorang wanita yang sudah pingsan di didekatnya. Ia menyibak rambut wanita itu yang menutupi wajahnya. Dan ternyata, bukan Yumi yang ada disana melainkan orang lain yang hanya mirip seperti Yumi.
Pagi sebelum Satria pergi ke kantor. Ihsan menelpon bahwa ada seseorang mengintai dari luar rumah. Ihsan mengira bahwa orang itu menunggu Satria pergi dari rumah. Satria yang ingin pergi bekerja pun mengurung niatnya. Dan mulai membuat jebakan untuk menangkap pelaku.
Orang masuk ke dalam mobilnya pagi tadi bukanlah dirinya, melainkan pengawalnya yang sengaja ia perintahkan untuk menggantikan dirinya.
__ADS_1
Sementara Satria masih terlihat menunggu Yumi untuk bangun di kursi panjang di kamarnya. Setelah Yumi bangun, Satria pun menceritakan akan membuat jebakan untuk menangkap pelaku yang mengincar keluarganya. Akhirnya Satria pun berinisiatif untuk menjadikan salah satu pelayannya untuk menggantikan Yumi. Beruntung, mereka memiliki seorang pelayan yang cantik dan rambutnya dan tubuhnya tidak jauh berbeda dari Yumi. Dan akhirnya pelaku pun di kepung dan di tangkap oleh polisi.
"B*Jing*n kau Satria! Ternyata ini jebakan mu" Meida mengumpat dengan penuh amarah.
Satria mencibir, "Kau lah orangnya Meida. Aku sudah tau semuanya tentang keburukan mu. Dan aku tidak akan pernah membiarkan kamu menyakiti orang-orang yang aku sayangi. Sudah cukup kau membunuh Winda, jangan membuat dosa mu semakin besar" Ucap Satria.
"Cih. Aku tidak takut dosa. Hidupku sudah hancur karena ulah ibumu, maka aku juga akan menghancurkan hidup keluarganya dan keturunannya" Jawab Meida masih dengan amarah yang menggebu.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung