
"jadi gak usah bohong lah" Rama
"ia kak Indri...." Silfia kesal
rama tertawa melihat kelakuan silfia.
"tapi di kau beneran gak papa kan? kau nggak di apa in kan sama dia?" Rama
Silfia menghembuskan nafas nya dengan kasar untuk menenangkan diri nya
"apaan sih ya enggak kok ma aman. lagian kamu dah saling janji. akh sudah lah" Silfia
Rama mengangguk
"tapi ngomong-ngomong kenapa kau tiba tiba nanyain gitu seolah olah kau khawatir sama ku. kau perduli? apa cuman..." Silfia berhenti bicara meyakin kan Rama
"apa an. kagak ada maksud apa apa fi cuman nanyak doang." rama
"ouhh okay"
"*ya Allah kenapa dia harus hadir lagi sih di hadapan ku. rasa yang Uda benar benar terkubur dalam ini semoga tidak kembali lagi. kenapa saat aku sudah melupakan nya dan gak mengharap kan dia datang, malah sekarang dia datang lagi. saat aku sudah memiliki kehidupan yang harus ku urus. apa engkau ingin menguji perasaan hamba lagi? ya Allah cukup dengan semua masa lalu itu. walau pun 3 tahun itu tak pernah hilang dari ingatan ku setidak nya jangan kau kembali kan perasaan ini ya Allah. aku sekarang hanya ingin fokus sama rumah tangga ku. hamba mohon jangan datang kan perasaan itu lagi." ucap Silfia dalam hati.
"ya Allah aku menyesal dengan semua yang ku lakukan pada fia. kenapa perasaan pada nya harus hadir saat dia sudah punya kehidupan. kenapa ini sangat tidak adil. aku menyesal. ya Allah mungkin perasaan ini salah. namun hamba mu ini hanya manusia biasa, jadi hamba masih butuh engkau dalam menghadapi hal ini." ucap Rama dalam hati*
mereka duduk berdua dalam keadaan saling diam tanpa suara. mereka yang asik tenggelam dalam lamunan nya. sampai saat Tari datang dan menghentikan lamunan mereka berdua.
"fia" Tari
"Ah tari" Silfia mengalihkan wajah nya ke arah tari begitupun Rama
"kamu kenapa? kok melamun? dia siapa?" Tari
"oh dia, kenalin dia ramadhan kawan SMA aku, dia kesini di beri tugas untuk jadi polisi dan mengabdi di Yogya untuk beberapa saat." Silfia memperkenal kan Rama sambil berdiri
Rama ikut berdiri sembari menyatukan kedua telapak tangan nya sebagai salam pada tari.
"saya ramadhan panggil saja Rama"
"oh iya saya Tari teman kuliah nya fia" Tari
"ap kalian ada yang ingin di bicarakan lagi?" Tari
"tidak" jawab serempak Silfia dan Rama
__ADS_1
"oh" Tari
"kenapa tar?" Silfia
"tadi aku lihat suami mu nurunin tangga dan pas Pasan sama ku. trus dia bilang kalau dia nunggu kamu di bawah. jadi dia mintak tolong sama aku untuk bilangin ke kamu" Tari berbisik
"oh ya, " Silfia. tari mengangguk
"ma kak Aldi suami aku sudah nunggu aku di bawah, aku mau pamit ya. maaf gak bisa lama" Silfia
"oh iya fi gak papa," Rama
"tar aku deluan ya" Silfia. tari mengangguk
"assalamualaikum" Silfia. "waalaikumsalam" serempak Rama dan Tari.
Silfia turun ke bawah cafe
"mbak maaf saya juga pamit ya, sekalian mau bayar di bawah, permisi assalamaualikum" Rama mulai jalan meninggal kan tempat nya
"waalaikumsalam," "apa mbak cih enak aja. emang aku embak embak apa" Tari mengerutkan bibirnya kesal.
di luar cafe sudah ada Aldi dan Diko. Silfia langsung menghampiri mereka
"dik gua kagak balik ke kantor, gua bakal ngerjain sisa nya di rumah. " Aldi
"ouh okay, kalau gitu gua ke kantor sekarang ngurus berkas untuk meeting besok" Diko
Aldi mengangguk. dan setelah itu Diko pergi ke pinggir jalan menghampiri taxi yang sudah menunggu nya.
"kakak ko bisa di sini?" Silfia
flashback on
klien Aldi memutuskan untuk rapat di luar kantor. dan memutuskan untuk melangsungkan rapat di cafe saja.
entah apa yang ada di fikiran Aldi sehingga ia memutuskan untuk menggelar rapat di cafe milik teman nya Silfia. mungkin Aldi mengingat kalau Silfia juga berada di sana....
pukul 10.30 Aldi sudah berada di cafe milik temannya Silfia. Aldi dmyang di temani Diko sebagai asisten nya pun mulai memasuki cafe tersebut.
dan sudah ada klien Aldi yang sudah duduk di salah satu tempat duduk di cafe itu.
saat Aldi masuk dia melihat ke sekeliling cafe untuk melihat Silfia namun dia tidak mendapat kan nya.
__ADS_1
"akh mungkin dia ada di atas, apa yang sedang ia lakukan. aku akan melihat nya setelah rapat." batin Aldi
"Al Ayuk klien kita sudah nunggu tu, malah bengong" Diko
"oh ia, Ayuk" Aldi
mereka menghampiri 3 orang yang sudah duduk menunggu aldi.
"assalamualaikum pak maaf menunggu lama. ini bos saya pemilik perusahaan Ex aid. dan saya sebagai asisten" Diko
3 orang yang duduk itu pun berdiri dan mulai berjabat tangan dengan Aldi.
"Aldi firzi" Aldi berjabat tangan ke 3 lelaki itu satu persatu.
mereka kembali duduk dan mulai melakukan rapat. mendiskusikan hal hal mengenai pekerjaan.
hampir satu jam akhirnya mereka selesai. 3 klien Aldi setelah berjabat tangan mereka pamit untuk pergi.
sedang kan Aldi memutuskan untuk ke atas cafe untuk melihat apakan ada Silfia.
"gua mau ke atas bentar lu mau tetap di sini apa nunggu di luar" Aldi
"ngapain lu ke atas?" Diko. "adalah kepo lu" Aldi
"ya udah, gua tunggu di sini aja" Diko
Aldi mengangguk dan mulai jalan meninggal kan Diko. Aldi mulai berjalan menaiki tangga cafe.
saat sampai di atas Aldi menghentikan langkah nya setelah melihat keberadaan Silfia yang sedang duduk dengan lelaki yang tidak di kenal Aldi.
Aldi yang melihat Silfia dengan lelaki mulai mengepalkan tangan nya. Aldi menahan emosi nya. dan tidak langsung mendatangi silfia karna keadaan kafe yang rame.
Aldi yang mulai membara memutuskan untuk kembali turun. saat Aldi menuruni tangga Aldi berpas-Pasan dengan tari yang hanya berjarak satu tangga
"kak Aldi?. kakak mau ketemu sama fia? fia nya ada di atas kakak..." ucapan tari langsung di potong sama Aldi.
"bilang sama dia aku menunggu di bawah, luar cafe, suruh dia menemui ku" Aldi
setelah berbicara Aldi kembali menurunin tangga.sedang kan tari juga kembali menaiki tangga. untuk menemui silfia
***flashback off
Bersambung***...
__ADS_1