
Silfia yang penasaran langsung membuka kotak itu. setelah membuka nya Silfia terkejut dan juga kesal dengan isinya.
"astaghfirullah apa an sih ini Rama..." Silfia teriak kecil sembari kesal.
isi dari kotak itu hanya lah lipatan kertas yang berisi tulisan.
"kenapa harus surat sih kan teknologi dah canggih masih suratan dasar Romo " Silfia
Silfia membaca surat itu
"*hii fi see you next time. aku pamit ya mau balik ke Aceh. sorry aku bohong aku ke Yogya bukan untuk tugas cuman ya mau jalan jalan aja sekalian mau liat kau :) , hhhhh aku sadar sekarang aku gak bisa kembalikan perasaan mu yang dulu karna kau sudah memilih lelaki yang tepat. tetap bahagia fi aku yakin kalian suatu saat nanti akan saling cinta. penerbangan ku pukul 11 siang ini, sengaja ni aku ngirim surat nya cepat. mana tau kau mau nyusul hhhhh canda. dah lah aku pamit ya. see you...." isi surat dari Rama
"dasar pembohong" gumam Silfia*
Silfia menoleh ke jam dinding menunjukan pukul 10.00
Silfia inisiatif untuk menyusul Rama sebelum penerbangan di mulai. Silfia merapikan kerudung nya mulai berlari keluar. kamar.
"kak kaaaaak" teriak Silfia
"apaan?" Indri
"minjam motor bentar aku mau ke bandara. ni"Silfia memberi surat dari Rama ke Indri dan Indri juga memberi kunci motor
setelah kunci sudah di genggaman nya Silfia kembali berlari keluar rumah
"hati hati jangan ngebut" Indri
"iyaaa Assalamaualikum" Silfia
"waalaikumsalam" Indri lalu menggelengkan kepalanya.
silfia sudah menaiki motor dan mulai melaju ke jalan. jarak dari rumah Indri ke bandara hanya 10 menit jika tidak macet. ternyata jalanan hari itu tidak terlalu macet jadi Silfia bisa sampai di bandara 10 menit.
sesampai nya di bandara Silfia melihat ke arah langit saat ada pesawat yang lepas landas.
"katanya jam 11, akh itu pasti bukan pesawatnya" Silfia masuk ke bandara.
saat sudah masuk Silfia melihat ke sekeliling bandara berharap Rama belum pergi. namun hasil nya zonk Silfia tidak menemukan Rama
"akh dia pasti sudah pergi," Silfia mendudukkan diri nya di bangku panjang yang tersedia di dekat nya
"aku hanya ingin menanya kan sesuatu hal dengan nya. setelah hampir 4 tahun." Silfia
"mau nanyak apa?" suara seseorang .
Silfia menoleh ke sumber suara dan mendapatkan ternyata Rama
"Rama aku fikir kau sudah" Silfia
"sudah apa" Rama beranjak duduk di samping Silfia
"aku fikir kau udah lepas landas " Silfia
"kan udah ku bilang jam 11 dan ini masih jam 10, aku juga tadi masih di perjalanan, ternyata kau datang lebih awal dari ku hhhh, padahal aku yang mau berangkat" Rama tertawa lepas
"ih diam gak. gak malu apa banyak orang ketawak besar gitu" Silfia
"ok ok" Rama
"Oia kau mau nanyak apa?" Rama
__ADS_1
Silfia diam
menghembuskan nafas dengan kasar
"tanyak atau tidak ?" batin Silfia
"woy malah bengong" Rama mengejutkan silfia
"ah kau. Oia kau kenapa harus bohong sih? maksut mu apa kalau kau ke sini tu mau liat aku?" Silfia
"oh itu, emmm" Rama memiringkan duduk nya sehingingga mengarah langsung ke Silfia.
Silfia pun refleks melihat rama sambil mengerutkan kening nya.
"cuman mau tau aja fi. mau mastiin kalau kamu benar sudah menikah. kau tau gak aku gak nyangka kalau kau tu sudah menikah" Rama
"kenapa gak nyangka, emang gak boleh ya aku nikah hhhh" Silfia mencairkan suasana
"bukan gitu juga kalee" Rama
"aku fikir rasa itu masih ada ternyata tidak" ucap pelan Rama
"ha kenapa suara mu jadi kecil sih, yang jelas lah" Silfia
"gak ada emang aku ngomong apa?" Rama
"lah mana aku tau, kagak kedengaran " Silfia
"ouh " Rama terdiam
"ya aku kesini mau mastiin tentang mu. aku mau mastiin rasa itu masih ada atau sudah hilang, fi aku menyesal " batin rama
"maaf kan aku ya" Rama
"maaf untuk apa?" Silfia
"maaf untuk waktu itu. semua yang ku lakukan di masa itu. aku dengar kalau kau sakit hati dengan sikap ku" Rama
Silfia tersenyum. " enggak apa ma, lagian itu dah berlalu" Silfia
"kejadian itu memang sudah berlalu tapi sakit mu?" Rama
"Alhamdulillah sudah hilang juga kok." Aulia senyum unjuk gigi
"kali ini aku berbohong" batin Silfia
"makasih " Rama. Silfia mengangguk
"Oia sekarang aku mau nanyak deh" silfia
"apa?" Rama
"pertanyaan ini selalu ingin ku tanyakan, tapi kayak nya baru ini aku punya niat untuk bertanya" Silfia
"sepertinya serius kali, ada apa" Rama
"kenapa dulu kau sangat membenci ku? emm eh gini ku perbaiki pertanyaan maksutku kenapa sikap yang untuk ku itu seperti menampakkan kalau kau membenci ku? " silfia
"fi aku gak pernah membenci mu, maaf jika aku salah dalam sikap ku. tapi aku benar benar tidak membenci mu" Rama
"lalu?" Silfia
__ADS_1
"saat itu aku tau kalau kau menyukai ku dari mereka, saat itu juga aku tidak ada perasaan apa pun sama mu, aku hanya menganggap kalau kita cuman teman. Karena aku gak mau kau memendam perasaan lebih dalam sama ku, jadi aku bersikap keras seperti itu ya biar kau kagak lagi suka sama ku. fi aku pernah mencintai seseorang tapi tidak ada balasan dan itu memang benar-benar sakit. jadi aku gak mau kau ngerasain itu juga. jadi dari pada perasaan itu bertambah dan menyakiti mu ya aku melakukan itu" Rama
"tapi kenapa harus dengan sikap seperti itu, bukan nya membaik tapi malah semakin hancur ma" fia
"ia aku tau, dan maaf aku baru menyadarinya" Rama
mata afia mulai berkaca-kaca dan air mata pun mulai meneteskan air matanya
"ma tau gak, 3 tahun aku ngerasain sakit terus menerus. sikap mu yang seolah membenci ku dan itu sangat menyakitkan ma. saat itu aku bertanya pada diri ku sendiri apa yang salah, apa karna perasaan ku. tapi jika ia kenapa harus seperti itu. aku juga tau sakitnya mencintai yang bertepuk sebelah tangan tapi dengan cara mu buat ku makin hancur ma. " Silfia
"maaf," Aldi
"aku sudah memaafkan mu mah, jauh sebelum kau mintak maaf." Rama
"terima kasih fia" Rama. Silfia mengangguk
"ma aku gak mau kau mengulangi itu kembali. walau pun tidak dengan ku. jika nanti ada seseorang mencintai mu, dan kau menyadari nya. jangan sesekali kau memaksa kan dia untuk berhenti mencintai mu. cinta, rasa itu hak setiap manusia. tugas manusia lainnya adalah bagai mana cara membalasnya tanpa menyakiti perasaannya. kau tau aku juga tau bagai mana rasanya cinta bertepuk sebelah tangan., tapi tidak seharusnya melakukan itu." Silfia mengahapus air mata nya
"aku mengerti sekarang fi. cinta,rasa bukan lah sesuatu yang kuat malah hal itu adalah hal yang sangat lemah. kenapa sih aku baru sekarang menyadarinya" Rama
"udah gak usah lagi di sesali toh itu juga sudah berlalu. sekarang fokus sama karir mu. dan masa depan mu. cari seseorang yang tidak hanya menimbulkan rasa bahagia aja tapi seseorang yang bisa buat mu nyaman sampai yakin" Silfia
"ia fia , aku akan coba. " Rama
"sip lah" Silfia
di tengah perbincangan mereka, suara halo halo bandara mengatakan jadwal penerbangan selanjutnya akan di mulai 10 menit lagi
"dia aku pamit ya, sampai ketemu di lain waktu, terima kasih banyak indah maafin aku. aku Ramadhan berjanji tidak akan mengulangi kesalahan itu lagi" Rama mengangkat telapak tangan nya
Silfia tersenyum dan tertawa kecil.
"ia, semangat " Silfia mengepal kedua tangannya kanan dan kiri
"bay assalamulaikum tukang tidur" Rama
"is apaan sih enak aja" Silfia
"hhhh daaaa" Rama sambil berjalan meranjak pergi menjauh dari Silfia
"waalaikumsalam baaayy" silfia
setelah 10 menit kemudian pesawat yang di tumpangi. Rama pun lepas landas. dan mulai terbang meninggalkan bandara.
di luar bandara silfia melihat ke pesawat itu yang terbang meninggalkan kota itu.
"see you next time ma. makasih sudah hadir saat itu dan hadir kembali saat ini. dan sekarang pergi kembali. semoga kau mendapatkan wanita yang kau cari." batin silfia
di dalam pesawat.
Rama mengeluarkan foto palaroid yang berisi foto berdua dia dengan Silfia.
"semoga aku mendapat kan wanita yang baik seperti mu, dan setegar kau" Rama
ternyata sedari tadi saat Silfia dan Rama mengobrol ada 1 pasang mata yang melihat dan memperhatikan mereka.
namun saat Rama mulai beranjak pergi orang itu pun juga ikut pergi.
Silfia kembali menaiki motor nya dan melaju Kembali ke rumah kakak nya.
Bersambung...
__ADS_1