Menikah Karena Keadaan

Menikah Karena Keadaan
BAB 22 BERPISAH


__ADS_3

mobil itu melaju dengan kecepatan tinggi, melihat buk Rianti yang sudah berbaring lemas dan tidak sadarkan diri.


sedang kan Aldi setelah di beritahu rumah sakit yang dituju langsung melakukan mobil nya.


setelah sampai buk Rianti langsung di tempat kan di ruang UGD. selain pak Ridwan dan Silfia, ternyata sudah ada Alya. dan tak lama kemudian Aldi sampai di rumah sakit.


saat Aldi sampai di rumah sakit dia berlari di rumah sakit itu. dan melihat dimana posisi Silfia, saat sudah melihat Silfia Aldi langsung berlari.


"Silfia mamah kenapa," Aldi


"silfia tidak tau kak" Silfia


"yah mamah kenapa?" ucap Aldi ke pada pak Ridwan setelah melihatnya


"ayah rasa penyakit mamah kamu kambuh Al. ini sudah lewat tempo untuk operasi." pak Ridwan


Silfia dan Alya duduk di kursi panjang putih itu, sedangkan pak Ridwan dan Aldi tidak bisa tenang, karena dokter yang meriksa buk rianti belum juga keluar.


tak lama kemudian dokter yang meriksa buk rianti keluar.


sontak Aldi pak Ridwan Alya dan silfia menghampiri dokter itu


"dok bagai mana kondisi istri say?" pak Ridwan


"untung saja buk rianti tidak terlambat di bawa kesini, jadi bisa di tangani secepatnya. karena jantung ibuk rianti mulai lemah, dan ini sudah lewat tempo hari. saya saran kan untuk secepat nya membawa ibuk untuk operasi karna saya sangat khawatir akan menjadi semakin buruk" jelas dokter


"dok segera urus rujukan mamah saya untuk operasi." Aldi


"apa pasien sudah setuju?" dokter


"istri saya pasti akan setuju dok karena apa yang di ingin kan istri saya sudah kesampaian." pak Ridwan


"baik kalau dari pihak keluarga setuju, saya langsung mengurus nya, dan paling lambat sore ini pasien akan langsung pergi, dan besok langsung melakukan operasi" dokter


"baik dok lakukan yang terbaik" Aldi


"lakukan yang terbaik untuk mamah saya dok," Alya dengan mata yang berkaca.


"baik saya permisi dulu, pasien sudah boleh di lihat" dokter


"baik dok terima kasih" serempak mereka ber empat.

__ADS_1


pak Ridwan dan Alya sudah masuk, saat Silfia mau ikut masuk dia melihat Aldi yang masih di posisinya


"kakak tidak masuk" Aldi


"aku akan menghubungi bang Zikra" Aldi


"bang Zikra Uda di kabarin tadi kak sama Alya" Silfia


"oh ok" Aldi kembali memasukkan ponsel nya ke dalam saku celana, dan masuk ke dalam ruang yang di tempati mamah nya.


tak lama buk rianti sadar, setelah sadar pak Ridwan dan Aldi menjelaskan kalau buk rianti harus segera di operasi, jadi sekarang dokter sudah mengurus nya.


tak banyak berkomentar buk rianti mengiya kan, dia pasrah karena kondinya pun yang sudah tidak lagi baik.


waktu menunjukan pukul 15:30 Silfia dan Alya berada di rumah pak Ridwan untuk mengemas pakaian untuk di bawak. selain pakaian pak Ridwan dan buk Rianti.


Alya juga berkemas karena dia ingin ikut.


sebenarnya Adi dan Zikra juga ingin ikut tapi buk rianti tidak mengijinkan mereka.


Alya juga sebenarnya tidak di izinin buk Rianti untuk ikut mengingat di masih sibuk kuliah tapi Alya memaksa, dan menangis untuk bisa ikut.


dan pada akhirnya yang ikut buk rianti pergi ke luar negeri untuk operasi ada lah pak Ridwan dan Alya.


zikra dan sang istri juga sudah berada di bandara. penerbangan di mulai 10 menit lagi.


"Aldi fia" panggil buk rianti


Aldi mendekat


"ia mah " serempak mereka


" mamah sudah menyiapkan hadiah pernikahan untuk kalian berdua itu ada di kamar mamah di lemari paling atas. ambil lah dan tidak ada penolakan atas hadiah mamah" buk rianti


Aldi menghembuskan nafasnya perlahan


"ia mah nanti Aldi akan langsung ambil. mamah semangat ya. cepat sembuh. biar cepat kembali" Aldi dan langsung mencium kening buk rianti


"mamah semangat ya" Silfia yang juga mencium buk rianti


dan disusul juga oleh Zikra, Zahra dan anak mereka

__ADS_1


"nenek cepat sembuh ya" ucap kedua anak Zikra dan Zahra


"ia sayang doain nenek ya" buk rianti


mereka berdua mengangguk dan memeluk sang nenek


tak lama penerbangan akan di mulai.Bu rianti menggunakan kursi roda pun mulai di dorong oleh Alya.


"dah nenek" teriak dua anak kecil itu


mereka semua melambaikan tangan


setelah buk rianti pak Ridwan dan Alya pergi. mereka semua kembali. Aldi dan Zikra jalan di depan sedang kan Zahra sama Silfia di belakang berasama anak zahra


"eh di kau Uda gak tinggal tempat mamah lagi?" zikra


"enggak bang, aku dah pindah baru kemarin" aldi


"daerah mana?" zikra


"Jl. A. Yani. bang" Aldi


"sekarang kamu mau balik langsung?" zikra


"enggak bang aku mau ke rumah ayah dulu " Aldi


"pas kalau gitu" Zikra


"pas apanya" Aldi


"mau nebeng" Zikra


"emang mobil Abang mana" Aldi


"kumat mesin nya lagi, jadi di tinggal di bengkel" Zikra


"mintak ganti tu bang, yaelah" Aldi


"aman tu di" Zikra


setelah berjalan mereka sampai di mana mobil Aldi terparkir. Aldi nyupir mobil nya, setelah semua masuk Aldi melajukan mobil nya ke rumah sang ibu.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2