Menikah Karena Keadaan

Menikah Karena Keadaan
BAB 6 RENCANA II


__ADS_3

Aldi merasa bingung dengan permintaan sang ibu, bagai mana bisa dia menikahi wanita yang sama sekali tidak dia kenal.


bahkan wanita tersebut sudah mempunyai lelaki calon suami, bagai mana cara nya agar wanita itu mau.


begitu banyak hal yang di fikirkan oleh Aldi, sampai akhirnya sang adik Alya duduk di samping sang abang.


"bang sebenarnya siapa sih wanita yang di jodohkan mamah sama Abang?" Alya


"kamu gak akan tau juga, dari keluarga kita gak ada yang tau dia siapa kecuali mamah" Aldi


" ya nama nya gitu, masak gak tau sih" Alya


"kalau kamu tau namanya mau apa, gak guna juga kan, lagian mamah mintak nya aneh aneh," Aldi sambil mengusap wajahnya dengan kasar


" yaela apa salah nya sih ngasih tau ih" Alya sedikit kesal


Aldi membuang nafas dengan kasar


"namanya Silfia Anastasya." Aldi


"ha Silfia Anastasya?" Alya terkejut


Aldi mengerutkan kening nya


"i iya" Aldi


"ya ampun pantas aja mamah kekeh untuk jodoh in Abang sama Kaka Silfia. gak salah kok" Alya tertawa kecil


" emang kamu kenal?" Aldi


" ya ampun ya kenal lah, eh maksut tau,hihihi. kan kami satu kampus bang, dia tu Kating yang baiik banget, dah gitu cantik juga, Daan dia tu.." Alya


"dah dah dah apa sih sok ia banget" Aldi


" ih Abang gimana sih lah bener kak Silfia tu gitu orang, ibarat kata tu ya Kak Silfia tu ternama di kampus, banyak tau laki laki yang suka sama kak Silfia tapi satu pun gak ada yang kak Silfia terima" jelas Alya


"kamu tau dari mana?" Aldi


" tau dari teman cowok aku, soal nya dia perna ngatain perasaan nya sama kak Silfia heheheh" Alya

__ADS_1


"ciih gak mungkin," Aldi


"heh gak mungkin gak mungkin emang bener tau" Alya sambil memikul sang Abang


"akhh, dah dah dah, udah cukup penjelasanya" Aldi


"sekarang Alya nanyak sama Abang kenapa Abang gak mau di jodohkan sama kak Silfia bukan ny dia cantik ya bang?" Alya


"Al bukan masalah cantik enggak nya, tapi masalahnya dia tu dah punya calon pendamping katanya dia lagi jalanin, emmmm ta...ta... akhh tu lah pokok nya " Aldi sedikit bingung


"ta'aruf?" Alya


"ha tu lah" Aldi


"bang kan masih ta'aruf, masih ada kesempatan untuk membatalkan nya, itukan hak yang perempuan dalam terima gak nya ajakan ta'aruf nya," Alya


"ta'aruf tu masih perkenalan bang jadi masih ada waktu untuk berubah fikiran" sambung Alya


" kamu tau dari mana tentang itu?" tanya Aldi


" dari kak Zahra hehehe, kan bang zikra sama kak Zahra taarufan juga, " Alya sambil nyengir


"ia Aldi, bener apa yang dikatakan Alya, kalau ta'aruf tu masih proses perkenalan ,nama nya juga ta'aruf yaitu perkenalan, saat wanita belum beri kepastian atau jawaban di situ masih ada peluang untuk lelaki lain. termaksud kamu" Zahra


"tapi kak gimana caranya, giman caranya aga dia mau kak,, lagian mamah akhhh" Aldi kesal kembali mengingat permintaan mamah nya


"sebenarnya siapa sih wanita yang mamah jodohin buat kamu di?" Zahra


"itu Lo kak kating Alya di kampus, nama nya Silfia" jawab Alya


"siil..fia?" tanya Zahra sedikit terkejut


"ia kenapa kak?" tanya Alya


"kenapa kak" sambung Aldi


"Silfia Anastasya kah?" Zahra


Aldi dan Alya mengangguk

__ADS_1


"kakak kenal?" tanya Aldi


"kami satu pengajian dek hhahah. pantas mamah kekeh untuk jodohin kamu sama dia, dia selain cantik baik pula" Zahra


"oooooooooo" jawab Aldi dan Alya bersamaan


"terus gimana dok kak dek, apa yang harus Aldi lakuin, Aldi gak kenal sama sekali sama Silfia gimana caranya dia mau menikah dengan Aldi?" tanya Aldi bimbang


"sebelum itu kakak mau nanyak ke kamu, emang nya kamu mau menikah dengan Silfia?" tanya Zahra


"ya mau gimana lagi kak aku harus mau untuk kesembuhan mamah, aku juga gak mau liat mamah sakit seperti itu" Aldi


"jika kamu terpaksa dan itu semua pakai karena, peluang kamu buat dapetin Silfia agar dia mau nikah sama kamu itu kecil di" Zahra


"ya mau gimana lagi kak, aku belum mencintai dia" Aldi


" ya gimana!, tapi kalau kamu usaha itu bisa sih tapi ya seperti yang kakak bilang tadi peluang nya kecil" Zahra


"gimana kalau kakak batu bang Aldi untuk ngomong sama kak fia" Alya


"kalau kakak sih mau aja Al bantu kamu, tapi. kakak gak tau, bakal berhasi apa enggak soalnya kamu nya sendiri terpaksa." Zahra


Aldi hanya diam sambil berfikir apa yang harus dia lakukan


"ha Alya punya rencana ni, gimana kalau kita kasih tau aja yang sebenarnya sama kak ia tentang kondisi mamah, kan kak fia kenal tu sama mamah, mana tau kak fia bisa mempertimbangkan permintaan kita untuk kak fia menikah sama bang Aldy. gimana" alya


"sebaik nya kita jangan memberi tau. tentang kondisi mamah Al karna dia pasti tau kalau Abang mau menikah dengan nya itu karna keadaan." Aldi


"bang gak ada cara lain, terus Abang punya cara apa, bohong dengan bilang Abang cinta sama kak fia gitu, itu malah akan memperkeruh keadaan, setidak nya dengan cara Alya walau pun peluang nya sedikit tapi itu akan baik baik saja, percayalah " jelas Alya


"hemmm Aldi kakak setujuh deh sama apa yang di bilang Alya, kita beri tau yang sebenarnya tentang kondisi mamah" Zahra


"tapi kak!" Aldi


"bang gak ada pilihan lain" Alya


Aldi menghela nafas dengan sangat kasar, dia tidak yakin bahwa rencana yang di saran kan adik nya akan berhasil, tapi jika dia harus berbohong tentang perasaan nya itu juga salah.


karna akan lebih parah. untuk pernikahannya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2