
Malam hari pun tiba setalah magrib keluarga alya,Zahra dan keluarga besar Aldi pun kembali datang untuk mempersiapkan tahlilan setelah isya nanti.
ada yang menggelar tikar, menyiapkan buku Yasin untuk di baca adapun wanita yang menyiapkan makanan ringan untuk di makan beserta aqua gelas untuk di minum
Silfia sudah rapi menggunakan dres gamis berwarna hitam selanjutnya Silfia menyiapkan pakaian Aldi yang serupa warnanya, setelah selesai silfia izin keluar dahulu untuk membantu yang lain.
Silfia menemui kerabat wanita yang sedang berada di dapur begitupun mamah nya dan Zahra, selesai mencium punggung tangan kerabatnya Silfia membantu.
di tengah kesibukan Zahra bertanya pada Silfia
"fi, kamu saat lewat kamar ayah ada liat Alya tidak?"
"ah tidak kak, kamar nya masih terkunci, kak aku khawatir sama Alya, bagaimana kalau kita liat dia" Silfia
"kakak juga seperti itu, Ayuk" setelah berpamitan Silfia dan Zahra pergi menaiki tangga ke kamar kedua mertua mereka
sesampainya di depan pintu Zahra dan Silfia mencoba mengetuk pintu, yang sesekali di jawab oleh Alya yang sembari menangis, tak lama kemudian salah satu pembantu rumah datang buk Narti namanya
"buk apa tidak ada kunci cadangan untuk kamar mamah?" tanya Zahra
"ah sepertinya ada non, sebentar ya" bik Narti
sementara bik Narti mengambil kunci cadangan Silfia kembali mengetuk pintu
"Alya keluar sayang, ayo kita berdoa untuk mamah"
"iy Al, kakak tau ini berat tapi kita juga harus coba" sambung Zahra
namun sekarang tidak lagi ada jawaban dari dalam sana, membuat Zahra dan Silfia khawatir. tak lama bik Narti datang membawa kunci cadangan kamar.
"ini non, di coba" bik Narti
" makasih bik" Zahra mengambil kunci itu lalu mencoba membuka kamarnya, dan akhirnya kamarnya terbuka, Zahra membuka pintu dengan perlahan, saat sudah terbuka lebar mereka bertiga terkejut karena yang mereka dapetin adalah Alya yang sedang terbaring tak sadarkan diri di lantai.
"astaghfirullah" Zahra Silfia dan bik Narti berlari mendekati Alya
"Alya bangun, Al" Zahra mencoba menyadarkan Alya.
sedangkan buk Narti pergi mencari minyak kayu putih.
di sisi lain Aldi keluar dari kamar nya yang sudah rapi dengan stelan baju hitam yang di kenakan, Aldi melihat ke arah kamar sang ibu yang terbuka
Aldi terkejut saat melihat sang adik terbaring lemah di pangkuan kakak iparnya, Aldi berlari memasuki kamar itu
"Alya, yak bangun yak" Aldi khawatir
__ADS_1
"Al naikin aja Alya ke atas dulu," Zahra, Aldi langsung mengangkat tubuh Alya dan memindahkan nya ke atas ranjang, wajah khawatir terukir jelas di wajah Aldi.
"kak jangan khawatir Alya baik baik aja, di cuman kecapean karna sedari kemarin menangis" silfia meyakinkan Aldi
"iya Al, mending kamu sekarang turun tamu sudah banyak yang datang" lanjut Zahra
Aldi kembali menatap alya yang terbaring. "gak papa" Zahra meyakinkan sekali lagi "ada kakak silfia sama buk Narti yang bakal jaga Alya di sini" lanjut Zahra
Aldi menghela nafas "kalau ada ap apa tolong kabarin langsung ya kak" aldi "iya.." Zahra. Aldi keluar kamar dan Turun dari lantai dua. sedangkan di kamar buk Narti sudah memberikan mintak kayu putih pada Silfia dan Silfia memberikan nya ke hidung Alya.
di bawah Aldi melihat sang Abang sedang memegang buku Yasin, melihat sekeliling sudah cukup banyak orang datang untuk tahlilan.
Aldi mendekati Zikra lalu memukul pelan pundak Zikra
"bang" Aldi
Zikra yang ternyata sedang menangis sambil membaca Yasin langsung menghapus air matanya.
"udah siap? kenapa lama?" Zikra
"iya bang tadi aku siapin duri dulu" Aldi,
tak lama dari kejauhan aldi melihat Diko memasukin rumah ini, Diko bersalaman pada setiap tamu secara bergantian, sampai akhirnya Diko di hadapan Zikra dan Aldi.
Diko terlebih dahulu belasungkawa nya pada Zikra
selanjutnya Diko di hadapkan oleh aldi, sakit rasanya melihat semua ini terjadi, Aldi dan keluarga nya termaksud almarhumah sang ibu yang sudah di anggapnya sebagai keluarga kedua. kepergian Bu rianti juga menjadi luka terdalam untuk diko. saat kabar itu terdengar di telinga nya Diko menjadi mati rasa dan benar bener sesak.
Diko memeluk Aldi di balas oleh Aldi, Aldi meneteskan air matanya. tak banyak yang di ucapkan oleh Diko,
"ini yang terbaik untuk mamah mu Al, mamah udah gak sakit lagi sekarang, harus iklas" Diko
"thanks dik" Aldi, mereka melepaskan pelukan mereka Aldi mengusap air mata nya dengan kasar begitupun Diko.
setelah itu Diko duduk di samping Aldi. "sorry Al tadi gua gak bisa hadir untuk menguburkan ibu"
"gak papa," Aldi
tahlilan mulai di lakukan, suara ngaji terdengar di seluruh sudut rumah, suara ayat Yasin yang merdu terlontar dari suara suara yang indah.
1 jam kemudian tahlilan sudah selesai di lakukan tamu tamu juga sudah menikmati makanan nya, setelah itu para tamu satu persatu pamit untuk pulang ke rumah mereka masing masing setalah bersalaman dan mengucapkan belasungkawa pada pak Ridwan Zikra Aldi dan keluarga lainnya.
Zahra dan Silfia yang sudah merasa aman pada Alya turun ke bawah menemui kerabat.
setelah para tamu pulang selanjutnya para kerabat Aldi membantu untuk merapikan Kembali tikar untuk menggulungnya Kembali, buku Yasin di letakkan kembali ketempat nya semula.
__ADS_1
jam 10 malam sudah, kerabat Aldi izin untuk pulang,begitupun kelurga Zahra. setalah berpamitan mereka semua pulang. ayah ibu dan sepupu Silfia juga begitu izin untuk pulang
sebelum pulang Aldi menjumpai orang tua Silfia di temani oleh Silfia
"mah ayah, Aldi minta maaf ya baru sekarang Aldi menemui Manaf sama ayah," Aldi sambil mencium punggung tangan orang tua Silfia
"iya Al gak papa mamah ngerti kok," mamah Silfia
"kamu jangan terlalu larut dalam kesedihan ya Al, kasihan mamah kamu di sana" sambung ayah nya Silfia
"iya yah Aldi akan coba" Aldi
setelah pembicaraan itu orang tua silfia izin pamit untuk balik, Silfia bersalaman pada kedua orang tuanya tak lupa kakak sepupu dan Abang ipar sepupunya begitupun aldi.
semua sudah kembali sepi rumah kediaman pak Ridwan kini kembali senyap. pak Aldi sudah masuk ke dalam kamar nya untuk istirahat. Alya sudah di pindahkan ke kamarnya. di kamar itu Alya tidak sendiri dia di temani oleh ke 2 teman nya yang datang untuk tahlilan beserta menemui Alya, mereka memutuskan untuk bermalam di bersama alya.
baby sister kedua anak nya Zikra juga sudah pulang, para pembantu juga sudah pulang setelah selesain dengan pekerjaan nya. zikir Zahra dan kedua anak nya sudah masuk ke dalam kamar lama yang dulu merupakan kamar Zikra.
begitupun Silfia dan Aldi sudah kembali ke kamar Aldi untuk istirahat. setelah berganti baju Silfia membaringkan tubuh nya di ranjang, setalah itu Aldi juga mengganti pakaian nya di dalam kamar mandi. setalah itu Aldi yang ingin mengambil selimut dan bantal untuk di letakkan ke sofa di sisi lain kamar
kamar
namun saat Aldi ingin beranjak ke sofa Silfia mencegahnya,
"tidurlah di ranjang ini, kakak pasti capek, jangan di sofa" Silfia memberanikan diri untuk mengatakan itu
Aldi yang mengerti langsung membaringkan tubuhnya di ranjang, dia tidak ingin berbasa-basi sekarang karna memang benar sekarang rasanya sangat capek.
Silfia memejamkan matanya
"makasih untuk hari ini fi, udah mau bantu aku untuk kuat" Aldi yang membuat Silfia kembali membuka matanya
"tidak perlu terima kasih. ini sudah semestinya aku lakukan, tidurlah kak" Silfia kembali memejamkan matanya
Aldi masih menatap langit langit kamar, masih tidak percaya dengan apa yang sudah terjadi hari ini.
"mah... mamah di sana udah tenang kan? mamah udah gak sakit lagi? mamah aku akan coba untuk iklas untuk mama, terimakasih mah untuk semuanya, terimakasih udah menjadi Mamah terhebat untuk Aldi Alya dan bang Zikra. hampir 30 tahun mamah sudah menjaga Aldi terimakasih mah, terimakasih" Aldi berbicara dalam hati, tak terasa air mata Aldi menetes
sakit rasanya menerima kenyataan ini, kemudian Aldi memalingkan wajah nya ke kiri, tepat di hadapannya wanita yang menyandang status sebagai istri nya.
"mah sebagai permintaan terakhir mamah aku akan melakukannya. bukan hanya karena mamah tapi karna cinta juga. terimakasih mah sudah memilih wanita yang tepat seperti Silfia"
Aldi menyampingkan badannya mengarah silfia. menatap nya lalu tak lama Aldi pun tertidur
malam yang masih di selimuti duka, mencoba berlalu dengan perjalanan nya waktu. di satu rumah yang sama mereka mengucapkan terimakasih kepada orang yang kini sudah tidak ada lagi.
__ADS_1
BERSAMBUNG...