
tak lama kemudian mereka sampai di rumah orang tua mereka. zikra yang untuk sementara berada di rumah orang tua nya sambil menunggu kabar tentang mobilnya.
setelah sampai Silfia dan Zahra pergi kedapur untuk membantu masak makan malam. sedang kan Zikra mengurug kedua anak nya.
lain hal nya Aldi yang masuk ke kamar orang tuanya untuk mengambil sesuatu yang di berikan oleh buk Rianti untuk Aldi dan silfia.
setelah berada di kamar itu, Aldi angsung mengarah ke lemari. dan membuka pintu lemari itu. tampak lah sebuah amplop coklat.
tampak depan amplop itu tertulis "untuk anak ku dan menantu ku"
Aldi mengambil nya. sebelum membacanya Aldi terlebih dahulu duduk di tepi ranjang orang tuanya. setelah duduk Aldi membuka amplop itu.
dan Aldi mengambil isi ny. tampak 2 tiket liburan dan kertas berisi kata kata. karna Aldi yang sedikit bingung kenapa sang ibu memberi hadiah ini. Aldi membaca suratnya.
"**untuk anak dan menantu kesayangan mamah.
alasan mamah memberi hadiah ini karna mamah ingin memberikan kalian waktu berdua dengan panjang. tanpa ada urusan lain yang menggangu kalian berdua.
untuk kalian berdua mamah tau kalau kalian berdua sejak awal menikah tidak memiliki perasaan karena itu mamah memberi ini agar kalian punya waktu untuk memahami perasaan kalian.
walau pun mamah sudah memiliki cucu dari Zikra dan zahra tapi mamah juga ingin memiliki cucu dari kalian.
mamah mau setelah mamah pulang nanti kalian juga sudah pulang dari liburan kalian dan memberikan kabar baik. baik kabar kalau kalian sudah saling mencintai atau pun kabar apapun itu yang penting baik.
selamat berlibur. jangan mikirin mamah.
mamah sayang kalian berdua."
isi surat dari buk rianti.
Aldi mengusap wajah nya dengan kasar, lalu beralih mengacak acak rambutnya.
"mamah bagai mana Aldi tidak khawatir dengan kondisi mamah sekarang. mamah malah mikirin perasaan kami berdua" aldi
setelah itu Aldi meraih ponsel di saku nya, mencoba mengirim pesan dengan seseorang
"cepat lah ke kamar ayah dan mamah di atas, aku menunggu mu" isi pesan Aldi
yang ternyata ia mengirimkan pesan itu pada Silfia. hemmm selain sifat yang dingin ternyata Aldi memiliki sifat malas walau pun hanya 0 sekian persenš¤¦
Silfia yang sedang memotong sayuran pun mendengar ponsel nya berbunyi. ia langsung mengambil ponselnya yang berada di saku. dan membaca pesan tersebut
setelah membaca nya Silfia pamit pada Zahra untuk menyusul Aldi di atas.
Silfia berjalan menyusuri tangga untuk pergi ke kamar mertua nya itu. setelah sampai Silfia masuk dengan mengetuk pintu yang terbuka.
tok tok tok
"masuk lah" Aldi
silfia masuk
__ADS_1
"ada apa kak?" Silfia
Aldi menyodorkan surat dan tiket yang di pegang nya.
"baca lah surat nya.mamah menyuruh kita untuk liburan bagai mana menurut mu,?" tanya Aldi
Silfia membaca surat itu
"kak apa sebaik nya kita pergi saat mamah sudah pulang saja?" Silfia
"aku juga berfikir seperti itu tapi mamah meminta saat mamah sudah balik kita juga sudah balik dari liburan kita" Aldi
Silfia terdiam sambil berfikir
"lagian bukankah kita juga akan menjenguk mamah" Silfia
"hemm gimana kalau kita berbohong saat mamah sudah pulang kita bilang aja kalau kita sudah berlibur dan..." Aldi berhenti bicara setelah melihat ke arah Silfia dengan tatapan tajam
"oke gak jadi" Aldi
silfia tertawa kecil
"masih banyak cara yang lain kak, tapi tidak dengan berbohong" Silfia
"ia aku mengerti, aku akan berfikir cara yang lain" Aldi
Silfia mengangguk
di tengah fikiran nya Aldi berhenti setelah melihat Silfia yang masih berdiri di sampingnya.
silfia bertanya dalam hati apa yang di lakukan sang Aldi firzi.
Aldi menghembuskan nafas nya dengan kasar. lalu meraih tangan Silfia untuk mengarahkan Silfia untuk duduk.
namun karena tarikan Aldi yang sedikit kuat dan membuat silfia terkejut membuat silfia jatuh di pelukan Aldi. dan membuat Aldi terjatuh ke ranjang dengan Silfia menumpangi nya.
posisi mereka yang sekarang berhadapan dengan jarang hanya sepersekian centi saja membuat mereka bertatapan.
Aldi yang merasakan jantung nya yang berdetak cukup kencang. sedang kan afia merasakan sesak pada dada nya.
mereka cukup lama di posisi itu. sampai salah satu anak berteriak memanggil Aldi.
"uncle...uncle...uncle dimana?" teriak salah satu anak Aldi
membuat Aldi dan silfia tersadar dan mereka bangun dari posisi mereka. anak perempuan pertama Zikra bernama Syifa itu pun sudah ada di dalam kamar itu.
Syifa berlari ke mendekat Aldi. mereka sudah bersama berdiri. aldi pun memeluk ponakan nya.
"maaf " Aldi
Silfia mengangguk
__ADS_1
"i ini dia taruh di sini kak, nanti kita bicara kan lagi, dia harus bantu kak Zahra dan bibik untuk masak" silfia
Aldi mengagguk
lalu Silfia berjalan dengan sedikit lari meninggal kan Aldi dan Syifa. Aldi tak henti melihat Silfia.
"bodoh nya aku kenapa malah jadi seperti ini sih" batin Aldi
"uncle kenapa uncle bilang maaf.? apa itu untuk aunty?" tanya Syifa yang menyadarkan Aldi dari lamunan nya
"ha oh hmmm kamu gak perlu tau" Aldi
Syifa mengerutkan bibir nya.
"ya sudah" Syifa
"hhhhh " tawa Aldi yang melihat Syifa yang gemesin.
Oia info Syifa anak dari Zikra dan Zahra yang umurnya terbilang masih 6 tahun sedangkan adik nya Raka berusia 3 tahun
"kenapa kamu cariin uncle ? sampai teriak teriak ha" Aldi sambil menduduki Syifa di sisi ranjang dan Aldi yang bertumpu pada lututnya
"Syifa kan dah lama gak main sama uncle, ajak Syifa main dong om kita ke mol yuk." Syifa
"ini sudah sore sayang bentar lagi langit gelap besok besok aja ya," Aldi
"akhhh uncle Ayuk malam malam juga gak papa, kan banyak lampu lampu " Syifa
"hhhhh kamu kebanyakan ngeles fa, kenapa kamu gak ajak papa Syifa aja?" Aldi
"papah gak mau, kata nya capek " Syifa
"ya Uda tunggu papa gak capek aja ya" Aldi
Syifa mengerutkan bibirnya, dan merengek
"udah udah ayok kita turun entah entah makan malam nya sudah siap," Aldi
"Oia mamah sama aunty kan lagi masak, Ayuk uncle kita turun" Syifa
"ayuk" Aldi menggendong kembali Syifa, dan mereka turun ke bawah.
saat sudah di bawah Aldi tak henti melihat Silfia yang sedang masak.
sedang kan Silfia yang perasaanya. masih tak karuan karena kejadian tadi.
sebenarnya Aldi juga seperti itu tapi karna ada Syifa Aldi lebih menutupi apa yang dia rasakan.
Bersambung...
**Hallo kak makasih ya uda like di setiap bab novel author. dan Uda setia baca sampai bab iniš¤. jangan lupa vote ya kak.
__ADS_1
terima kasih.
Oia kak boleh dong follow Instagram author @cindydienr**_