Menikah Karena Keadaan

Menikah Karena Keadaan
BAB 32 SUDAH BERLALU


__ADS_3

Silfia yang terkejut ternyata Aldi mendengar pembicaraannya dengan Rama. dan tau kalau silfia mendatangi Rama.


"apa dia akan marah lagi?" gumam Silfia


"kenapa diam? aku tidak yakin kalau kalian dulunya tidak ada hubungan apa apa!" Aldi


"bukannya kakak udah denger semua nya, bukan nya sudah jelas ya" Silfia


"ia aku denger tapi yang kalian bicara kan cuman tenang perasaan, rasa sakit dan lain nya lah. tapi bukan hubungan. wajar dong kalau aku bertanya" Aldi


Silfia menghembuskan nafasnya dengan kasar. melihat keluar sejenak dan kembali bicara


"kami cuman teman kak. tidak ada hubungan apa pun di antara kami. dan mungkin aja selama 3 tahun itu kami bukan teman melainkan musuh" Silfia


"kenapa seperti itu" Aldi


"kami tidak terlalu dekat dulu, walau pun kami satu kelas, tapi pertemanan kami rasanya sangat beda. di bilang teman ya teman tapi bisa juga di bilang bukan. akh gitu lah" Silfia kesal


merek masih dalam mobil. siang itu jalan sangat macet karena jam istirahat orang kerja


"apa kau mencintainya waktu itu? dan orang orang tau sampai Rama sendiri tau?" Aldi


Silfia mengangguk


"mungkin pertemanan kalian tidak baik karena adanya perasaan itu. mungkin Rama tidak nyaman jika harus berteman dengan orang yang suka dengan nya" Rama


Silfia mengangguk


"aku juga lelaki sama seperti dia dan aku tau apa yang dia rasakan. setelah kau cerita itu" Aldi


"tapi kenapa harus dengan bersikap seperti itu" Silfia bicara dengan suara kecil namun masih bisa di dengar aldi


"emang apa yang dia lakukan?" Aldi


"kak jika ada yang mencintai kakak, tapi kakak gak cinta balik. apa yang kakak lakukan sama orang itu". Silfia bertanya


"kenapa bertanya seperti itu?" Aldi


hari itu di mobil sepertinya sudah tidak ada lagi rasa canggung Silfia ke Aldi bahkan ia berani bercerita.


"ya mau nanyak aja, menurut pandangan kakak?" Silfia


"kalau menurutku ya, menyuruh nya untuk tidak mencintai ku. karna kita tau kan kalau mencintai sebelah angan itu sakit" aldi


"dengan cara apa ?" Silfia


"emmmm" Aldi berfikir

__ADS_1


"apa dengan cara menyuruh dia untuk membenci kakak? cuekin dia? marah marahin dia?" Silfia


"mungkin" Aldi


"jika seperti itu apa kakak gak mikir kalau itu akan membuat dia semakin sakit hati?" silfia


"ya karna cuman itu caranya" Aldi


"huh gak salah kalau ada yang bilang semua cowok sama aja" Silfia


"habis mau car kayak mana lagi? jika kami sebagai cowok membuat kan dia tetap mencintai bukan nya itu akan semakin menyiksanya. setidak nya luka yang di berikan yang kami coba untuk menghilangkan rasa cinta nya itu hanya sementara" Aldi dengan yakin nya


"sementara apa. buktinya aku masih rasakan sakit nya Sampek sekarang!" gumam Silfia


"aduh salah ngomong " gumam aldi


"dah la, lupain itu lebih baik. bukan nya itu juga suda berlalu. dan bukannya dia juga Uda kasih penjelasan. lagian rasa benci yang lelaki lakukan itu tidak benar adanya, itu cuman cara bagai mana perempuan bisa hilangkan rasa sukanya" Aldi


"emmmm" Silfia mengangguk


perjalanan mulai lancar. laju mobil Aldi tetap sedang. mereka kembali terdiam setelah pembicaraan yang panjang. sampai akhirnya Aldi kembali bicara


"apa kau ingin langsung pulang?" Aldi


"emang kakak mau kemana lagi" silfia


"boleh" Silfia


Aldi mengangguk dan mulai melakukan mobil nya sedikit lebih cepat menuju kantornya


sesampai nya di kantor.


Aldi dan silfia turun dari mobil mereka dan mulai masuk ke kantor. Aldi berjalan di susul a


Silfia yang berjalan Di akang Aldi


saat mereka sudah masuk di dalam kantor semua mata tertuju pada Silfia. banyak yang memuji kecantikan Silfia.


"dia cantik ya beruntung pak Aldi" ucap salah satu karyawan


"ia, dan si cewek juga beruntung punya suami seperti pak Aldi" karyawan lainnya


namun ada juga yang tidak suka dengan hubungan mereka


"is" karyawan lain


"apa an sih iri bilang boss" karyawan lainnya

__ADS_1


"eh Uda Uda malah ngerumpi kerja kerja" ucap karyawan lelaki yang berada di dekat mereka


sedangkan Aldi dan silfia sudah menaiki lift dan menuju ke lantai atas di mana ruangan Aldi berada


di dalam lift


" aku ada rapat, kau bisa di ruangan menunggu, rapat nya hanya sebentar sekitar 30 menitan." Aldi dengan muka datar


Silfia mengangguk


" pasti bosen ni" Silfia


Ting


siang lift mereka sampai di lantai 6. mereka keluar dari lift. dan langsung menuju ruangan Aldi.


sesampai nya di depan ruangan aldi merek langsung masuk, di dalam ada Diko yang menunggu Aldi sedari tadi


"dik rapat nya berapa menit lagi" Aldi


"5 menit " Diko


"Silfia kenapa di ajak kesini di?" sambung Diko saat melihat Silfia di belakang Aldi


"nggak apa tadi aku sekelian jemput dia di rumah kakak sepupunya. jadi dari pada outar balik e rumah aku bawak dia kesini" Aldi


Silfia tersenyum, dan di balas oleh Diko. Aldi yang melihat mereka yang saling melempar senyuman membuat Aldi sengaja batuk.


"ouhh jadi ini yang bos ku cariin tadi malam, sampai khawaa.." Diko yang belum siap bicara langsung di tutupnya mulut diko dengan tangan Aldi


Aldi yang sesak nafas meminta Aldi untuk bengeti membekap nya


"kak, itu kak Diko sesak nafas" Silfia


Aldi melepaskan Diko. namun karena Diko jahil Diko mencoba melanjutkan bicaranya


"sampai khawatir nungguin kabar. t" Diko namun kembali di tutup mulut diko oleh Aldi


kemudian Aldi menuntun Diko untuk keluar dari ruangan itu


"fi dia mulai ngaco aku pergi rapat dulu, tunggu di sini. assalamualaikum" Aldi meranjak keluar dari ruangannya


saat tangan Aldi gak sengaja terlepas Diko berteriak


"fiaa dia khawatir tandanya cinnn" ucapan Diko kembali terpotong. dan mereka berdua sudah keluar dari ruangan itu


silfia yang melihat kelakuan mereka berdua hanya bisa menggelengkan kepalanya. lalu Silfia duduk di sofa yang berada di ruangan itu.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2