Menikah Karena Keadaan

Menikah Karena Keadaan
BAB 10 Kabar Baik


__ADS_3

hari menjelang sore. Silfia yang berada di cafe meminta izin pada Tari untuk pergi sejenak, dia berjanji untuk kembali di malam hari untuk bekerja.


menurut Silfia walau pun hari ini dia libur kuliah. dia merasa hari ini tetap menjadi hari sibuk. selain akan lelah bekerja, fikiran Silfia juga lelah karena memikirkan perjodohan ini.


Silfia berangkat menuju rumah sakit yang di beri tahu Aldi. Silfia berangkat menggunakan motor milik Tari.


setelah beberapa lama akhirnya Silfia sampai di rumah sakit. Silfia meletakkan motornya di parkiran lalu langsung menuju kamar yang di beri tahu pada Silfia.


Silfia harus menggunakan lift karena posisi kamar di lantai atas, tak butuh waktu lama akhirnya lift sudah berada di lantai yang dituju Silfia


ting.


sebelum keluar dari lift Silfia menghembuskan nafas dengan kasar agar rasa gugup nya hilang.


ini ada lah kali ke tiga dia bertemu dengan wanita itu (ibu Rianti) dengan situasi yang berbeda. Silfia sudah keluar dari lift, sepanjang jalan menuju kamar rawat. Silfia melamun


"kali ketiga aku bertemu dengan ibu rianti dengan situasi yang berbeda beda, dan ini uang sangat menegangkan membuat aku sangat gugup sekarang." gumam Silfia


Silfia sudah sampai di depan kamar yang di tuju nya. dan disitu Silfia semakin gugup. dia bingung akan memulai pembicaraan seperti apa.


"harus seperti apa nanti, hemm. assalamualaikum buk saya menerima perjodohan ibu. ah tidak tidak. mungkin seperti ini asalamualaikum buk apa kabar apa sehat. ah tidak kan jelas jelas ibu rianti sedang sakit. aduh kenpa aku se gugup ini." Silfia bicara sendiri


saat Silfia sibuk sendiri tiba tiba pintu kamar yang ada di hadapan nya terbuka. menampak kan sosok lelaki tinggi tampan, dengan wajah bingun melihat Silfia. ya itu adalah zikra.


"kamu siapa?" tanya zikra


"ah saya " zikra.


"apa mungkin aku salah kamar ya" Silfia sambil melihat desekitar nya.


"tidak ini benar. tapi kenapa lelaki ini berbeda" gumam dalam hati Silfia


"hallo anda siapa" zikra


"oh sa saya mau bertemu buk rianti apa ini kamar nya? Silfia


"ia tapi anda siapa?" zikra


saat Silfia hendak menjawab tiba tiba seseorang datang.


"Kam fia? loh kok kakak ada di sini?" ternyata itu adalah Alya.


"hemm kakak mau ketemu sama Abang kamu " Silfia berbisik pada alya


" oh bang Aldi, bang, bang Aldi ada di dalam kan?" tanya Alya pada zikra


"ada di dalam. bukan nya kamu tadi cari ibu rianti?" zikra


Silfia tersenyum gugup


"Abang ih ada tamu bukan nya suruh masuk ya terserah kak fia mau ketemu siapa emang urusan Abang?" Alya


"ya unda Ayuk masuk kak, mamah sama bang Aldi ada di dalam". Alya


saat Silfia sudah masuk. zikra menghentikan Alya yang hendak imut masuk


"dek dia siapa? kamu kenal? ngapain dia ke sini?" Alya


"sssssttt berisik. kalau mu tau masuk aja, Alya juga gak tau kenapa kak fia ada di sini, apa mungkin" Alya.

__ADS_1


"apa" zikra


"dah ah"Alya


di dalam kamar rawat. tampak kamar tersebut adalah kamar VIP karena tampak besar nan nyaman.


"fia?" Zahra yang melihat Silfia berada di ruangan itu


"assalamualaikum kak" Silfia bersaman dengan Zahra.


"kamu ngapain di sini?" Zahra


melihat wanita asing pak Ridwan ikut bingung dengan kedatangan wanita yang tidak dia kenal.


"dia siapa" pak Ridwan


"ayah kenalin ini Silfia" Zahra


"asslaamualikum om saya Silfia" Silfia memperkenalkan dirinya dengan menyatukan kedua telapak tangan nya.


"waalaiakumsalam. ada keperluan apa nak?" pak Ridwan


"hemmm" Silfia


tak lama keluar dari toilet Aldi .


"kamu sudah datang. maaf ya mungkin keluarga saya pada bingung dengan kedatang mu." Aldi dengan wajah yang masih datar


Silfia mengangguk


"dia siapa Al, buat apa dia di sini?" pak ridwa


"apa sih" zikra.


"ih Abang sabar dulu ih" Alya.


"ya Uda fia sekarang duduk dulu ya" Zahra menuntun Silfia untuk duduk di sofa.


setelah beberapa lama akhirnya ibu rianti bangun dari tidurnya


"mah Liat siapa yang datang" Alya berlari mendekat ke ibu rianti


ibu rianti sedikit mengedipkan mata nya melihat wanita yang ada di depan nya yaitu Silfia.


"Silfia" ibu rianti terkejut melihat Silfia


Silfia tersenyum.


" ia buk" Silfia


"kamu ke sini ...?" tanya buk Rianti ragu


"mah Aldi bersedia menikah dengan Silfia" Aldi


semua yang ada di ruangan itu terkejut dengan apa yang dikatakan Aldi termaksud sang ibu yang sedang berada di ranjang.


"Silfia?" ibu rianti


"insyaallah saya juga bersedia buk" Silfia

__ADS_1


" tunggu tunggu jadi yang mamah jodohi dengan Aldi adalah wanita ini? mamah memilih wanita yang tepat," pak Ridwan


Silfia tersipu malu, menundukkan kepalanya sambil tersenyum.


"wah sebentar lagi kak Silfia akan jadi kakak ipar aku dong heheheh" Alya merasa senang


semua yang berada di ruangan itu merasa senang dengan pengumuman itu. termaksud ibu rianti dia seperti merasa sehat kembali.


"kapan kalian akan menikah?" tanya zikra


" aku berencana menikah dengan silfia sampai ibu kembali dari luar negri" Aldi


"tidak Aldi ibu tidak setuju itu sangat lama. mamah berencana menikahi mu Minggu ini" ibu rianti


" apa " jawab Aldi dan silfia bersamaan


"kalian memang cocok hhhh" zikra sambil memukul pundak Aldi


"apaan sih bang. mah itu terlalu cepat" Aldi


"Aldi bukan nya lebih cepat lebih baik. " pak Ridwan


"ia bukan nya kamu mau menikah karena kesembuhan mamah, jika menunggu mamah sembuh, kmu memiliki alsan untuk tidak menikah." zikra


Alya,Zahra,pak Ridwan, dan buk rianti. mengangguk


"itu tidak mungkin ku lakukan mah pah. tapi bukan nya ini terlalu cepat? Silfia juga " Aldi


"di jangan membuat alasan untuk menunda pernikahan mamah yakin Silfia juga setuju, ya kan silfia" ibu rianti


"ha, ehmmm" Silfia juga merasa bingung


dia juga berfikir kalau melaksanakan pernikahan di Minggu ini itu terlalu cepat


"kak fia pasti setuju, dah lah bang lebih cepat lebih baik" Alya


tak lama datang seorang dokter yang akan memeriksa ibu rianti


"permisi maaf mungkin saya merusak suasana, tapi saya harus cek kondisi pasien ya" dokter


"tidak apa dok silah kan" zikra


Alya Zahra dan silfia duduk di sofa. sedangkan yang lain masih berdiri.


"dok apa untuk operasi ibu saya bisa di tunda 1 Minggu? tanya zikra


"dilihat dari kondisi pasien, ibu rianti kondisinya tidak terlalu buruk, dan untuk penundaan operasi itu kemungkinan bisa, tapi selama itu juga pasien harus menjaga kesehatan agar tidak down di kemungkinan harinya" dokter


"Alhamdulillah." semua serentak


"saya juga sarankan tidak terlalu lama karena saya takut jantung pasien akan semakin memburuk,"


"baik dok kami akan menjaga ibu kami, terima kasih dokter, hari ini apa ibu kami sudah bisa pulang" zikra


"malam ini sudah bisa" dokter


"terimakasih pak" pak Ridwan


"Sama sama, saya pergi dulu"

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2