Menikah Karena Keadaan

Menikah Karena Keadaan
BAB 50 PENGAKUAN


__ADS_3

Ya dia adalah Silfia.


Silfia diam diam mengikutin Aldi dari belakang sampai Aldi bertemu dengan Karin,sejak awal Silfia mendengar percakapan Aldi dan Karin karna jarang yang tidak jauh


entah apa yang di rasakan Silfia, tapi rasanya sedikit sesak ketika melihat lelaki yang menyandang status sebagai suami nya sedang berpelukan dengan wanita yang Silfia sendiri tidak tau dia siapa


mungkin Silfia sudah memiliki sedikit rasa oleh Aldi, tapi dia tidak tau sejak kapan rasa itu hadir.


Karin ternya melihat Silfia yang sedang sembunyi melihat dirinya dengan Aldi, karna nya Karin berfikir buat ngehancuri hubungan mereka dengan memeluk Aldi.


Silfia ingin beranjak pergi dari tempat nya karna tidak sanggup melihat pemandangan itu, namun Silfia mendengar teriakan nama karin dari mulut Aldi


"KARIN" Aldi mendorong kari dengan kasar agar terlepas dari pelukan itu, Aldi mengangkat tangan nya karna hendak memukul Karin, namun Aldi mengurungkan niat nya


"lu udah kelewatan batas Rin, lu dah gak bisa di sebut manusia, apa yang ku perbuat barusan itu perbuatan yang bisa di bilang perbuatan sampah" Aldi dengan kemarahan yang membara


"Al..." Karin


"gak usah lu pasang wajah menyediakan lu dihadapkan gua, lu berani peluk gua yang lu tau sendiri kalau gua menyandang status sebagai suami orang, dan lu bukan siapa siapa Rin yang bebas nyentuh gua. ingat Rin gua udah punya istri, dan asal lu tau gua cinta sama istri gua" Aldi, Karin yang mendengar nya hanya membulat kan mata, begitupun Silfia yang juga mendengar nya


"gak Al gak mungkin" Karin


"gak ada yang gak mungkin di dunia ini gua bisa matiin rasa gua ke lu, dan gua juga bisa cinta sama orang yang lu pikir gak mungkin gua cinta sama dia." Aldi dengan nada kemarahan


" mungkin memang gua gak suka sama Silfia DULU.tapi, sekarang gua cinta bahkan sayang sama dia ngelebihin rasa cinta gua ke lu dulu, camkan itu" Aldi


"oh ya ingat satu lagi, jangan pernah lu tampakkan wajah lu di hadapan gua dan jangan pernah hadir di kehidupan yang berhubungan sama gua" Aldi melangkah menjauh dari Karin


"Aldi" nada teriak memanggil


namun Karin yang gak tau diri pun mengejar Aldi untuk memeluk Aldi kembali.


Silfia yang peka dengan apa yang akan di lakukan Karin pun mendekati Karin dan menghalangin Karin yang akan memeluk Aldi

__ADS_1


Karin terhenti melihat Silfia yang kini berada di depan nya yang sedang menghalangi rencana Karin untuk memeluk Aldi


Aldi terkejut melihat Silfia yang ada di antara dia dan Karin


"Silfia" Aldi


"lu mau ngapain ha? lu gak bisa dengar apa yang di katakan kak Aldi, eh sorry maksudnya suami gua, lu mau coba panas panasin gua ha? Silfia


Karin kesal dengan ucapan Silfia, sedangkan kan Aldi yang masih heran dengan Silfia, tetapi ada terukir jelas senyuman dari bibir Aldi.


Aldi tidak menghalangi apa yang di lakukan Silfia dia hanya membiarkannya


sementara Karin


"lu mau ngapain lu di sini, jangan ikut campur, minggir" Karin menepis tubuh Silfia ke samping


Silfia yang sedikit terdorong pun di raih pinggul Silfia oleh Aldi agar tidak terjatuh.


Silfia mengangguk lalu menunduk kan wajah nya. Aldi pun hanya tersenyum melihat dia yang sekarang sedang ada di pelukannya


Karin yang melihat nya semakin membara kepanasan.


"lu pergi dari sini sekarang, atau gua yang cabut" Aldi berbicara pada Karin


Karin mengepalkan tangan nya lalu mengentak kan satu kaki nya ke tanah. kemudian dia berbalik badan lalu pergi meninggalkan Aldi dan Silfia.


melihat Karin yang sudah pergi Silfia mencoba untuk melepaskan tangan nya Aldi dari pinggulnya. tangan Aldi pun terlepas.


Silfia yang sudah terlepas dari pelukan Aldi langsung berlalu pergi ke arah hotel yang mereka tempati.


"lah kok" heran Aldi


Aldi mengejar mengikuti Silfia yang berjalan menjahuinya. rasa kesal Aldi seketika menghilang melihat tingkah Silfia yang menurutnya menggemaskan.

__ADS_1


Silfia dan Aldi sudah sampai di hotel, Aldi yang mengikuti Silfia dari tadi tidak ada berbicara. Aldi dan Silfia pun menaiki lift bersama.


kebetulan isi lift tersebut hanya ada mereka berdua.


"sejak kapan kamu di sana?" Aldi


"aaaa i..itu, sedikit lama kok kak hehehe" Silfia berbicara menunduk


"berarti kamu dengar apa yang kami bicarakan? Aldi mengarahkan badan nya ke arah Silfia yang sedang menundung


"a.aa itu en..enggak banyak kok kak" Silfia memberanikan melihat Aldi yang ternyata melihat nya juga.


Aldi mendekati Silfia, Silfia pun melangkah mundur sampai dia di dinding lift. Aldi mendekatkan wajah nya ke wajah Silfia yang juga menatap dia.


"berarti kamu dengar kalau aku ada bilang aku cinta sama kamu?" aldi yang semakin mendekatkan wajah nya ke wajah Silfia.


Silfia yang gugup langsung menutup matanya


"a...aaa i..itu"


*BERSAMBUNG*


Hai semua nya author kembali, aduh udah 1 tahun lebih ya?


sorry banget ya buat kalian yang nunggu selama itu, aku benar benar bimbang waktu itu buat ngelanjut novel nya atau enggak, secara aku udah kuliah dan tugas aku bener bener padat, jadi aku bimbang sama novel ini


sekarang aku baru kepikiran sama nasib novel aku, secara benar benar ceritanya tu gantung jadi sayang banget buat di tamatin.


aku akan update 1 Minggu 2 bab, maaf kalau aku update nya lama, jadi maaf ya sekali lagi


and thanks buat kalian yang masih mau nunggu dan baca novel ini lagi.


oke guys see you 1 Minggu lagi. sayang banyak banyak dari author 😘

__ADS_1


__ADS_2