
Waktu terus berjalan ulang tahun Silfia sangat spesial kali ini dengan seorang yang kini mencintai nya begitupun Silfia.
mereka cukup lama di ruangan penuh dekorasi yang cantik itu, duduk di 2 kursi 1 meja yang saling berhadap-hadapan memakan cake ulang tahun serta makan makanan lainnya.. awal percakapan memanglah sedikit canggung tapi semakin lama semakin hangat.
malam makin larut mereka memutuskan untuk masuk ke kamar dan tidur, sepanjang jalan menuju kamar Aldi menggandeng Silfia, setelah sampai depan pintu Aldi meminta Silfia untuk membuka pintunya.
Silfia membuka pintu kamar itu dan lagi lagi silfia terpukau ternyata bukan hanya ruang utama saja yang di modif tapi kamar juga.
kamar itu berisi banyak lilin yang menyala ada lilin aromatik yang mengharumkan raungan, serta di tempat tidur terdapat handuk yang berbentuk angsa yang di modif menjadi bentuk love. sedangkan disekitaran angsa handuk tersebut di taburi bunga mawar merah
kira-kira begini dekor dari tempat tidur mereka.
tak hanya Silfia tetapi Aldi juga terkejut melihat dekorasi kamar tersebut, pasalnya yang mendekor kamar ini bukalah Aldi.
"dik kenapa lu dekor ni kamar udah kayak pengantin baru aja, gila lu ah, kan kalau gini gua yang malu" batin Aldi
silfia berjalan masuk ke dalam kamar mendatangi lilin satu persatu. lalu Silfia terhenti dan menghadap Aldi.
"kak?" Silfia
"kamu suka?" Aldi
silfia hanya mengangguk dia benar-benar tidak percaya orang yang selama ini dia fikir orang yang jutek,dingin, ternyata bisa romantis juga.
Aldi mendekati Silfia lalu mengajaknya duduk di tepi ranjang.
"makasih kak" Silfia
"emm sama sama, ini bayaran karna kamu udah mau nunggu aku fi, ets tapi bukan cuman ini kok" Aldi
"lalu?" Silfia mengerutkan keningnya nya
Aldi mendekatkan wajah nya ke wajah Silfia, perlahan, Silfia yang sudah berfikir ke arah sana langsung memejam kan matanya, walaupun belum siap
setelah jarak wajah merek sangat dekat Aldi melihat tingkah Silfia yang berfikir kalau dia akan mencium Silfia, Aldi tersenyum lalu mengarahkan wajah nya kesamping tepat di samping telinga Silfia untuk berbisik.
Silfia masih menutup matanya.
"kau memikirkan apa? kenapa menutup mata mu?" Aldi berbisik
Silfia terkejut mendengar suara di telinganya lalu langsung membuka matanya sadar, silfia memukul dada bidang Aldi dengan sedikit kuat membuat empunya meringis kesakitan
"akh" Aldi lalu menjauhkan tubuhnya sambil memegang dadanya
"kaaak jangan menggodaku" Silfia mengerutkan bibir nya
Aldi tertawa kecil
"aku tidak menggoda mu, aku hanya ingin mengatakan sesuatu" Aldi sambil tersenyum
"kan gak harus deketin wajah juga" kini wajah Silfia benar benar merah
"iya iya maaf, jangan merah gitu dong wajah nya" Aldi meraih wajah Silfia dengan tangan nya yang menempel di kedua pipi Silfia
hal ini membuat silfia makin malu
"kaaaak ih apaan sih gak ada tu biasa aja" Silfia menjauhkan Aldi dan berdiri
Aldi tertawa kembali dia berhasil menggoda Silfia
__ADS_1
"iya iya Sekai lagi maaf aku tidak akan melakukan nya lagi" Aldi meraih pinggang silfia lalu memeluk Silfia yang masih berdiri
Silfia sedikit terkejut
"tidak apa kan seperti ini, sudah lama aku tidak merasakan pelukanmu fi" Aldi bicara dalam keadaan masih memeluk pinggang silfia
Silfia membalas pelukan itu dia meletakkan tangan nya di bahu aldi dan tangan satunya lagi di kepala Aldi.
Aldi tersenyum mendapat kemenangan
"apa selanjutnya aku boleh memeluk mu tanpa meminta izin?" Aldi
Tampa ragu Silfia mengangguk
"emhh" silfia
Aldi kembali tersenyum.
"lalu bayaran apa yang kakak berikan padaku, aku rasa tidak usah lagi ini sangat cukup apalagi kakak mencintaiku itu sudah sangat cukup kak sungguh" Silfia bicara berdiri yang masih di peluk Aldi
"hidup bersama ku selamanya" ucap Aldi yang melepas pelukannya dan menatap Silfia. begitu juga Silfia yang menatap Aldi yang berada di bawah.
"boleh kah?" Aldi bertanya pasti
"emmhh" Silfia tersenyum ke arah Aldi
Aldi merasa bahagia sekarang dia benar benar merasakan cinta nya Silfia yang kini dia dapatkan untuk selamanya.
Aldi kembali memeluk Silfia
tengah malam sudah tiba setelah meletakkan angsa handuk tersebut di bawah mereka berdua kini berbaring di tempat tidur yang sama Silfia tidur mengarah ke Aldi begitupun Aldi.
Aldi sesekali menyingkirkan rambut Silfia yang menutupi wajah Silfia. lalu mereka berdua bergandengan tangan.
Aldi menggelengkan kepalanya
"tidak aku di bantu sama Diko, dan kamar ini Diko yang buat" ucap Aldi sedikit malu
Silfia tersenyum
"liburan ku dengan Tari sama Era kakak juga yang nyuruh?"
"emm" Aldi mengangguk
silfia tersenyum
"makasih kak" ucap Silfia
Aldi mengangguk kembali.
"pasti capek?" Silfia
"enggak kok sama sekali enggak, justru aku senang bisa ngelakuin ini, rasa capek ini sudah terbayar ketika dapat balasan dari kamu" aldi
silfia tersenyum malu.
"Oia selanjutnya kita mau panggil panggilan apa ni?" Aldi melepaskan genggaman nya lalu mengarah ke langit langit atap, sambil berfikir
"emm gimana kalau sayang kita berdua manggil sayang gimana? atau by atau.." Aldi sangat semangat Silfia benar benar melihat sisi lain dari seorang Aldi.
"apa kak Aldi bakal jadi bucin?" batin Silfia, dan tersenyum tersenyum melihat Aldi yang masih mengoceh.
__ADS_1
"gimana saayaang?" Aldi kembali menggoda Silfia
"kak ih apaan sih, terserah aja manggilnya apa, kalau dia tetap manggil kakak aja kan udah biasa" Silfia
"jangan gitu dong sesekali manggil sayang juga gimana" Aldi mengarahkan tubuh nya silfia
"ah enggaak Malu" Silfia
"kok malu di, ayo dong saayaang" Aldi
"kaaaak ih, iya deh iya tapi kalau mood aja" Silfia
"oke deh makasih sayang" Aldi
"sama sama kak" Silfia sedikit bernada mengejek
"ih ayo dong sekali aja" Aldi
Silfia mengembuskan nafasnya dengan kasar
"iya sama sama sayang..." Silfia yang tidak terbiasa merasamalu lalu menutup wajah nya dengan selimut
Aldi yang melihat nya sangat lucu Aldi tertawa kecil sambil salah tingkah.
Aldi menatap Silfia yang masih menutupi wajah nya dengan selimut
"Silfia" Aldi dengan suara halus
silfia yang mendengar Aldi menyebut namanya langsung membuka selimut yang menutupi wajah nya
dan menatap Aldi kembali
"kenapa kak?" tanya Silfia
Aldi tidak menjawab lalu Aldi langsung mencium bibir Silfia sekilas lalu menatap Silfia lekat untuk melihat reaksi Silfia, wajah Silfia sedikit terkejut Silfia kembali teringat saat Aldi pertama kali mencium Silfia
Silfia tersadar, lalu melihat Kemabali ke arah Aldi yang meminta kepastian, Silfia peka apa yang di inginkan Aldi, dan dia berfikir ini tidak terlalu cepat namun sudah semestinya sekarang tapi fia belum siap.
"tapi dia belum siap" ucap Silfia yang menjawab raut wajah yang tergambar di wajah Aldi
Aldi mengerti mereka baru saja menyatakan perasaan dan ini masih terlalu awal, aldi berfikir untuk memberi beberapa ruang dulu pada Silfia, setelah waktunya mereka pasti melakukannya.
Aldi mengangguk mengerti. lalu Aldi kembali mengecup bibir Silfia sekilas, lalu menatap wajah Silfia.
"kalau hanya ini?" Aldi
silfia tersenyum dan setuju.
Aldi yang mendapat kesempatan itu langsung kembali mencium bibir Silfia
walaupun silfia belum pernah melakukan nya tetapi Silfia mencoba untuk membalas ciuman Aldi.
Aldi mendapat balasan semakin dalam mencium bibir silfia, lalu tangan nya diletakkan di bawah kepala silfia untuk mendorong Silfia semakin dekat.
ciuman mereka makin dalam, Aldi sudah di ambang hasrat nya karna tidak mau kelepasan Aldi menghentikan ciumannya. menatap Silfia dengan nafas yang tidak teratur begitupun Silfia.
"makasih, untuk sekarang kita tidur aja dulu udah malam oke?" Aldi dibalas anggukan Silfia, lalu Aldi menempelkan hidungnya pada hidung Silfia.
setelah itu Aldi kembali ke posisi tidurnya yang menghadap Silfia, silfia mendekati Aldi dan memeluknya. Aldi tersenyum dan membalas pelukan itu.
dan untuk pertamakali nya malam ini malam yang begitu indah mereka tidur dalam pelukan penuh cinta.
__ADS_1
BERSAMBUNG...