
Makan malam itu berlangsung hangat, penuh canda tawa dan kekeluargaan yang sangat terasa.
Meski ini pertama kalinya untuk Bumi dan Bulan, tapi mereka bisa berbaur dan menyesuaikan diri dengan mudah. Mungkin karena dulu mereka juga berasal dari kalangan yang sama, hingga tak sulit untuk mereka bisa akrab dengan Langit dan keluarganya. Apalagi Bulan sudah mengenal Bintang dan Angkasa, tak sulit juga untuknya menjalin keakraban yang solid.
Selepas makan malam, semua orang berkumpul di taman belakang rumah. Duduk di gazebo yang di bawahnya terdapat kolam ikan kesayangan Langit.
Bulan bahkan terlihat sangat antusias, ia memberi makan ikan-ikan itu dengan semangat. Karena meski malam hari, pencahayaan disana sangat bagus. Ikan-ikan yang berkumpul mengerumuni makanan yang Bulan tabur dapat terlihat jelas.
"Kamu suka?" Tanya Bintang yang tiba-tiba duduk di sebelah Bulan.
Bulan mengangguk beberapa kali, "Suka banget. Papi kamu suka ikan juga yah?"
Giliran Bintang yang tampak mengangguk, "Ini semua ikan-ikan kesayangan papi. Klop banget kamu sama mereka," ungkap Bintang.
Bulan yang tak mengerti maksud ucapan pria itu menoleh, "Maksudnya?"
"Mami suka Bapperware, kamu juga suka. Papi suka ikan, kamu juga suka. Ngeklop kan?" jelas Bintang.
"Iya, cuma sama kamu aja yang gak ngeklop. Aku kejar kamu, kamu malah lari, aku suka kamu, kamunya gak suka aku. Aku cinta kamu, kamunya gak cinta sama aku. Gak klop banget," ucap Bulan. Bibirnya mengerucut, terlihat lucu dan menggemaskan.
__ADS_1
Bintang terkekeh, "Kayanya suatu saat nanti mami sama papi aku bakalan sayang banget sama kamu, kamu tinggal disini aja gimana?"
Bulan mengerjap, ia semakin tak mengerti dengan ucapan Bintang, "Hah? Gimana-gimana?"
"Kamu percaya gak, kalau suatu saat nanti kamu juga akan tinggal disini?" Tanya Bintang, ia menatap ikan-ikan di bawah sana, yang mulai berpencar karena makanannya habis.
"Apasi, Bintang? Kamu ngaco, mana mungkin lah. Rumah kamu bukan penampungan orang-orang susah kaya aku. Mana bisa ujug-ujug tinggal disini. Kamu nih aneh deh." Bulan kembali menaburkan serbuk makanan ke kolam, membuat ikan-ikan itu kembali putar arah dan bergerombol, berlomba menangkap makanan yang kembali Bulan berikan.
Bintang tak lagi menjawab, pria itu sibuk memperhatikan ikan-ikan di bawah sana. Entahlah, ia juga tak mengerti, mengapa ia bisa mengatakan hal itu.
"Mojok aja Lo berdua," celetuk Angkasa yang baru saja duduk di sisi kanan Bulan.
"Ganggu aja ni anak," ucap Bintang. Pria itu kemudian duduk miring menatap Angkasa yang otomatis menatap Bulan juga. Karena gadis itu duduk di tengah-tengah di antara Bintang dan Angkasa. "Loh, yang lainnya kemana?"
"Para bapak pergi ke ruang kerja, katanya mau ngomongin kerajaan. Kalau mami sama mama, mereka mau lihat bapperware baru punya mami Ji katanya." Jelas Angkasa, ia mengambil sedikit makanan ikan lalu menaburkannya ke bawah.
"Ih, aku juga mau lihat koleksi bapperwarenya Tante Jingga," Bulan baru saja hendak berdiri saat dua tangannya di tahan oleh Bintang dan Angkasa secara bersamaan.
Gadis itu mengerjap bingung, menatap kedua tangannya bergantian, "Kalian kenapa? Kompak banget," ucapnya.
__ADS_1
Bintang dan Angkasa sontak melepas tangan Bulan, mereka menggeleng kompak.
"Gak papa."
"Gak papa."
Dua pemuda itu bahkan berucap kompak.
"Jangan ngikutin aku!" ucap Bintang pada Angkasa.
"Dih, siapa juga yang ngikutin Lo? Lo-nya aja tuh yang ngikutin gue," sangkal Angkasa.
Bintang mendelik, dua pemuda itu sama-sama memalingkan wajah saat Bulan menatap mereka bergantian.
"Kok malah berdebat? Ish, aku gak mau jadi wasit," Bulan benar-benar beranjak, tak memberi kesempatan pada dua pemuda itu untuk menahannya lagi.
"Gara-gara Lo dia jadi pergi," kata Angkasa.
"Kok aku? Yang bilang mami sama mama lagi liat bapperware siapa? Kamu kan? Dia jadi ikutan mau lihat, Bulan itu suka Bapperware juga kalau kamu lupa."
__ADS_1
Angkasa berdecak, ogah di salahkan tapi yang Bintang katakan memang benar. Akhirnya mereka sama-sama melempar tatapan sengit, jika dapat terlihat, mungkin ada setruman listrik dari mata mereka untuk saling menyerang.
PISAHIN MEREKA GES, AKU SIH OGAH. BIARIN MEREKA BERANTEM SEKALIAN. HAHAHAHA (TERTAWA JAHAT)