
pagi pukul 05.00 Aldi sudah bangun, dan sudah selesai salat subuh, di susul oleh Silfia. setelah salat subuh Silfia membersihkan kamar itu, mulai dari menyusun tempat tidur dan menyapunya.
"kenapa kamu bersihin ini kamar,?" Aldi
"hemm emang nya kenapa?" Silfia masih sibuk dengan beres beres nya.
"chiih ini tugas buk Sumi kamu gak perlu melakukan nya" Aldi
menghela nafasnya
"gak papa kak Uda biasa kok" Silfia.
Aldi memutar bola matanya sambil mengangkat kedua bahunya.
tak lama kemudian langit mulai terang waktu sudah menunjukan pukul 06.30 Silfia yang sudah berada di dapur bersama bik Sumi untuk memasak.
awalnya buk Sumi menolak di bantu tapi karna Silfia memaksa jadi nya bik Sumi mengalah. tak lama kemudian masakan sudah siap di hidangkan.
"wahh wanginya saja udah enak apa lagi rasanya," kata buk rianti dengan baik Sumi.
"ah tidak buk. ini bukan saya yang memasak tapi menantu ibuk" bisik bik Sumi
"ha bibik serius?" buk rianti
"ia buk" buk Sumi
"masyaallah saya gak salah milih menantu kan bik?" buk rianti
bik Sumi mengangguk sambil tersenyum.
tak lama Silfia keluar dari dapur
"eh mamah" Silfia
"fia kenapa kamu bantu masak?" buk rianti
" ah gak papa mah fia juga udah biasa," Silfia sambil tersenyum."
tak lama Alya datang dengan pakaian yang rapi.
"pagi semua, kak ipar, mamah" teriak Alya.
"pagi sayang" buk rianti
"pagi Al" Silfia
"wah sepertinya enak ni, aku makan deluan ya" Alya.
Alya langsung mengambil makanan ke dalam piring nya, dan dia langsung melahap nya.
tak lama kemudian Aldi datang bersamaan dengan sang ayah.
"pagi mah" Aldi
__ADS_1
"pagi sayang" buk rianti.
selesai menyapa sang ibu Aldi langsung duduk di meja makan.
"kamu tak mengucapkan selamat pagi juga dengan fia Aldi?" tanya sang ibu
Silfia yang sedang mengambil makanan ke dalam piring tiba tiba berhenti. entah lah sepertinya Silfia malu.
sedangkan Aldi yang hendak duduk refleks melihat ke arah Silfia,
melihat sang Abang dang kakak ipar terdiam Alya mencoba mencairkan suasana
"ah mamah pasti mereka sudah sapa pagi di kamar tadi, mungkin juga mereka sudah morning kiss" canda Alya
bukannya mencairkan suasana justru membuat suasana makin tak kacau. aldi,Silfia,buk rianti dan pak Ridwan refleks melihat Alya.
"kamu tau dari mana tentang morning kiss?" Aldi mencoba mengalihkan
Alya yang salah tingkah mencoba tenang dan langsung memasukkan makanan yang ada di sendok ke dalam mulut nya.
"Alya" Aldi
"eh udah Uda sekarang kita makan ya, Alya udah cepat makan nanti kamu telat." buk rianti
"tuh makan" Alya
Aldi ingin memukul sang adik tapi mereka yang duduk nya berseberangan.
setelah itu mereka pun langsung makan, tanpa adanya suara ocehan, melain kan hanya ada bunyi dari piring.
tak lama...
"kita berangkat sekarang ya" pak Ridwan
"sepagi ini yah?" tanya Aldi.
"ia buat apa lama lama" pak Ridwan
"fi kamu siap siap ya" buk rianti
"ia mah" silfia sambil tersenyum.
tak butuh waktu lama akhirnya mereka ber empat sudah siap untuk ikut dengan pak Ridwan dan buk. rianti
mereka berempat pergi dengan satu mobil, Aldi yang mengendarai mobil nya di samping Aldi di tumpangi pak Ridwan, sedangkan buk rianti dan silfia berada di belakang.
dengan kecepatan sedang mobil itu melaju di keramaian kota, walau masih pagi tapi kota itu sudah ramai di lalui oleh banyak kendaraan.
setelah menempuh perjalan yang cukup panjang akhirnya mereka sampai di tujuan, selama perjalan Aldi di tuntun sang ayah. karena hanya sang ayah yang tau tujuan nya.
mereka sampai di sebuah rumah dengan dua tingkat, dengan konsep monokrom.
"Aldi ayah belum memberimu dan silfia hadiah pernikahan, jadi sekarang karna semua dekorasi nya sudah selesai jadi ayah kasih sekarang untuk mu. ini hadiah dari ayah untuk kalian berdua"
__ADS_1
pak Ridwan sambil menunjuk ke arah rumah itu. sambil tersenyum.
kira kira begini ya bentuk rumah tampak depan.
"yah ini tidak perlu, Aldi bisa membelinya sendiri untuk keluarga Aldi yah" Aldi
Silfia sedikit terkejut dengan kata keluarga yang di katakan Aldi, yang tadinya Silfia melihat sekeliling rumah itu seketika ia mengarah kan pandangan nya ke arah Aldi saat Aldi mengatakan kata "keluarga"
"akh tidak lah aneh fia, bukan nya ini benar jika kalian sudah menjadi keluarga," Silfia bergumam dalam hati.
"tidak Aldi, ayah membelikan rumah ini itu sebagai hadiah, terima lah" pak Ridwan
"tapi yah, ayah bisa belikan hadiah yang lain, Aldi sudah bekerja, dan untuk hal seperti ini biar Aldi yang membelinya" Aldi
"tidak ada penolakan Aldi, ayah mau kamu terima ini" pak Ridwan sambil meletakkan kunci ke tangan aldi
Aldi menghembuskan nafasnya perlahan
"baik lah yah terima kasih banyak untuk hadiah nya". Aldi
"ayah Silfia juga terima kasih " Silfia sambil mencium punggung tangan pak Ridwan
"ia fia, apa kamu suka?" pak Ridwan.
"em sangat, terima kasih yah" Silfia mengangguk
"semoga kelak kalian bisa bahagia ya, bisa saling mencintai, dan tidak ada lagi ragu dalam hati dalam hubungan ini" pak Ridwan
"baik yah" serempak Aldi dan silfia
"kalian bisa pindah mulai hari ini " pak Ridwan.
"eh apa ayah mencoba mengusir kami?" Aldi
pak Ridwan tertawa, dilanjut dengan buk rianti
"tidak nak," buk rianti
Silfia ikut tertawa kecil. Aldi yang melihat silfia tertawa membuat nya terus memperhatikan Silfia
"akh apa ini?" Aldi bertanya sendiri dalam hati
setelah itu mereka berempat mencoba masuk ke dalam rumah itu, di iringi dengan ucapan bismillah bersamaan.
Silfia warna pada rumah itu yang ternyata adalah warna kesukaan Silfia. bagi Silfia rumah itu seperti rumah impian untuk nya.
orang tua Aldi mendekor rumah itu seperti apa yang di suka Aldi, Aldi yang ternyata juga menyukai warna monokrom.
karna itu ayah Aldi memesan rumah sesuai dengan kesukaan sang anak. tanpa tau ternyata sang menantu juga menyukainya.
Bersambung...
__ADS_1
Terima kasih buat yang sudah like❤️ buat yang belum like tolong di like ya kak. dan jangan lupa vote novel author.
mohon maaf jika pada teks ada kata kata yang salah.🙏 Oia silahkan komen💬 juga ya kak. Terima kasih😊