Menikah Karena Keadaan

Menikah Karena Keadaan
BAB 39 PERJALANAN I


__ADS_3

waktu sudah menunjukan pukul 08.30 Aldi dan silfia sudah selesai berkemas, koper yang mereka bawak pun sudah di letakkan di Bekasi mobil.


Aldi menelfon supir orang tua nya untuk mengantar mereka ke Bandara. setelah selesai semua dan Aldi yang sudah menutup semua pintu dan jendela rumah itu pun sudah berada di luar rumah.


begitu pun silfia juga tak lama menyusul Aldi di luar rumah. pakaian yang di kenakan Silfia tampak begitu rapi dengan style baju mica dengan blazer dan kerudung coklat.



sedang kan Aldi mengenakan baju kaos abu abu dengan celana jins hitam. tidak hanya dengan baju kaos nya Aldi juga membawa jaket di tangan nya



setelah menunggu Silfia dan silfia sudah menyusul mereka berdua mulai masuk ke dalam mobil. mereka berdua duduk di kursi tengah. supir pun sudah duduk di kursinya. dan mulai menghidupkan mesin.


"kita mulai jalan den" supir


"baik pak" Aldi


"bismillahirrahmanirrahim" serempak mereka bertiga


supir itu pun mulai melakukan mobilnya, mulai jalan menjauh dari rumah.


"jalan santai aja ya pak, penerbangan satu jam lagi" Aldi


"siap den" supir.


"kamu yakin kan tidak ada yang ketinggalan lagi" Aldi mulai bicara pada Silfia yang melihat ke luar jendela


"oh tidak kak, insyaallah" Silfia


"emmm" Aldi meraih ponsel nya dan memainkannya.


rasanya Silfia masih canggung karena kejadian pagi tadi,Silfia terus memikirkannya.


"*aaaaa ibuu, kenapa aku masih mengingat kejadian tadi. kenapa jadi gak karuan sih" bagi silfia


"gak gak gak, lupain lupain" batin Silfia sambil menggelengkan kepalanya pelan*


Aldi sedikit melirik ke arah Silfia dan melihat apa yang di lakukan silfia. terlihat Silfia sedang menggelengkan kepalanya


Aldi tersenyum sinis,

__ADS_1


"fia kau kenapa?" Aldi mengagetkan Silfia


"ah, oh eng..enggak apa kak" Silfia


"apa kau ingin beli sesuatu" Aldi


"oh eng...enggak kak. aku ingin tidur aja dulu, mintak tolong kak nanti kalau sudah sampai bangunin ya" Silfia


"ya pasti lah, emang kamu mau di tinggal ?" Aldi


Silfia menggelengkan kepalanya. setelah itu menyandarkan kepalanya ke sandaran kursi, dan mencoba menutup matanya


sebenarnya Silfia tidak benar benar tidur dia hanya ingin menghilangkan gilirannya dengan hanya menutup mata nya sehingga dia tidak melihat Aldi yang membuat nya kefikiran terus.


Aldi kembali menatap ponsel nya, bermain game.


perjalanan sudah menempuh 30 menit dan sekarang pukul 09.00 perjalanan yang macet. tak lama mereka pun sampai di bandara.


"pak di sana aja" Aldi menunjuk jalan


"baik den" supir


mobil pun sudah berhenti. ternyata niat Silfia yang hanya memejamkan mata nya pun ternyata malah tidur beneran. Aldi tidak langsung membangun kan Silfia.


"padahal saya mau aja bantu pak" Aldi


"hhh gak apa den, Uda tugas saya juga, lagian 2 koper gini aja gak berat kok" supir


"ia pak makasih ya, saya bangunin Silfia dulu" Aldi berjalan menuju pintu sebelah untuk membangun kan Silfia.


Aldi membuka pintu lalu menggoyang kan pelan tubuh Silfia.


"fia sudah sampai apa kau mau tetap tidur ?" Aldi


"emmm " Silfia


"ayuk cepat penerbangan sebentar lagi" Aldi


berbohong padahal penerbangan masih 20 menit lagi.


"oh ia kak" Silfia terkejut setelah mendengar Aldi

__ADS_1


Silfia mulai membuka sabuk pengaman nya, namun karena belum sepenuh nya sadar Silfia kesusahan membuka sabuk pengaman nya.


Aldi yang melihat itu pun membantu Silfia. sontak keduanya kita berdekatan. hanya beberapa centi saja. tak butuh waktu lama Aldi selesai membuka nya.


"sudah"Aldi kembali berdiri


"emm terimakasih kak" Silfia


Aldi mengangguk, dan berjalan kembali menuju tempat di mana kopernya di letakkan. dan di susul Silfia yang sudah keluar juga dari mobil.


"pak terima kasih ya, ini mobil nya letakkan saja di rumah mamah" Aldi


"ia den sama sama" supir tersenyum


dibalas dengan Aldi dan silfia


"saya pergi dulu ya den assalamaualaikum" pak supir


"waalaikumsalam" serempak mereka berdua


setelah pak supir pergi mereka berjalan ke dalam bandar. waktu penerbangan tinggal 15 menit lagi Aldi dan silfia melakukan tahap tahap pemeriksaan. (ya selebihnya seperti itu ya, author gak pernah naik pesawat soalnya😁)


setelah selesai Aldi dan silfia masuk ke dalam pesawat dan duduk di tempat yang sudah di tentukan. Silfia berada di pinggir jendela sedangkan Aldi tepat di samping Silfia


setelah beberapa lama akhirnya pesawat lepas landas.


selama perjalanan Aldi asik dengan ponsel nya begitu pun silfia, namun setelah 3 jam perjalanan Silfia kembali tertidur.


sangking pulas nya Silfia tidak bisa menahan kepalanya, sehingga kepala Silfia terjatuh di bahu Aldi.


Aldi tidak menghiraukan itu, dia membiarkan kepala Silfia bersandar tenang di bahunya.


Aldi meraih ponsel nya dan membuka kamera depan. lalu mengatakan ke wajah Silfia, Aldi hanya ingin melihat wajah Silfia saja.


namun Aldi sengaja menekan tombol foto. dan otomatis wajah Silfia masuk galeri Aldi. Aldi menatap terus foto Silfia.


"aku merasa bersalah karena menikahinya dengan terpaksa waktu itu, aku gak tau sejak kapan cinta ini hadir tapi aku yakin kalau rasa ini hadir saat pertama kali aku melihat nya" batin Aldi sambil tersenyum


Aldi terus melihat foto Silfia dan mengamatinya.


"*setelah di lihat lebih baik, kenapa wajah nya seperti tidak asing. aku seperti sudah mengenal nya jauh sebelum perjodohan itu. tapi di mana ya?" Aldi

__ADS_1


"akh aku lupa kami kan satu kampus! tapi... akh sudah lah aku lupa." Aldi menggelengkan kepalanya*


Bersambung...


__ADS_2