Menikah Karena Keadaan

Menikah Karena Keadaan
BAB 41 KEDINGINAN


__ADS_3

setelah masuk ke dalam kamar hotel itu dia duduk terlebih dahulu di sofa sedangkan Aldi membersihkan diri nya terlebih dahulu.



setelah menghilangkan penat nya dengan duduk di sofa Silfia lalu beranjak pergi ke lemari untuk menyusun pakaian nya, tidak hanya pakaian nya Silfia juga menyusun pakaian Aldi.


Silfia menyusun nya dengan rapi, selanjutnya ia menyusun make up nya di meja rias. tak lama kemudian Aldi keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melingkar di pinggangnya.


sambil menggosok gosok handuk satu lagi di rambut nya, Silfia selesai menata lalu beralih melihat Aldi.


"ah" Silfia menutup wajahnya dengan kedua tangan nya


"kau harus terbiasa," Aldi berjalan ke arah kopernya


"oh i..ia" Silfia berjalan mengambil handuk lalu pergi ke kamar mandi


"eh fi" Aldi


Silfia yang berjalan lalu berhenti


"iiiyaaa" Silfia


"pakaian ku" Aldi


"dia Uda menyusunya di lemari kak" Silfia


"oh baik" Aldi


"sudah kak" Silfia


"emm" Aldi


Silfia melanjutkan berjalan ke kamar mandi. Silfia mandi kurang lebih hampir 15 menit.


tak lama dari itu Silfia pun selesai mandi. namun saat dia sudah mengelap badannya dengan handuk.


dia sardar kalau tidak membawa pakaian ganti nya.


"ah sial, aku lupa" Silfia


silfia membuka sedikit pintu kamar mandi dan melihat Aldi yang sedang menatap keluar jendela


lalu ia kembali menutup pintu


"aduh kayak mana ini, aku masih malu kalau harus keluar hanya dengan handuk seperti ini" Silfia menepuk kening nya


"ya ampun mana dingin lagi" bibir Silfia bergetar


dia sengaja tidak memakai air hangat Karana Silfia fikir akan lebih segar dengan air yang biasa.


"gak ada cara lain" Silfia


"kaaak kak Aldi" Silfia sedikit teriak memanggil Aldi dengan suara gemetar karena dingin


Aldi yang mendengar suara Silfia pun pergi mendekat ke sumber suara, sampai Aldi di depan pintu kamar mandi

__ADS_1


namun dengan arah membelakangi pintu


"kau kenapa,suara mu?" Aldi


"kak aku mintak tolong dong, ambilkan baju ganti fia ada di lemari" Silfia


"apa kau tidak membawanya?" Aldi


"tidak" silfia


"bukan nya kau sudah membawa handuk, kenapa tidak..." Aldi


"kak kumohon ini sudah terlalu dingin" Silfia dengan suara bergetar kedinginan


Aldi yang mendengar suara Silfia pun panik


"tunggu sebentar aku akan mengambilnya" Aldi berjalan ke arah lemari


"apa aku juga membawa pakaian dalam nya,? aiss lu kenapa Al itu wajar bukan, tapi. akh sudah lah. ambil" gumam Aldi


Aldi mengambil pakaian Silfia beserta dalaman nya, saat itu juga terdengar suara Silfia


"kak apa sudah" Silfia


"oh ia." Aldi berjalan mendekat


Aldi mengetuk pintu kamar mandi itu, lalu Silfia membuka nya, di raih nya pakaian yang di genggam Aldi


"terima kasih kak" Silfia


"emm" Aldi kembali mendudukkan diri nya di sofa.


"emm kak makasih ya" Silfia


"emm ia gak papa, lagian kenapa Sampek bisa lupa sih" Aldi


Silfia nyengir sambil mengangkat bahunya.


"akhh. terus kenapa kau tidak Makai air hangat, suhu di sini dingin" Aldi


"aku fikir kalau pakai air biasa akan lebih segar kak" Silfia


Aldi menghela nafas sambil menggelengkan kepalanya


"sudah lah kau istirahat saja dulu. sambil menunggu makan kita, karna sebentar lagi akan datang" Aldi


"emm" Silfia


Silfia menidurkan dirinya di ranjang sebelah kanan. saat Silfia sudah menidurkan dirinya lalu aldi menyusul dia duduk di sisi ranjang sebelah kiri dekat dengan jendela.


silfia terbangun lalu dia ikut mendudukkan tubuhnya di sisi ranjang


"ah apa aku menggangu mu?" Aldi saat melihat Silfia yang langsung duduk saat dia berada di sisilain ranjang


"eh enggak kok kak" Silfia

__ADS_1


"terus kenapa kau terbangun" Aldi


"fi tidak tidur kok" Silfia


"akh maksudnya... HM sudah lah" Aldi


silfia tersenyum. lalu meraih ponselnya.


"oh ya otomatis selama kita di sini kita akan tidur satu ranjang apa kau tidak masalah" Aldi


"oh tidak kak, tidak masalah kok" silfiaa


"hemm benaran? jangan di paksa Lo kalauemng gak enak ya gak papa aku bisa tidur di sofa saja" Aldi


"eh enggak kak, aku gak terpaksa. benaran" Silfia


Aldi tersenyum.


"lagian fia jga mau mintak maaf" Silfia


"maaf kenapa? Aldi


"emmm fia akui selama ini salah, fia biarin kakak tidur tidak satu ranjang dengan fia, seharusnya kan tidak seperti itu. sebenarnya sudah lama Silfia mau biarin kakak tidar bareng sama fia tapi..." Silfia


Aldi tersenyum


"wuhhh gak apa, kamu gak salah, lagian saat itu kita juga menikah Karena terpaksa, aku juga tau kalau kamu pasti juga belum siap, Sama seperti ku. jadi maklum juga," Aldi


"maaf ya kak" Silfia


"emm gak masalah" Aldi mengelus kepala Silfia sambil tersenyum,


lalu tiba tiba bel kamar mereka berbunyi. Aldi berhenti mengelus Silfia lali bangkit dari tempat tidur berjalan ke arah pintu.


sedangkan Silfia masih kaku, lalu ia memegang kepalanya sambil tersenyum.


"akh rasanya. kenapa aku menyukai ini," batin Silfia


di dalam lamunan Silfia di sadarkan saat Aldi memanggilnya.


"fia, makan lah dulu. baru istirahat dan tidur." Aldi


"oh ia kak, Silfia bangkit dari tempat tidur mendekat ke arah Aldi


mereka makan di sofa depan tv (gambar ada di bab sebelumnya)


mereka makan tanpa bersuara.


tak lama kemudian mereka selesai makan. Silfia membereskan dibantu Aldi.


"sini biar aku aja yang buang, biar kau tidak perlu berganti pakaian lagi" Aldi mencegat Silfia yang membawa plastik berisi sisa makanan mereka


"oh ia makasih kak" Silfia


"gak usah sungkan kayak sama siapa aja" Aldi berjalan keluar kamar hotel.

__ADS_1


Silfia tersenyum


Bersambung...


__ADS_2