
Pagi hari pun datang, tetapi matahari masih enggan untuk menampakkan wujudnya.
Silfia terbangun terlebih dahulu, mata terbuka pandangan pertamanya langsung tertuju pada wajah Aldi.
tubuh Silfia terasa ditimpa oleh tangan kekar milik Aldi. tangan Silfia yang masih memeluk Aldi kini melepasnya lalu beralih ke wajah Aldi. Silfia meletakkan tangan nya tepat di pipi Aldi
jarak yang sangat dekat ini membuat silfia semakin jelas melihat ketampanan Aldi, lalu Silfia menjalankan salah satu jari nya mengelus hidung mancung milik Aldi.
Aldi yang merasakan wajah nya di sentuh terutama pada bagian hidung membuat Aldi terbangun namun matanya nya masih terpejam, untuk membiarkan Silfia malakukan nya sampai merasa puas.
setelah terhenti Aldi bicara dengan mata yang masih terpejam
"sudah selesai?" Aldi
Silfia terkejut ternyata yang memiliki wajah itu sudah terbangun dari tadi. Silfia sontak menjauhkan tangan nya dan berusaha lepas dari tangan Aldi yang memeluk tubuh Silfia.
namun Aldi tidak membiarkan Silfia lepas begitu saja, Aldi malah makin mempererat pelukannya.
"ka..kak..." Silfia meringis dengan tangan yang menekuk di dada Aldi
"hmmm" Aldi membuka matanya lalu melihat ke arah Silfia
"kau coba menggodaku?" sambung Aldi
"ih enggak kok" Silfia
"lalu?" Aldi
"aku hanya pegang wajah kakak, masak seperti itu di sebut menggoda" Silfia tidak menatap Aldi, pandangannya lurus ke arah dada Aldi
"ck kamu sangat polos" Aldi tersenyum lalu mencium pucuk rambut Silfia kemudian meletakkan wajahnya bersandar di kepala silfia
"kak ayo sholat entar kelewatan" Silfia
"aahh iya yaudah ayok" Aldi melepaskan pelukannya lalu duduk dan meregangkan otot-otot nya. begitupun silfia.
Aldi terlebih dahulu turun dari tempat tidur. saat mau masuk ke kamar mandi Aldi bicara
"mau kamu dulu atau aku? atau bareng?" goda Aldi
Silfia menatap Aldi
"apaan sih kak, kakak aja dulu" Silfia
Aldi tertawa kecil berhasil menggoda sang istri
Aldi masuk terlebih dahulu ke dalam kamar mandi lalu mengambil wudhu setelah selesai Aldi keluar, kemudian Silfia gantian memasuki kamar mandi itu untuk wudhu, setelah mereka berdua selesai wudhu merekapun melakukan sholat subuh di imamin oleh Aldi, setelah 5 menit selesai mereka berdoa bersama di pimpin oleh Aldi. setelah berdoa silfia maju dan duduk sejajar dengan Aldi, kemudian mengulurkan tangannya ke arah Aldi. Aldi yang mengerti memberikan tangan kanan nya, setelah mendapatkan tangan itu Silfia mencium punggung tangan Aldi
jantung Aldi berdetak 2 kali lebih cepat, kali pertama dia mendapatkan perlakukan seperti ini. Aldi hanya bisa tersenyum sementara jauh di lubuk hati nya sangat senang rasanya dia ingin melompat lompat gembira saat ini juga
Silfia setelah melakukan itu dia benar-benar merasakan bahagia tangan ini benar bener sudah menjadi miliknya seutuhnya.
setelah selesai bersalaman Aldi mencium kening Silfia , setelah itu mereka menggulung darah dan silfia melipat mukenah nya.
setelah selesai beribadah Silfia izin ke dapur untuk memasak sedangkan Aldi kembali kekamar mandi untuk mandi. sebelum kedapur silfia menyiapkan pakaian kantor Aldi dan meletakkan nya di atas kasur
silfia kini sudah berada di dapur dia mulai memasak, masakan kali ini yaitu nasi goreng sesuai request dari Aldi.
matahari mulai muncul cahaya nya mulai menerangi sebagian isi bumi, saat masak tadi Silfia sekalian membuka jendela membiarkan cahaya matahari tersebut masuk kedalam rumahnya
__ADS_1
setelah selesai masak dan menyajikannya di atas meja Silfia kembali ke kemar.
di dalam kamar Aldi sudah memakai kemeja dan celana nya dengan rapi, Aldi sedang mengancingkan lengan nya. silfia mendekati Aldi lalu mengambil Jaz lalu memakaikannya ke Aldi.
Aldi mengarahkan tangan nya membiarkan Silfia memakaikan Jaz itu di tubuhnya.
Aldi menatap Silfia
"kau tau fi," aldi
Silfia menatap aldi
"aku sudah lama menginginkan hal seperti ini, selain menyiapkan baju kantorku" Aldi
"kenapa kakak tidak memintanya? aku bakal lakuin kok"
"mana berani" Aldi mengarahkan kepalanya ke atas saat Silfia memakaikan dasi di lehernya
silfia menghentikan kegiatannya berfikir sejenak.
"kenapa?"
"huh kamu ni memang tidak tau apa pura pura gak tau si sayang?" Aldi
Silfia terkejut
"mengapa kamu terkejut? hahaha bukanya aku bilang akan memanggil mu seperti itu? biasakan sayang" Aldi
Silfia melihat kearah wajah Aldi. Aldi yang juga melihat silfia langsung mengecup sekilas bibir Silfia
"morning kiss sayang" Aldi
Aldi yang melihat Silfia masih kaku, aldi kembali mencium nya. Silfia tiba tiba mengeluarkan suara cegukan.
"eh, hahahah" Aldi tertawa membuat silfia tersadar.
"KK aldiiii" Silfia teriak kesal dan menjauh kan dirinya dari aldi,
Aldi kembali tertawa, "kak masih pagi Lo" Silfia. Aldi menarik tubuh Silfia dan memeluk Silfia, Silfia peka dan membalas pelukan Aldi.
"karna itu kamu harus terbiasa" aldi
"tapi jangan tiba tiba kak" silfia
"kali keseringan juga bakal terbiasa kok" di
mereka hanyut dalam pelukan sampai akhirnya Silfia mencoba melepaskan pelukan namun Aldi mencegahnya
"masih mau pelukan" Aldi
"kak tapi ini udah Jan setengah 7" silfia
lalu Aldi melihat jam di tangan nya
"oia" Aldi melepaskan pelukannya dan merapikan dasinya Silfia membantunya. setelah selesai semua dan Aldi sudah rapi. mereka berdua keluar kamar dan turun ke meja makan untuk sarapan
setelah mereka berdua duduk dan Silfia menyajikan makanan untuk Aldi dan dirinya kemudian mereka makan.
"kamu ada mau pergi?" tanya Aldi di sela makan
__ADS_1
"mmmm" Silfia berfikir
"oh ada kak fia mau ke toko buku cari referensi lagi buat skripsi" Silfia
"kapan? sama siapa? kalau enggak aku siang aja biar aku yang antar" Aldi
"ah gak usah kak, gua sama Tari kok kayaknya jam jam 10 an nanti, boleh ya" Silfia
"mmm ok" Aldi melanjutkan makannya
Silfia melihat muka Aldi kecewa
"boleh kan kak?" tanya Silfia untuk meyakinkan
"boleehh kan udh aku jawab ok tadi" Aldi
"ya abis nya kakak jawabnya gitu doang takut gak bolehin" Silfia
Aldi tersenyum
"boleeh sayang." Aldi mengulurkan tangan nya mengelus kepala silfia dengan lembut
Silfia hanya bisa tersenyum dengan memperlihatkan giginya.
"yaudah lanjut makan kak, entar terlambat"
mereka kembali makan dengan lahab
tak butuh waktu lama mereka berdua selesai makan. Aldi berdiri dan merapikan Jaz nya bersiap untuk berangkat.
Silfia mengambil tas Aldi, mereka berdua berjalan bersama keluar rumah. setelah sampai di luar sifilis memberikan tas milik Aldi.
Aldi mengambilnya
Silfia merapikan dasi Aldi
Aldi tersenyum.
"udah rapi kok sayang" Aldi
"a..aa iya kan cuman matiin doang"
"iya iya " Aldi tersenyum
"kita udah kayak beneran suami istri ya, setelah lewatin semuanya," Aldi, Silfia tersenyum malu.
kalau saja tadi malam mereka tidak mengungkapkan perasaan satu sama lain, suasana seperti ini tidak akan terjadi.
"aku berangkat dulu ya, entar kalau selesai dari toko buku kalau mau kemana mana lagi kabarin ya." Aldi
"emm " Silfia mengangguk
"aku pergi dulu" aldi mengecup pipi silfia.
lalu berlari pergi menuju mobil. Silfia melihat Aldi yang berlari pergi sambil memegang pipi nya yang kini memerah.
Aldi yang sudah berada di dalam mobil menyalakan mesin nya dan melaju keluar pagar, sesekali Aldi menurunkan kaca mobil nya untuk melambaikan tangan nya ke arah Silfia, dan Silfia pun membalasnya.
BERSAMBUNG...
__ADS_1