Menikah Karena Keadaan

Menikah Karena Keadaan
BAB 59 BERPESAN


__ADS_3

Di tempat lain , Aldi duduk sambil menatapi sang mamah yang terbaring lemah, sambil mengusap usap tangan mamahnya. lalu beralih menatap sang ayah yang berada tepat di samping nya


"yah apa yang sebenarnya terjadi? apa yang salah sama operasinya? kenapa mamah sampai drob banget kaya gini?" Aldi


ayah menepuk beberapa kali pundak Aldi


"operasinya berjalan dengan lancar waktu itu, tapi ada 1 dan lain hal yang buat mamah kayak gini," pak Ridwan


"apa yah?" Aldi bertanya


ayah menghembuskan nafas dengan kasar


"kita berdoa aja ya Al, agar mamah sembuh, ayah juga gak mau hal lain terjadi" suara ayah yang menanhan tangis


"yah.. apa maksud ayah, hal lain maksud ayah apa?" Aldi


ayah tidak menjawab, lalu ayah meraih selimut yang di kenakan Bu rianti, sembari merapikan nya


"mah... cepat sembuh ya, kita semua rindu mamah yang sehat" pak Ridwan meneteskan air mata nya, sambil menatap Bu rianti, pak Ridwan tidak pernah berfikir semua ini akan terjadi andai dari awal tau pak Ridwan langsung beri tahu anak anak nya pasti suda lama istrinya di rawat, dan tidak akan separah ini penyakitnya. pak Ridwan merasa menyesal seolah olah yang terjadi pada istrinya saat ini adalah kesalahan nya.


dia tidak bisa membayangkan istri yang ia sayangi harus pergi, pak Ridwan menggeleng kan kepalanya dia yakin istrinya kuat dan akan sembuh.aldi yang melihat situasi ini pun semakin yakin bahwa ada yang terjadi.


Aldi berdiri dari duduk nya lalu melangkah pergi meninggalkan ayah dan mamah nya. namun belum sempat Aldi keluar dari ruang inap itu, pak Ridwan bicara yang membuat Aldi merasakan sakit yang begitu dalam


"dokter bilang.mamah hanya punya 20% kesempatan untuk bertahan, dan sisa nya...." pak Ridwan duduk


.


Aldi membalikkan tubuh nya kembali

__ADS_1


"operasi berjalan lancar sebenarnya. tapi yang salah itu keterlambatan kita buat antar mamah berobat.ini salah ayah Al, kalau ayah dari awal kasih tau kalian tentang kondisi mamah pasti dari awal mamah gak akan separah ini. maafin ayah" pak Aldi tertunduk pili menangis dengan rasa bersalah.


Aldi menghampiri sang ayah laku memeluknya. Aldi kehabisan kata kata, namun yang di katakan ayahnya itu salah, ini semua bukan salah ayah nya, jika ini takdir mereka harus apa. satu satunya harapan sekarang adalah doa.


satu hari berlalu dengan kesedihan Aldi Silfia Alya dan pak Ridwan berada di satu ringan bersama sang mamah yang masih tak sadarkan diri.


tak lama kemudian kakak tertua mereka datang yaitu Zikra, Zikra datang bersama Zahara, kedua anak mereka juga ikut ke negara ini namun tidak di bawa ke rumah sakit, mereka berdua berada di hotel bersama pengasuh. mereka memasuki ruangan itu, lalu zikra langsung menghampiri sang ibu yang terbaring lemah


sedangkan Zahra menghampiri Alya dan Silfia yang terduduk di sofa, Zahra duduk di samping Alya yang sekarang posisinya di tangah antara kakak ipar nya.


Silfia Salim dengan Zahra, selanjutnya Zahra memeluk Alya.


ruangan yang sepi nan senyap tiba tiba bergema dengan suara Zikra.


"aku tidak tau apa yang sebenarnya terjadi, kabar kalau mamah ngedrob kemarin cuman itu yang aku dengar. tapi yang pasti berdoa untuk kesembuhan mamah yang penting sekarang, merasa pilu boleh tapi tidak terlalu memberatkan nya, kalau seperti ini bagai mana nanti kalau mamah bangun dan liat kita semua seperti ini, bagai mana mamah bisa kuat sedangkan anak anak nya kelurga nya sedih, yah, Al, semuanya plis kita juga harus kuat, biar mamah bisa semangat. semua akan baik baik aja, percayalah. bismillah" Zikra


sebenarnya Zikra sudah tau kondisi mamah nya karna kemarin Aldi telfon Zikra dan beri tau semua, namun karna berfikir Alya tidak tau kondisi mamah nya yang sebenarnya Zikra hanya bisa bicara seperti itu. sedangkan Alya diam diam sudah mengetahui semua nya.


jadwal operasi kedua telah di tentukan pada hari ini, setelah pertimbangan para dokter sepakat untuk mengoperasikan pasien atas nama Rianti tersebut


walaupun masih ada rasa takut, takut apabila operasi tidak berjalan dengan baik, tapi semua sudah di persiapkan dengan matang, dengan persetujuan seluruh keluarga, dan persiapan para dokter yang akan mengoperasikan.


masih di ruang rawat


"mah mamah yang kuat ya mamah harus bisa lakuin ini semua, alya percaya sama mamah, sama Allah juga" Alya mata yang berkaca kaca


"mah, mamah harus janji mamah bisa sembuh ya" Aldi


ibu rianti hanya bisa tersenyum entah mengapa dia merasa tidak yakin, iya juga mencoba kuat dan yakin bisa lakuin semua ini, tapi entah mengapa rasa tak enak muncul

__ADS_1


"berdoa aja sama Allah ya nak, semoga Allah beri yang terbaik." ibu Rianti tersenyum


"pasti mah pasti" Zikra


"mamah ingin berpesan sama kalian boleh? bila sewaktu waktu ternyata operasi nya tidak berjalan dengan baik" tanya ibu rianti ragu


"mamah ngomong apa sih mamah harus yakin mah, mamah gak boleh ngomong kaya gitu" Alya menaikkan nada bicaranya


"mah..." pak Ridwan


"nak maksud mamah bukan seperti itu, gini gini. mamah mau berpesan aja sama kalian, kalau pun nanti syukur Alhamdulillah operasinya berjalan baik, jadi saat mamah sudah sembuh apa yang mamah bicarakan sudah kalian lakukan, gimana?" ibu Rianti


Zikra menepuk pundak Aldi, lalu memandang wajah mamah nya


"iya mah kita percaya mamah bisa laluin semua ini, jadi pesan apa yang mau mamah sampaikan?"


"pertama buat anak bungsu mamah, Alya. mamah minta sama kamu untuk tidak terlalu nyembunyiin kesedihan kamu ya sayang. jangan pendam masalah kamu sendiri, mamah minta kalau kamu ada masalah cerita, kamu punya kelurga sayang kita perduli sama kamu termaksud mamah, jadi kalau kamu cerita pasti di dengerin, mamah gak mau kamu Pendem masalah kamu sendiri ya sayang, jangan tanyak mamah tau dari mana yang pasti kamu harus ingat kata mamah ya" ibu rianti


air mata Alya tidak terbendung lagi tangisan keluar dari mata dan mulut Alya, Alya langsung memeluk sang mamah, dan Bu rianti membalas pelukan Alya, semua yang berada di situ merasa campur aduk.


rasa kaget ternyata Alya punya masalah seperti itu, dan sedih karena tidak bisa ngerti apa yang di rasa Alya.


Zikra menatap langit langit atap agar tidak menumpahkan air mata nya. sedangkan Aldi mengarah pada dinding dan berulang kali mengedip ngedipkan mata nya.


suasana haru menyelimuti ruangan tersebut. tak lama ibu Rianti berbicara kembali.


"kedua buat ank mamah yang paling tua, Zikra mamah gak banyak pesan sama kamu, karna kamu sudah menjadi ayah yang bertanggung jawab untuk keluarga kamu, mamah cuman mau bilang luangkan waktu lebih banyak untuk keluarga kamu, mamah tau kamu seorang abdi negara, mamah gak minta kamu untuk meninggalkan tugas kamu, cuman kalau kamu bisa luangkan lebih banyak waktu untuk keluarga mu, kasihan anak anak mu mereka masih kecil mamah takut mereka kesepian." ibu Rianti


"iya mah, Zikra akan berusaha penuh buat keluarga Zikra,"Zikra lalu di balas senyuman ibu Rianti

__ADS_1


"ketiga buat pasangan baru, anak tengah mamah..."


BERSAMBUNG...


__ADS_2