
begitu pun wanita yang berada tepat di hadapannya melihat Aldi dengan tatapan penuh makna. sedangkan Silfia Hannya diam sambil melihat mereka berdua.
"kamu" Aldi dan wanita itu serentak.
"Aldi" lalu wanita itu menatap silfia
"dia siapa?" wanita itu
Aldi merangkul Silfia dan mendekatkan tubuh Silfia ke Aldi.
"istri ku" Aldi
"what" wanita itu dengan nada terkejut
"jadi..." belum selesai wanita itu bicara Aldi memotong nya
"ayok kita pergi" tangan Aldi beralih ke tangan Silfia lalu menarik tangan silfia untuk pergi
"au" Silfia terkejut namun ikut berjalan
"Al...Aldi" wanita itu teriak
Aldi memberhentikan taxi di pinggir jalan
setelah itu Aldi dan silfia masuk ke dalam taxi itu..
"sir, go to street x " Aldi menunjukan jalan
"okay " supir taxi
Aldi mengembuskan napas nya dengan kasar sambil menyandarkan tubuh nya di sandaran bangku taxi itu.
__ADS_1
sedangkan Silfia yang tidak tau apa yang sebenarnya terjadi. terus bertanya dalam hati
"situasi apa itu tadi? siapa perempuan itu? kenapa dia kenal kak Aldi? dan sekarang kak Aldi" batin Silfia sambil melirik Aldi yang pandangannya ke luar kaca mobil
sesekali Aldi mengacak rambut nya dengan kasar. dan melirik ke arah Silfia yang melihat ke luar jendela.
"Silfia maaf kita harus pulang dengan cepat, kepada ku sedikit pusing jadi kita bisa lanjutkan jalan jalan nya besok" bohong Aldi
Silfia. mengangguk
"ia kak gak papa, hmmm wa..." putus perkataan Silfia
Aldi menatap silfia menunggu perkataan Silfia
"kenapa?" Aldi
"oh tidak kak" Silfia
tak lama kemudian mereka sampai di depan hotel. Aldi sudah membayar ongkos taxi nya, selanjutnya Amerika berdua turun.
setelah turun dari taxi mereka berdua berjalan memasuki hotel lalu ke lift untuk ke pergi ke lantai atas. tak butuh waktu lama mereka sampai di kamar mereka. saat sudah masuk ke kamar Aldi langsung menjatuhkan badannya ke kasur.
"kak capek ya? kalau begitu besok kita tunda aja pergi nya kita bisa pergi lusa" Silfia
Aldi mendengarkan Silfia dengan posisi masih tergeletak di kasur.
"hemm kak aku pesenkan obat ya" Silfia berbalik badan dan mulai berjalan.
namun saat Silfia hendak pergi aldi bangkit dari tidur nya dan duduk di tempat nya. lalu menggapai tubuh Silfia dan memeluk nya
(posisinya Silfia membelakangi Aldi dan Aldi memeluk dari belakang tapi Aldi tetap duduk)
__ADS_1
Silfia terkejut dengan aksi Aldi yang tiba tiba memeluk nya. saat Silfia ingin menepis
"kak fia..." Silfia
"biar kan seperti ini dulu fi," Aldi
Silfia benar benar tidak tau harus berbuat apa, dia hanya diam saat Adi memeluknya.
sembari Silfia memegang dada nya yang berdegup dengan kencang.
lalu tiba tiba Aldi melepaskan pelukannya. kemudian Aldi menjatuhkan kembali tubuh nya ke ranjang.
Silfia melihat ke arah Aldi yang terbaring di kasur itu. dengan mata yang sudah tertutup. Silfia mengira kalau Aldi pingsan mencoba memanggil Aldi
"kak...kak...kak aldi. kak Aldi gak papa" Silfia sedikit panik
"hemmmm" gumam Aldi yang ternyata berpura pura tidur.
Silfia mengembuskan napasnya.
"secepat itu tidur? " Silfia lalu mengangkat kedua bahunya.
"hemm ya Uda deh lebih baik aku pergi beliin obat," Silfia beranjak pergi meninggalkan Aldi yang masih dalam pura pura nya
cekleek
suara pintu kamar tertutup menandakan Silfia yang sudah pergi meninggalkan kamar.
Aldi membuka matanya lalu kembali duduk di sisi ranjang. dan kemudian mengacak rambutnya
"maaf fi, aku harus bohong dan mungkin dengan cara itu kamu gak curiga, aku gak mau kamu tau tentang siapa wanita itu" Aldi berbicara sendiri.
__ADS_1
Bersambung...