
Aldi tidak menjawab pertanyaan Silfia dan langsung masuk ke dalam mobilnya. Silfia tidak mengerti dengan tingkah Aldi. Silfia yang mengerti langsung ikut masuk ke dalam mobil.
setelah itu Aldi melajukan mobilnya menjauh dari cafe selama perjalanan Aldi tetap diam dengan pandangan fokus ke jalan.
Silfia yang tidak tau apa yang Aldi rasakan mencoba untuk bertanya
"kakak kenapa bisa ada di cafe? bukan nya kakak pulang sore Kenap sekarang sudah menjemputmu" Silfia bertanya pasti
"diam lah" Aldi sedikit membentak
"kak" Silfia
Aldi tidak menjawab,sedangkan Silfia kembali diam dengan mata yang berkaca kaca. mungkin terlalu lebai tapi Silfia tidak pernah mendapatkan bentakan apa lagi dari orang tuanya.
wajar dia seperti itu.
tak lama kemudian mereka sampai di rumah, Aldi sudah memakir kan mobil nya dan langsung turun dari mobilnya dengan menutup keras pintu mobilnya.
Silfia juga turun tapi dengan perlahan, Silfia semakin bingung dengan aldi. Silfia terus mengikuti Aldi yang berjalan menuju masuk ke rumah.
Aldi yang deluan masuk ke rumah dan di susul Silfia sambil menutup kembali pintu rumah.
Aldi berbalik menghadap Silfia kembali.
"kau cih" Aldi
"kenapa kak" Silfia. "kau pamit dengan ku untuk pergi ke cafe untuk menemui tari bukan dengan lelaki" Aldi
"tapi itu kebetulan kak" Silfia
"kebetulan apa fi? aku tau kalau kita belum punya perasaan apa pun tapi apa kau pantas untuk bertemu dengan lelaki lain? tanpa sepengetahuan ku? biar bagai manapun aku suami mu, aku juga wajib tau apa yang kau lakukan di luar sana" Aldi sedikit menaikkan nada bicaranya
"kak aku juga gak tau bakal ketemu dia, lagian kami tidak ngapa-ngapain in kami hanya mengobrol biasa, lagian di sana juga rame" Silfia
"apa kau mencoba mencari lelaki lain untuk dapat kau cintai?" Aldi
"maksud kakak apa" Silfia
"cih, " Aldi
"aku tidak pernah berfikir seperti itu kak," Silfia
"kalau saja aku tau itu tidak bohongan" Aldi
"kak aku tidak pernah berfikiran untuk mencari cinta seperti yang kakak fikirkan. walaupun pernikahan kita karana keadaan" Silfia
"oh jadi sekarang kau menyesali pernikahan kita?" Aldi
__ADS_1
"kak Aldi" Silfia
", gak ada menginginkan menikah karna terpaksa fia, aku juga tidak ingin" Aldi
"kalau aku tau bakal seperti ini aku juga gak mau untuk mencari jalan untuk perasaan ini" Aldi
"ok kalau emang itu mau kakak. aku juga gak mau memunculkan perasaan untuk kakak. dan tak akan" Silfia
Aldi melihat tajam Silfia yang matanya mulai berkaca-kaca. Silfia membalikkan badan nya Kemabli kearah pintu keluar. dan mulai berjalan keluar rumah.
"Silfia" panggil Aldi
namun Silfia tidak memperdulikan Aldi dan tetap berjalan. Silfia berjalan keluar rumah dan pergi ke pinggir jalan untuk mencari angkutan umum.
Silfia memberhentikan taxi untuk dia naiki. setelah naik supir taxi itu bertanya pada Silfia
"mau ke mana neng?" supir taxi
"jalan dulu pak" Silfia
"baik" supir taxi itu melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang.
Silfia yang sudah tidak bisa menahan air mata nya dan mulai menangis sambil menyandarkan kepala nya ke kaca mobil.
"Hannya karena itu. akh kenapa sih. sekarang kemana aku pergi. ke rumah tari, akh tidak, apa mungkin ke rumah Era?, tidak. ya Allah aku bingung dengan perasaan ini kau yang maha membolak balik kan hati. sekarang perasaan yang mulai muncul ini pada suami hamba malah menjadi sakit. apa hamba mu ini akan merasakan sakit kembali karna cinta?" Silfia semakin terisak dalam tangisnya.
taxi yang di naiki Silfia pun terjebak macet nya jalan. suasana di luar yang hujan semakin membuat silfia sedih. seperti nya alam berpihak pada Silfia kali ini.
sekarang Silfia tau tempat yang akan di tuju Silfia
"pak arah kan saya ke jalan B ya pak" Silfia
"baik neng" supir taxi
mobil taxi itu kembali berjalan lancar setelah macet. suasana langit yang masih mendung dengan hujan yang gerimis
sementara di rumah Aldi duduk di sofanya. meletakan kedua tangan nya di tengkuk nya.
"apa aku cemburu? akh itu tidak mungkin. tapi kenapa rasanya hari ku sangat sakit dan emosi ku keluar saat melihat nya dengan lelaki lain. aku tau kalau itu lelaki cuman teman nya saja tapi... akhh" Aldi mengusap wajah nya dengan kasar.
Aldi menenangkan dirinya dan mencoba berbaring di sofa yang ia duduki.
"biarkan seperti ini dulu sampai benar benar membaik" Aldi
kembali ke Silfia
setelah membayar Silfia keluar dari taxi itu setelah sampai di tempat yang di tuju nya.
__ADS_1
"terima kasih neng" supir taxi
Silfia mengangguk. dan mulai masuk kerumah itu, dengan mengetuk pintu rumah. Silfia datang ke rumah kakak sepupunya sebagai tujuan terlahir nya kali ini. karna Indri lah kakak satu satu nya yang bisa dia bagi cerita.
wali pun bukan kakak kandung tapi Silfia dan Indri sudah seperti saudara kandung.
tok tok tok
suara ketukan pintu
"ia sebentar" suara dari dalam rumah sederhana itu
Indri membuka pintu rumah nya dan mendapatkan Silfia
"fia" Indri
Silfia nyengir menampakan giginya
"ada perlu apa, hujan hujan gini?" Indri
"aku cuman mau main main doang, mau ketemu Aila. mana dia?" Silfia
"dia tidur, ya udah masuk " Indri
"kak bang Azra gak di rumah?" tanya Silfia setelah masuk
"dia pulang malam fi" Indri
"ouhh, kak aku boleh nginap malam ini gak di sini, malam ini aja kok" Silfia
"ha tumben! kamu ada masalah sama..." Indri
"ah tidak kok" Silfia
"serius?" Indri
Silfia mengangguk.
"ya Uda gak papa kamu tidur di kamar itu ya" Indri menunjuk ke salah satu kamar.
Silfia mengangguk
"akh aku gak ngerti sama kau, ya Uda gih sana bersihin badan mu, kau basah nanti masuk angin" Indri
Silfia mengangguk mengerti lalu berjalan menuju kamar yang di pilih kakak nya.
Indri menggelengkan kepalanya
__ADS_1
"aku yakin dia ada masalah sama Aldi" indri
Bersambung...