Mendadak Dinikahi Bocah

Mendadak Dinikahi Bocah
Ekstra Chapter 4


__ADS_3

Satria mengangguk dengan tersenyum bahagia. Ia pun langsung pergi ke dalam kamarnya.


Terlihat Yumi sedang duduk di sandaran sofa. Seorang pelayan bangun dari duduknya setelah menyadari kedatangan Satria.


Kedua netra mereka saling bertemu, menatap penuh haru dari kedua sudut mata mereka.


Satria pun seketika menghamburkan pelukannya kepada Yumi. Dan Yumi pun membalas pelukan itu dengan penuh cinta.


"Terimakasih sayang. Terimakasih karena selalu memberikan kebahagiaan untuk ku. Terimakasih untuk calon bayi kita yang sudah tumbuh." Ujar Satria tulus.


"Gak sia-sia ternyata usahaku satu memompa mu setiap hari" Satria sempat terkekeh kecil setelah mengatakan kalimat itu, membuat pukulan kecil mendarat di bahu Satria.


"Kamu gak lihat ada papa di belakang mu?" bisik Yumi dengan wajah bersemu merah karena malu atas perkataan Satria. Apalagi, papa mertuanya terlihat tersenyum mendengar perkataan Satria barusan.


Satria pun melepaskan pelukannya, lalu menoleh ke belakang. Ia terlihat meringis, menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Maaf Pa! Satria gak tau kalau ada papa disini" Ujar Satria tidak enak hati.

__ADS_1


"Gak apa-apa. Papa cuma mau memberikan ini!" Pak Herman pun menyerahkan beberapa obat ke tangan Satria.?


"Ini obat vitamin penambah nafsu makan dan pereda mual untuk Yumi. Di situ sudah ada aturan makannya. Kamu tinggal lihat saja. Kalau gitu, papa pergi dulu. Maaf mengganggu kalian," Lanjut Pak Herman menambahkan. Ia pun pergi setelah mengatakan kalimatnya.


Setelah kepergian Papanya, Satria kembali menggelayut kepada Yumi. Mengusap perut istrinya itu beberapa kali. Bahkan ia juga menciumnya tampa henti.


"Terimakasih ya sayang! Aku bahagia banget, semoga saja anakku laki-laki agar jadi sang jagoan kayak papanya" Ujar Satria senang.


"Mau laki-laki atau perempuan sama saja Mas. Sama-sama anugrah dari Allah untuk kita." Balas Yumi mengingatkan.


Satria hanya tersenyum, lalu memeluk kembali tubuh istrinya yang masih bersandar di sofa.


Hari pun kembali berlalu. Sejak kehamilan Yumi di ketahui. Satria lebih sering berada di rumah. Untuk masalah kantornya, ia serahkan kepada Ihsan sekertarisnya. Ia hanya ingin fokus mengurus Sang istri di masa kehamilan pertama. Hal yang paling mendebarkan di saat-saat seperti ini. Apapun keinginan Yumi selalu terpenuhi oleh Satria. Walaupun keinginan Yumi akan berada di luar nalarnya.


"Mas! Aku pengen makan gado-gado. Tapi penjualnya harus yang ganteng ya kayak Opa-opa Korea itu"


Satria seketika melongo, kedua alisnya saling bertemu dengan wajah tertekuk. mendengar permintaan Istrinya itu. Lagi-lagi Satria di buat pusing. Yumi selalu mengidam sesuatu yang aneh.

__ADS_1


Beberapa hari yang lalu, Satria ingat betul apa yang di idamkan oleh istrinya itu. Yaitu ingin makan kerang yang di tangkap langsung oleh Satria. Hal itu membuat membuat pria itu terpaksa harus mencari kerang di tepi laut dan bergelut dengan lumpur yang sangat menjijikan.


Namun walaupun begitu, Satria tetap menuruti dan membiarkan tubuhnya ternodai oleh lumpur yang sangat kotor.


Dan sekarang istrinya itu menginginkan agar dirinya membeli gado-gado yang penjualnya adalah pria tampan. Ya walaupun kali ini sedikit mudah. karena dirinya hanya perlu mencari penjual gado-gado tampan di pinggir jalan dan dia juga bisa memerintahkan pengawalnya untuk membantu mencari penjual tampan itu.


Tidak pakai menunggu lama. Satria pun pergi bersama beberapa pengawal yang memakai mobil yang berbeda. Mereka di tugaskan mencari penjual gado-gado yang memiliki wajah yang tampan seperti Opa Korea. Ya walaupun mustahil wajah setampan Opa korea itu ada yang menjual gado-gado, Satria tetap mencari dan memenuhi keinginan Yumi.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2