Menikah Karena Keadaan

Menikah Karena Keadaan
BAB 63 HARI KE 7


__ADS_3

Hari-hari berlalu kini tepat 7 hari peringatan kepergian ibu da mereka, keluarga besar banyak yang berdatangan untuk menyiapkan makanan untuk tahlilan malam ini.


begitupun Zahra dan Silfia juga membantu di dapur bersama keluarga dan tetangga lainnya. sedangkan Aldi Zikra dan ayah membantuku luar rumah sekedar memasang tenda untuk tempat lain tahlilan.


tak lama kemudian Alya keluar dari kamar nya. dia menemui Zahra dan Silfia. membantu beberapa yang bisa di bantu


malam hari pun datang waktu isya pun sudah datang, setelah sholat orang orang mulai datang ke tempat kediaman pak Ridwan, pembacaan doa dan Yasin mulai di lakukan


1 jam kemudian semua kegiatan malam ini selesai. warga yang tahlilan sudah kembali ke rumah begitupun keluarga besar mereka setelah membereskan rumah mulai dari menggulung kembali tikar dan meletakkan buku yansin ke tempatnya semula.


rumah ini kembali sepi hanya ada Zikra dan sang istri beserta kedua anak nya, Silfia dan Aldi, Alya serta pak Ridwan, sedangkan para pembantu dan baby sister anak Zahra juga sudah pulang selesai membantu berberes


zahra menemani kedua anak nya untuk tidur Silfia dan Alya juga berada di kamar zahra. sedangkan Zikra berada di meja makan untuk mengajak mengobrol sesuatu.


Aldi datang membawa kopi dan duduk di kursi tepat di depan Zikra


"ada hal penting apa bang?" Aldi memulai pembicaraan


"sebentar" Zikra menyeruput kopi nya terlebih dahulu


di ikuti Aldi


"jadi gini Al, setelah Abang pikir pikir dan Abang juga udah bicara sama Zahra, kami memutuskan untuk tetap tinggal disini sekalian ngurus ayah dan Silfia, keberadaan Zahra penting juga untuk kesehatan mental Alya, jadi kami sepakat untuk tetap tinggal di rumah ayah" jelas Zikra


"yaah itu tidak masalah bang, tapi yang jadi pertanyaan bagaimana dengan tugas Abang? apa bisa di pindah?" Aldi


"soal itu Abang juga udah mikirin matang-matang, Abang akan pensiun dari abdi negara" Zikra


sontak membuat Aldi terkejut


"Abang serius, bang kalau ayah denger ini pasti tidak akan setuju," Aldi


"tidak setuju bagaimana?" Zikra


"ayah tidak mungkin setuju kalau Abang rela melepas pekerjaan Abang demi ngurus ayah sama Alya." Aldi


"Al, keputusan Abang ini bukan semata mata hanya untuk mengurus ayah sama Alya, melainkan Abang juga mau memiliki banyak waktu sama keluarga Abang, Abang mau lebih sering melihat pertumbuhan anak anak Abang. jadi keputusan ini juga sudah matang, dan juga atas seizin Zahra" jelas Zikra


"tapi bang, kalau Abang pensiun biaya hidup kalian bagaimana? okelah masih ada uang pensiun, tapi itu gak mungkin cukup sampai anak anak Abang dewasa sampai mereka punya pekerjaan dan biayain hidup mereka sendiri dong" Aldi


Aldi menyeruput kopinya


"kan ada lu Al" Zikra


seketika Aldi menyemburkan kopinya ke samping


Zikra tertawa melihat spontan Aldi


"bang?" Aldi


"hahahaha tenang Al bercanda" Zikra masih tertawa


"masalah pekerjaan aku juga udah mikir kok Al" Zikra


"apa? mungkin gua bisa bantu lu bang" Aldi


"enggak usah Al, gua pekerjaan ini mudah kok" Zikra

__ADS_1


"apaan ?"


"gua mau jadi ob" Zikra asal bicara


Aldi kembali terkaget dengan terbatuk batuk.


"bang serius plis" Aldi


"hahahahaha, oke oke gua emang rencana mau minta bantuan lu Al" Zikra mulai serius


"apaan bang" Aldi


"Abang rencana mau kerja di kantor lu, tapi gua bingung gua kerja apa di sana sedangkan gua cuman lulusan SMK, walaupun pensiunan dari TNI" Zikra


"gimana kalau lu bang jadi CEO di kantor cabang gua? yang berproduksi di bagian teknologi? kalau jarak sekitaran 30 menitan dari sini" Aldi


"gila lu Al gua langsung jadi CEO?" Zikra


"halah bang kayak sama siapa aja, lagian ni kantor cabang gua capek kalau harus bolak balek ke sana, kalau ada Abang biar Abang yang ngendaliin" Aldi


"Al lu serius?" Zikra masih tidak percaya


"ya bang buat apa gua bercanda sekarang, sekalian ini hadiah gua buat ulang tahun untuk keponakan gua yang bulan besok dia udah ultah" Aldi


"ah gila lu Al, sekarang udah sukses besar sampe-sampe lu ngasi hadiah nya sebesar ini" Zikra


"ini juga atas dukungan lu sama yang lain bang" Aldi


"thanks banget Al, gua bakal jaga perusahaan ini untuk lu" Zikra


"jangan hanya untuk gua bang, tapi buat anak anak lu sama kak Zahra" Aldi


"gu percaya lu bang" Aldi


di tengah perbincangan mereka sang ayah pak Ridwan datang,


"lagi bahas apa kayak nya seru" pak Ridwan


"loh yah bukannya udah tidur?" Zikra


"enggak ayah gak bisa tidur" pak Ridwan


"wah enak ni minum kopi" pak Ridwan


"ayah" Zikra dan Aldi bersamaan


"hehe iya iya gak jadi" pak Ridwan


"yah, ayah harus jaga kesehatan ok, Zikra Aldi Alya dan yang lain masih butuh ayah, cukup sudah kita kehilangan mamah, Zikra gak mau kehilangan lagi" Zikra


"iya yah " Aldi


"insyaallah dengan seizin Allah ayah akan tetap sehat," pak Ridwan


malam ini mereka berbincang bincang ber3, sampai akhir nya jam menuju pukul 23:50 pembicaraan mereka akhiri, Aldi meletakkan kembali cangkir berisi kopi dan susu punya ayah nya ke tempat wastafel


sedangkan Aldi menutup dan mengunci semua pintu rumah, setelah itu mereka ber3 masuk ke dalam kamar Zikra yang berada di bawah untuk melihat kegiatan mereka.

__ADS_1


terlihat 2 anak kecil sudah tertidur pulas, begitupun Alya dan silfia


"aku akan bawak Alya ke kamar nya, ayah istirahat lah" Zikra, pak Ridwan mengangguk dan berjalan menuju kamar atas


"sayang aku bawak Alya ke kamar nya dulu" Zikra


Zahra mengangguk "hati hati" Zahra Zikra mengangguk


Zikra mengangkat Alya ala bridal style, dan sudah keluar dari kamar menuju kamar Alya


sedangkan Aldi masih mematung di tempatnya


"Al tunggu apa?" Zikra setelah mengatakan itu langsung pergi


"ah iya," Aldi mendekati Silfia yang tertidur mencoba membanguni Silfia


namun Zahra mengehentikan nya


"kamu mau ngapain? jangan di bangunin Al, kasian Silfia pasti capek" Zahra


"ah terus kalau gak di bangunin gimana cara nya pindah kak?" Aldi


"huuh Al Al, kamu angkat dong fia, di gendong kaya Abang kamu angkat Alya" jelas Zahra


"tapi kak" Aldi


"Al udah waktunya kalian mencoba sesuatu yang bisa memancing perasaan tidak baik kalau di lama lamain, kakak yakin Silfia gak akan marah kok" Zahra meyakin kan


Aldi masih mematung sampai akhirnya Zikra kembali datang


"loh kok masih disini Al? Lo tunggu apa?" Zikra


"ah oke oke" Aldi mulai meletakkan tangan nya di bawah leher Silfia dan tangan satu lagi di letakkan di bawah lutut Silfia, Aldi mulai mengangkat tubuh Silfia. Silfia tidak terusik sedikit pun sampai akhir nya Aldi berjalan sambil menggendong Silfia


"aku pamit kak bang, selamat malam" Aldi


"malam" jawab Zahra dengan Zikra bersamaan


Aldi berjalan keluar kamar, dan mulai menaiki tangga dengan perlahan, Aldi sesekali melihat wajah Silfia, dan jantung aldi pun berdegup dengan kencang,


saat masih di anak tangga, Silfia terbangun pandangan pertamanya tertuju pada wajah Aldi yang berada di atas, sadar kalau dirinya telah di gendong oleh Aldi,


"ka..kak" Silfia mencoba meminta di turunkan


"sudah diam pegangan atau kau akan jatuh" namun Aldi enggan untuk menurunkan nya


Silfia yang mendengar pun langsung mengulurkan kedua tangannya mengitari leher Aldi, dan wajah Silfia mendekat ke dada bidang Aldi karna takut akan jatuh


Aldi tersenyum tipis. tak lama kemudian mereka sudah sampai di dalam kamar, Aldi mendudukkan Silfia di sisi ranjang


maaf sudah buat mu terkejut, aku hanya tidak tega membangun kan mu, sekarang kau deluan saja mengganti baju.


"ah iya aku duluan" Silfia salah tingkah dia berdiri dari duduk nya dan langsung masuk ke kamar mandi


Aldi yang awal nya berdiri kini langsung menduduki tubuh nya di ranjang mencoba menetralisir kan jantungnya, tidak bisa di pungkiri kalau Aldi juga sebenarnya salah tingkah tapi Aldi enggan untuk menampakan ya.


mereka berdua kini sudah selesai ganti baju secara bergantian, kini mereka berdua sudah tertidur karna rasa lelah

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2