Menikah Karena Keadaan

Menikah Karena Keadaan
BAB 56 TUNGGULAH SEBENTAR


__ADS_3

Aldi berlari ke kamar hotel nya, setelah membuka pintu Aldi mencari keberadaan Silfia terlebih dahulu, Aldi melihat Silfia sedang berada di sisi pinggir ranjang.


"fia" panggil Aldi yang masih dalam nafas terengah-engah,


Silfia yang mendengar panggilan dari Aldi langsung menghampiri Aldi,


"kakak kenapa?" Silfia


"kemasin barang barang kamu kita akan pergi sekarang juga" Aldi sambil mengambil baju nya dari lemari dan memasukkan ke koper


"pergi kemana kak?" Silfia yang ikut mengemasi barang nya


"nyusul mamah di sana, mamah katanya sedang drob" Aldi


"ha kok bisa kak, apa yang terjadi sama operasinya?" Silfia


"entah lah aku pun tidak tau, oh ya aku bisa mintak tolong kemarin punya aku? aku mau pesan pesawat untuk penerbangan siang ini juga" Aldi


"oh iya kak bisa, " silfia


sementara Silfia mengemasi barang barang mereka sedangkan Aldi mencoba menelfon Diko,


"halo dik" Silfia


"iya Al kenapa?" Diko


"tolong pesan kan pesawat untuk penerbangan siang ini, aku butuh cepat" Aldi


"bisa bisa, kemana emangnya" Diko


"ke Amrik, California" Aldi


"oke aku akan langsung check" Diko


"oke langsung kabarin kalau udah dapat" Aldi


"iya" Diko


Aldi memutuskan telfon nya lalu kembali memain kan ponselnya untuk memesan taxi online pergi ke bandara, tak butuh waktu lama Aldi sudah memesan taxi dan taxi tersebut pun sudah berjalan menuju hotel mereka


Silfia yang sedang memasukkan make up nya dan barang barang Aldi, tak butuh waktu lama semua nya sudah terkemas. Aldi kembali menghampiri Silfia setelah mengabari Zikra tentang kondisi mamah mereka


"sudah selesai?" Aldi .


"em sudah kak, kita berangkat sekarang?" Silfia

__ADS_1


Aldi hanya mengangguk lalu meraih koper nya begitupun Silfia setelah mendapat kan anggukan Aldi Silfia meraih kopernya juga dan menggendong tas ransel nya yang berisi beberapa make up dan lainnya


mereka berdua keluar dari kamar hotel tersebut lalu langsung berjalan menaiki lift, saat berdua nya sudah masuk ke dalam lift Aldi menekan tombol 1


saat lift berjalan Silfia melihat Aldi dengan wajah cemas, Silfia bingung bagai mana cara nya buat nenangin Aldi.


Silfia sekarang sudah mengenal sifat Aldi Aldi memang cowok yang dingin tapi kalau sudah berkaitan dengan keluarga nya Aldi akan sangat luluh, apa lagi pada mamah nya.


seketika Silfia berfikir kalau misal sesuatu berkaitan dengan Silfia apakah Aldi akan luluh juga? apa Aldi menganggap nya sebagai keluarga nya sekarang, walaupun Silfia tau pernikahan ini tidak di dasari oleh cinta, tapi apa dia tetap menganggap ku sebagai keluarga/istri?


Silfia terlalu banyak berfikir sampai tidak sadar kalau lift sudah di lantai 1 dan terbuka. Aldi yang melihat pintu lift terbuka langsung keluar namun saat melihat Silfia yang masih berada di tempat nya mencoba memanggil Silfia


"Silfia Anastasya?" Aldi


Silfia tersadar lalu ikut keluar dari lift dan mengikuti langkah Aldi keluar hotel. sebelum keluar hotel Aldi terlebih dahulu ke tempat registrasi untuk mengatakan membatalkan tinggal mereka sampai waktu yang di te0ntukan, dan untuk biaya selebihnya Aldi memberikan no ponsel diko, tak butuh waktu lama setelah selesai


Aldi kembali menghampiri silfia lalu keluar dari hotel


mereka menuju taxi yang sudah menunggu mereka. setelah sampai di depan taxi supir taxi tersebut memasukkan koper ke dalam begasi, lalu Aldi dan Silfia masuk ke dalam taxi, setelah supir itu memasukkan tas mereka di dalam bagasi supir taxi itu masuk ke dalam mobil dan langsung melajukan mobil nya ke bandara


di dalam taxi mereka hannya terdiam dalam kecemasan apalagi Aldi yang tak henti henti nya cemas dengan keadaan mamah nya.


disisi lain Diko sudah mendapatkan tiket pesawat yang keberangkatannya sekitar 1 jam lagi, Diko mengirim pesan berupa tiket ke Aldi


Aldi yang mendengar notif pesan dari hp nya pun langsung meraih hp nya terdapat pesan dari Diko berupa tiket dan jadwal penerbangan. Aldi Hannya membalas emoji berbentuk acungan jempol.


"kenapa tiba tiba ke Amrik Al?" Diko dalam pesan


"mamah gua ngedrob dik gua baru di kasih tau jadi gua milih buat berangkat ke sana nyusul mamah" Aldi dalam pesan


"innalilahi, semoga mamah lu gak papa Al," balas Diko


"iya dik gua berharap gitu, dik gua titip kerjaan gua ya" Aldi


"iya Al aman sama gua, lu urus mamah lu aja dulu, jangan lupa kabarin ya" Diko


"sip" Aldi


dan mereka mengakhiri pesan mereka


Aldi kembali memasang wajah cemas. lalu Aldi mengabari Silfia yang berada di samping nya kalau penerbangan 1 jam lagi, lalu di balas anggukan Silfia


"ka..kak yang tenang ya, aku yakin mamah gak papa, semoga itu cuman ngedrob biasa karna operasi aku yakin operasi nya jalan lancar" Silfia mencoba menenangkan Aldi sambil melihat ke arah Aldi


Aldi membalas melihat Silfia, Aldi menatap kedua bola mata silfia begitu dalam, semakin dalam Aldi menatap Silfia. Aldi berfikir kenapa situasi ini tiba tiba terjadi saat Aldi ingin mengakui semuanya.. mata ini mata orang ini, sosok yang berada di hadapannya apakah seseorang yang dia sayangin? Aldi seperti ingin saat itu juga mengatakan semua nya, bukan hanya ke gelisahan atau kecemasan Aldi terhadap mamah nya, tapi juga rasa yang dia miliki untuk sosok yang berada di hadapannya.

__ADS_1


Aldi yang tak kuasa menahan dirinya langsung mengalihkan pandangan nya dari Silfia ke jalan di balik kaca mobil yang mereka tumpangi


sedangkan Silfia mengerti apa yang di rasakan Aldi, Aldi pasti cemas dengan ke adaan mamah nya tanpa tau rasa lain yang di tunjukan padanya. Silfia merasa sekarang sangat ingin memeluk Aldi, tapi apalah daya silfia.


mereka berdua diam selama perjalanan, Aldi yang masih menatap jalan di balik kaca mobil sambil menyandarkan tubuhny di bangku yang dia tempati, begitu pun silfia.


setalah setengah jam di perjalanan mereka sampai di bandara, Aldi Silfia keluar dari mobil begitupun supir nya untuk menurunkan koper mereka


selesai itu Aldi membayar, dan koper mereka sudah di tangan mereka berdua


"thank you sir" Aldi silfia bersamaan


"yes thank you too" jawab supir taxi


selesai dari situ mereka berdua berjalan memasuki bandara,


"kamu duduklah di sana , aku akan memberikan tiket nya dulu" Aldi


Silfia mengangguk


Aldi menuju tempat untuk memberi tiket pesawat mereka. sedangkan silfia menuju salah satu tempat duduk di dekatnya.


tak lama kemudian Aldi selesai mengantri dan memberikan tiket nya, Aldi melihat Silfia tak jauh sedang duduk di tempat duduk itu.


sebelum Aldi menghampiri Silfia Aldi membeli beberapa air untuk mereka minum


setalah membelinya Aldi menghampiri Silfia lalu memberikan 1 botol air mineral


Silfia yang mendapatkan julukan tangan yang menggenggam air itu pun langsung melihat Aldi dan meraih air mineral itu sbil tersenyum


"makasih kak" Silfia


"emm" Aldi sambil membuka tutup botol air dan meminumnya begitupun Silfia


"maaf" Aldi berbicara


"maaf untuk apa kak" Silfia


"semuanya" Aldi, silfia mengerutkan kening nya


Aldi mengarahkan tubuhnya ke samping mengarah Silfia, Silfia yang melihat Aldi mengarah padanyapun mengalihkan wajah nya ke arah aldi


"sebenarnya ada yang ingin aku katakan padamu, tapi situasi ini di luar kendali ku" Aldi bicara serius siflia mendengar kan


" apa kamu bisa tunggu sebentar lagi? setelah semua berjalan dengan normal aku akan katakan semuanya,tolong tunggu " Aldi meyakinkan Silfia

__ADS_1


walau Silfia merasa bingung tapi Silfia tetap mengiyakannya, "berjanjilah, dan jangan pergi, setelah aku sudah beri tau semuanya, kamu bebas memilih pilihanmu" Aldi sambil menatap Silfia


BERSAMBUNG...


__ADS_2