
"apa dia lelaki balok es itu, apa dia seorang Aldi firzi yang ku kenal? kenapa sikap nya berbeda? ah sudah lah" Silfia berbicara sendiri
Silfia mematikan lampu dapur dan mulai pergi berjalan menuju kamar nya.
tak butuh waktu lama Silfia sudah ada di dalam kamar. sebelum ia tidur Silfia terlebih dahulu salat isya.
setelah salat Silfia berbaring di ranjang nya. posisi Silfia sekarang berada di kamar sendirian karena ia dan Aldi berbeda kamar.
Aldi yang memutuskan untuk mengambil kamar lain. malam semakin larut Aldi belum juga tidur dia masih menatap layar laptop nya.
sedang kan Silfia terbangun dari tidurnya karena merasa haus. Silfia memutuskan untuk pergi ke dapur untuk minum. Silfia keluar kamarnya tidak menggunakan kerudung.
rambut nya yang terurai sebahu.dia berfikir kalau Aldi pasti sudah tidur.
suasana rumah di lantai bawah itu tidak terlalu gelap karena di dapur lampu masih menyala. Silfia pergi ke arah kulkas berharap ada air dingin untuk dia minum.
saat akan membuka kulkas Silfia merasa aneh di belakang nya, seperti ada orang yang sedang memperhatikan nya. dia semakin merasa takut saat mendengar langkah kaki mulai mendekatinya.
dan suara langkah itu semakin dekat ke arah nya, ketakutan Silfia bertambah, ia mencoba menenangkan dirinya dengan mencoba berulang kali menghembuskan nafasnya perlahan.
tapi tiba tiba... ada yang menyentuh bahunya.
sontak membuat silfia berteriak. tapi sepontan orang yang menyentuh Silfia menutup mulut Silfia.
"cukup. diam lah Silfia Anatasya" orang itu mencoba menenangkan Silfia.
ternyata orang tersebut adalah Aldi.
"kak Aldi" Silfia
"ya ini aku, kenapa kau sampai teriak seperti itu, apa kau fikir aku adalah hantu" Aldi melepaskan tangan nya dari yang tadi nya menutupi mulut silfia
" lagian kenapa kakak mengagetiku. kakak datang tanpa suara, wajar saja aku berteriak" Silfia
"cih dasar kau" Aldi
flashback on
Aldi yang sedang fokus pada laptop. ya tiba tiba merasa lapar. dia memutuskan untuk pergi ke dapur berharap ada makanan untuk di makannya.
saat ingin keluar dari kamarnya Aldi melihat Silfia berjalan menurunin tangga menuju dapur. Aldi mengikuti Silfia.
saat Silfia sudah tiba di dapur Aldi pun juga sudah sampai di bawah. Aldi melihat Silfia dari belakang.
melihat dari ujung kepala sampai ujung kaki, tapi yang menjadi perhatian Aldi adalah rambut Silfia yang cantik.
walau pun bukan pertama kali nya Aldi melihat Silfia tanpa kerudung tapi Aldi tetap merasa kalau Silfia lebih cantik tanpa hijab nya
"dia cantik tanpa hijab nya, ingin sekali rasanya setiap hari aku melihat nya seperti ini. tapi kenapa dia belum berani untuk tidak menggunakan hijab nya saat bersama ku. bukannya aku sudah halal baginya? akh sial" batin aldi.
rasa lapar kembali menghampiri Aldi, dan dia mencoba melangkah ke dapur. tapi ternyata Aldi mempunya niat untuk menjahili Silfia.
dengan untuk mengejutkan silfia.
__ADS_1
flashback off
Silfia merapikan rambut nya yang sedikit berantakan. dan dia tersadar kalau sekarang di hadapan Aldi dia tidak menggunakan kerudung.
" haaah, oh tidak" Silfia menutup kepalanya dengan tangan nya dan mulai berjalan meninggalkan Aldi
tapi Aldi menghalangi silfia untuk pergi.
"kak aku ingin lewat," Silfia dengan tangan nya yang masih di atas kepala
"bukan nya kau ingin minum? kau belum memasukkan sedikit pun air itu ke mulut mu Kenap kau mau pergi? apa karna kau tidak memakai kerudung mu?" Aldi
Silfia mengangguk
"cih sudah lah kau tak perlu menutupinya lagi, bukankah aku sudah berulang kali melihat rambut mu, lagian sudah sepantasnya aku melihatnya." Aldi
"tapi..." Silfia
"sudah lah terserah mu" Aldi
Aldi meninggalkan Silfia , dengan perasaan kesal bercampur kecewa.
"kak" Silfia memanggil Aldi yang pergi meninggalkannya.
Aldi yang mendengar Silfia memanggilnya pun berbalik ke arah Silfia
"maaf, tapi.." Silfia ragu
"sudah lah ini sudah larut sebaiknya kau tidur" Aldi
di satu sisi Aldi merasa kesal karena silfia yang belum bisa melepas kerudungnya. tapi di sisi lain dia menyesal karena sudah memarahi Silfia
Aldi berharap silfia tidak kecewa karena sudah memarahi nya.
Silfia sudah balik melamarnya. Silfia merasa kalau apa yang dilakukan itu juga tidak benar. bagaimana pun Aldi adalah suaminya sudah menjadi hak Aldi untuk melihat aurat nya.
Silfia membaringkan tubuhnya ke ranjang nya. mencoba tidur tapi tetap tidak bisa. Silfia masih merasa bersalah.
begitu pun Aldi yang tidak bisa tidur karena memikirkan Silfia, dia juga merasa telah salah karena memarahi Silfia.
Aldi memutuskan untuk menemui silfia di kamarnya. untuk memastikan Silfia tidak apa apa.
Aldi berjalan menuju kamr Silfia.
setelah berada di depan kamar Silfia, tanpa berfikir panjang aldi mengetuk pintu Silfia, dan berharap Silfia belum tidur.
tok tok tok
"Silfia apa kau belum tidur?" suara aldi
silfia yang berada di dalam mendengar ketukan pintu kamarnya, dan suara Aldi. Silfia langsung pergi ke arah pintu kamarnya dan membuka pintu itu.
Silfia hanya menggunakan piyama biru tanpa menggunakan penutup di kepalanya.
__ADS_1
Aldi yang melihat Silfia tanpa penutup di kepalanya, sontak berbalik membelakangi Silfia.
"kenapa kau tidak menggukan hijab mu. kau sudah tau kalau aku yang memanggil mu. pergilah ambil kerudung mu. tutup rambutmu." Aldi
Silfia tidak merespon. perintah Aldi dan tetap berdiri di tempat nya.
"kenapa kau masih diam, sudah lah aku tidak marah karena kau masih menutup kepalamu. aku menerima keputusan mu karna belum siap untuk menunjukan nya dengan ku." Aldi
"aku kesini hanya ingin meminta maaf pada mu karna sempat memarahi mu tadi, apa kau kecewa dengan ku? aku rasa tidak karena yang seharusnya kecewa itu adalah aku. akh sudah lah. " Aldi
" kak" Silfia
"hemmm" Aldi
"maaf " Silfia
"ha? kenapa" Aldi
"maaf kak, karena aku tidak membuka kerudungku saat bersama Kaka, aku akui aku salah kan maaf, dan sekarang aku akan mencoba untuk terbiasa tidak menggunakan kerudung ku saat di depan mu" jelas Silfia
"apa kau yakin?" Aldi
"emmm" Silfia
"Silfia berfikir lah lagi, sumpah demi apapun aku tidak akan memaksa mu untuk menampak kan rambut mu" Aldi
"tidak kak," Silfia
Silfia menundukkan kepalanya, dan Aldi mencoba perlahan membalikkan posisinya kembali ke arah Silfia.
"sekali lagi apa kau yakin?" Aldi
"emmm"Silfia
"oh baik lah, itu bagus, tapi ini benar? apa kau iklas? jangan karna terpaksa, karna aku tidak ada memaksa mu." Aldi
"insyaallah kak fia iklas" Silfia
"oh, emm bagus lah kali seperti itu, terbiasa lah" Aldi
"ini sudah terlalu larut, tidurlah! aku akan kembali ke kamar ku" Aldi
Silfia mengangguk dan masuk ke dalam kamarnya, dan menutup pintu kamarnya.
ternyata detak jantung Silfia berdetak cukup cepat. ntah mengapa *** sepertinya Silfia merasakan sesuatu yang berbeda.
"fiuuuuh akh jantungku berdetak sangat cepat. tenang lah. ku mohon, ini memang harus ku lakukan. sudah menjadi hak nya untuk itu" batin Silfia
sementara Aldi pun merangkak pergi ke kamarnya.
***Bersambung....
Hallo kak makasih ya udah mampir dan baca novel author sampai bab ini. dukung novel author dong. vote novel author ya🙏. dan jangan lupa like❤️ komen💬 okay
__ADS_1
Terimakasih🤗***