Menikah Karena Keadaan

Menikah Karena Keadaan
BAB 16 KEMBALI KE KAMPUS


__ADS_3

Keesokan harinya seperti biasa Silfia dan Aldi sudah bangun lebih pagi, Aldi yang pergi salat subuh berjamaah di mesjid dekat rumah nya sedang kan Silfia tetap salat di rumah.


selesai salat seperti biasa Silfia bersih bersih kamar setelah itu dia pergi ke dapur untuk bantu masak.


tak lama Aldi pulang dari masjid bersama sang ayah, waktu sudah menunjukan pukul 07:00 mereka berada di meja makan semua. mereka manyantap makanan dalam diam.


tak butuh waktu lama akhirnya mereka selesai makan. Silfia merapikan meja makan di bantu oleh Alya. Silfia dan Alya sudah berada di dapur.


mereka berdua ingin membuat makanan. sedang kan pak Ridwan dan buk Riantiasih berada di meja makan.


"Aldi gimana apa hari ini kalian akan mulai pindah?" pak Ridwan.


"heem ia yah, rencana siang ini kita akan pindah ke rumah itu, sementara itu Aldi pagi ini akan pergi ke kantor dulu yah, dan mau nganter Silfia ke kampus nya." Aldi


"fia ngapain ke kampus Al, bukan nya jadwal cuti kuliah nya sampai besok?." buk rianti


"ada kelas mendadak mah, kan Silfia sudah di akhir semester dan dia akan buat skripsi nya. jadi ada mata kuliah terakhir yang di majukan jadi dia gak bisa menunggu masa cuti kuliah nya sampai besok mah"jelas Aldi


(maaf ya kalau bab ini ada kesalahan menyangkut cerita seputar pembuatan skripsi, karena author belum sampai di tahap ini jadi author buat setau author aja🙏)


"oooh ya Uda kamu pergi ke kantornya sekelian antar fia ya ke kampus nya, kan satu arah" pak Ridwan


Aldi mengangguk.


sementara di dapur


"kak kakak kan Uda semester akhir kapan kakak mulai skripsi?" Alya


"kakak rencana mulai Minggu besok Al, rencana kemarin kan Minggu ini cuman karena pernikahan kakak jadi nya kakak undur" Silfia


"ouhh" Alya sambil mengangguk.


"kamu gak ngampus Al?" Silfia


"ngampus kak cuman nanti jam 4 sore" Alya


"ouhh, kakak habis ini mau ke kampus rencana mau barengan kita pergi nya tapi karena Alya ngampus nya sore jadi kakak pergi sendiri deh" Silfia


"yah salah nya kita di bedakan dengan waktu kak" Alya tertawa kecil


Silfia membalas juga dengan tertawa, dapur kali ini di penuhi gelak tawa mereka sambil membuat makanan.


setelah mereka selesai di dapur Silfia bersiap untuk pergi ke kampus, saat di kamar Aldi meminta Silfia untuk segera siap siap, silfia yang bingung mencoba bertanya. dan ternyata Aldi akan mengantar nya ke kampus.


niat hati Silfia menolak tapi Aldi yang tidak mau ada penolakan akhirnya Silfia pasrah untuk ikut kemauan Aldi.


tak lama kemudian Silfia sudah siap, dengan mengenakan pakaian dress panjang warna kecoklatan dan hitam dan kerudung yang berpadu dengan baju nya Silfia



kira kira seperti ini ya pakaian yang di kenakan Silfia.

__ADS_1


Silfia tidak terlalu bersolek dengan make up tipis. setelah selesai Silfia pergi ke ruang tamu menyusul Aldi yang sudah menunggu nya.


"maaf kak nunggu lama" Silfia


"sudah ayok kita langsung berangkat" Aldi tanpa menoleh ke arah silfia


"ish biasa tu mukak,dingin banget kayak balok es sebel" gumam Silfia


"apa?" Aldi


"ah enggak ada emang apa?" Silfia Silfia sedikit gugup


"sudah lah cepat" Aldi


Silfia berjalan sedikit cepat mengikuti Aldi. Aldi yang sebenar nya terpesona melihat penampilan Silfia, dia diam diam melihat tanpa henti Silfia saat silfia menurunin tangga.


tapi Aldi berpura pura biasa aja. mereka berdua sudah berada di dalam mobil, Aldi mulai melakukan mobil nya. Hany butuh waktu 5 menit untuk sampai ke kampus Silfia.


saat sudah sampai Silfia meminta untuk di turunkan di depan pagar utama kampus. Aldi menurutinya.


"makasih kak," Silfia


"hemmm," Aldi pandangan tetap ke arah depan


saat Silfia mau turun, Aldi menghentikannya


"oh ya jam berapa kamu selesai mata kuliahnya?" Aldi


"emm. bisa kah kau menunggu ku sampai Zuhur aku akan menjemput mu" Aldi


"heemm , aku bisa pulang sendiri kak," Silfia


"gak usah aku akan menjemput mu waktu Zuhur juga gak lama, aku gak mau saat nanti kita pulang sendiri sendiri mamah akan nanyain " Aldi


"ya Uda aku nunggu kakak di cafe tempat tari, boleh?" Silfia


Aldi mengangguk tanda setuju. setelah itu Silfia turun dari mobil dan mulai jalan menuju kedalam kampus.


Aldi tidak langsung pergi dia melihat Silfia sampai Silfia masuk lewati gerbang kampus lalu dia pergi.


"kenapa dia menjadi cantik, akh apa yang kurasa apa aku sudah mulai menyukainya,? akh tidak mungkin. tapi kenapa rasa nya selalu berbeda. ah sudah lah" Aldi bicara sendiri selama di perjalanan menuju kantornya.


sedangkan Silfia selama perjalan nya masuk ke kampus dia tak henti memegang dadanya.


"detak nya sangat cepat aku kenapa?" Silfia


saat perjalan menuju kelas nya Silfia bertemu dengan 2 sahabat nya yaitu Era Sama Tari.


"fia" Era melambaikan tangan nya ke arah Silfia


"hei" Silfia.

__ADS_1


era lari ke arah Silfia lalu dia memeluk Silfia.


"aduu Uda ih sesak" Silfia


"aku rindu" Era


"iiiih sok ia lu" Tari


"hhhhh Uda, kita ke kelas aja terus yuk 5 menit lagi dah mau masuk" Silfia


"emmm ternyata pengantin baru rindu pelajaran ni" Tari tertawa


"hhhh pengantin baru gimana ni malam pertamanya" Era tertawa terbahak-bahak


membuat orang orang yang ada di sekitar mereka melihat ke arah mereka bertiga. Tari yang melihat Era tertawa keras pun refleks menutup mulut Tari .


"ih istighfar Ra, ya Allah" Tari


Era yang sadar langsung terdiam.


"Uda ah kalian kalau gak mau ikut ke kelas ya Udah" Silfia berjalan meninggalkan Era dan Tari


"eh tunggu" Era dan Tari mengejar Silfia


"ciee yang malu malu" tari dan era kembali tertawa


2 jam lama nya mereka berada di kelas untuk belajar dan akhirnya mereka selesai.


*keluar kelas*


"tar aku ikut ke cafe ya" Silfia


"ngapain fia masih kerja?" Era


"ia mau ngapain mau kerja lagi kamu fi?" Tari


"ih enggak aku ke sana sekelian mau nunggu kak Aldi pulang, habis Zuhur aku di jemput, jadi aku nunggu nya di cafe aja, kurang nyaman aku kalau nunggu di kampus" Silfia


"uuuuuuuuu " Era dan Tari serempak


"apa an sih, emang gak boleh ya Tar kalau aku gak kerja lagi di cafe mu dan aku gak boleh datang ke cafe mu " Silfia


"boleh dong beb, kenapa gak boleh, hihihi maaf lah" tari


Silfia mengerutkan bibirnya.


"eh aku ikut ya, aku mau makan laper" Era


"okay hayuk " Tari


mereka bertiga pergi ke cafe milik tari, mereka bertiga jalan karena tempat nya yang tidak jauh.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2