
Sean mengajak istrinya untuk tinggal di mansion yang cukup jauh dari daerah rumah. Penjagaan juga begitu ketat dengan orang orang berbadan kekar yang pasti sudah terlatih. "Mas. Kenapa kita tinggal disini? Kenapa nggak di rumah Bunda atau di rumah kamu saja?" Tanya Wanita itu sembari berjalan mengimbangi sang suami yang menggandeng tangannya. "Tidak apa sayang. Nikmati waktu kita berdua saja. Daddy ingin suasana baru denganmu." Jawab Sean sambil tersenyum menutupi segala yang terjadi sebenarnya.
Sabrina memasuki sebuah kamar mewah bersama suaminya. "Ayo istirahat dulu." Ajak Sean menggendong istrinya tiba tiba dan meletakkan di ranjang. Pria itu melepaskan sepatu dan Jilbab yang sedang di pakai Sabrina kemudian ikut berbaring. "Kamu sangat cantik sayang. Bukan hanya fisik tapi juga hati." Puji Sean sambil mengelus lembut pipi merona sang istri. Ia mencium bibir Sabrina dengan lembut kemudian memeluk wanita itu.
__ADS_1
Baru saja ingin memejamkan mata untuk tidur bersama istrinya Sean mendapatkan pesan. Pria itu menghela napas kemudian segera duduk. "Daddy akan menemui Jhon sebentar Sayang. Kamu tidurlah." Ucapnya mengecup pipi, kening dan bibir Bri. "I Love you." bisiknya sebelum beranjak pergi. "I love you too." Jawa Sabrina sambil tersenyum membuat hati Sean menghangat.
Sebuah pintu ruangan terbuka lebar. Seorang pria masuk ke dalam diiringi pintu yang tertutup kembali dengan rapat mengisyaratkan jika pembicaraan dua orang di dalam tak boleh diketahui siapapun. Sean duduk di kursinya yang berhadapan langsung dengan sang Asisten yang masih berdiri karena belum di persilahkan untuk duduk. "Duduk." Ucap Pria itu langsung dilaksanakan. "Jadi apa yang kau dapat?" Tanyanya. Jhon belum menjawab. Pria itu bangkit kemudian menyerahkan sebuah map di atas meja atasannya dan duduk kembali di posisi semula. "Tuan Victor telah disini. Dia tinggal dan kemungkinan akan menetap karena mendirikan perusahaan cabang disini." Jelas Jhon. "Sama halnya dengan Anda Tuan. Dia juga tinggal di sebuah mansion dengan penjagaan yang ketat. Sepertinya dia tidak akan menyerah untuk selalu membalaskan dendamnya pada anda. Namun kita juga harus berhati hati karena dalam penyelidikan dia selalu mencari tahu tentang Nyonya Sabrina yang kini Ia tau jika Nyonya menjadi kelemahan anda. Untuk itu saya menyarankan Nyonya untuk dibawa tinggal disini karena rumah mertua tuan sudah diincarnya. Disana sangat rawan. Lebih lebih tidak ada penjagaan yang dapat menangani masalah seperti ini." Jhon menjelaskan panjang lebar.
__ADS_1
Pintu kamar terbuka perlahan. Seorang pria menghampiri sosok wanita cantik yang sudah tertidur dengan pulas dan begitu damai. Sean memeluk tubuh ramping istrinya. Mendekap wanita itu dengan hangat dan penuh cinta. Hatinya bergemuruh. Kekuatan Viktor tidak bisa dipandang sebelah mata. Pria itu akan terus memburunya karena sebuah dendam di masa lalu. "Daddy akan melindungimu Sayang." Lirih Sean mengecup kening Sang Istri.
Sabrina menatap suaminya tak percaya. Pria itu baru saja memarahinya hanya kerena keluar dari gerbang mansion. "Daddy tegaskan sekali lagi. Tidak ada keluar. Tidak ada pergi sendiri tanpa Daddy. Tidak ada melewati area yang sudah Daddy jelaskan tadi." Ucap Sean tegas. "Kenapa?" Tanya Sabrina butuh penjelasan. "Tidak boleh. Pokoknya tidak boleh. Daddy sudah suruh semua penjaga rumah untuk tidak mengizinkanmu keluar." Jawab Sean. Pria itu mengehela napas kemudian memeluk istrinya. Ia merasa bersalah karena telah memarahi Sabrina. "Maafkan Daddy. Daddy tidak mau kamu kenapa napa. Daddy tidak bermaksud memarahi atau membentak. Daddy hanya khawatir. Daddy hanya ingin melindungi kamu. Jangan bersedih. Maaf." Ucap Sean begitu tulus sembari menepuk punggung Istri tercinta.
__ADS_1
Untuk menebus rasa bersalahnya Sean mengajak Sabrina untuk jalan jalan di taman belakang. "Lelah?" Tanya Pria itu namun istrinya menggeleng. Sean mengajak Sabrina untuk duduk. Ia memangku tubuh ramping itu dan mendekapnya dengan erat. "Apapun yang terjadi. Jangan keluar tanpa Daddy. Mengerti?" Tanya Pria itu mengintimidasi. Bri mengangguk paham. Apa yang disembunyikan Suaminya ia juga tidak tau. Setiap bertanya Sean selalu menghindar dan enggan menjawab.