
malam pun datang. Indri sudah menghidangkan makanan di meja maka. sedang kan Silfia selesai membersihkan dirinya dan sudah berganti 0akian nya menggunakan pakaian Indri.
tok tok tok
"fia" Indri mengetuk kamar yang di tempati silfia
"ia" Silfia
"makan malam yuk" Indri
"ia bentar lagi" Silfia
Indri membuka pintu kamar itu, dan langsung masuk ke kamar yang di tempati silfia.
saat Indri masuk Silfia menoleh ke arah Indri.
"eh kak aku mau nanyak deh" Silfia
"nanyak apa?" Indri Indri duduk di samping Silfia
"kakak cerita apa aja sama Rama,? kenapa dia bisa tau sih kak, kan aku.." Silfia
"ouh itu, kenapa emang nya. " Indri
"seharus nya gak usah di kasih tau lah, lagian dia kan, akh dia gak ada hak untuk tau masalah pribadi aku" Silfia kesal
"yaela, ia ia maaf. soalnya dia bilang kalau kau pasti dah bahagia. ya karna kakak tau tentang mu ya Uda sekalian aja ku ceritain ke dia. lagian yakin lah gimanapun dia, kalau masalah jaga rahasia aman kok sama dia" Indri
"hemm emang ia?" Silfia
"kayak nya hhhhh" Indri
"iiiih kak" Silfia sambil memukul Indri
"hhhhh dah percaya aja lah" Indri nyengir
Silfia mengerutkan bibirnya.
"ya Uda Ayuk kita makan kak Azra dah pulang, kita makan bareng. kau dah salat kan?" Indri
"udah" Silfia
mereka beranjak pergi keluar dari kamar itu. mereka berdua menyusul Aila anak Indri dan Azra di meja makan.
mereka menyatap makanan dalam diam. selai makan indri mencuci piring di bantu Silfia. setelah selesai Silfia bermain dengan Aila.
tak terasa malam semakin larut semua sudah kembali ke kamar masing masing untuk istirahat.
silfia yang sedang berada di kamar duduk di ranjang sambil memainkan ponsel nya. sesekali Silfia melihat ke luar jendela melihat hujan yang masih deras membasahi pohon dan jalanan.
"*apa tidak apa kalau seperti ini? semoga dia tidak khawatir, aih apaan sih mana mungkin dia khawatir, akh kata yang dia ucapkan sedikit menyakitkan. apa aku akan terluka kembali?" Silfia bertanya dalam hati lalu menghembuskan nafasnya dengan kasar
__ADS_1
"besok aku akan pulang. biarkan untuk malam ini kami menenangkan hati masing masing." Silfia kemudian membaringkan tubuhnya ke ranjang. menyelimuti dirinya sampai ke leher*
di kediaman Aldi
Aldi yang terbangun dari tidurnya setelah melihat rumah yang gelap tidak ada penentangan. selesai perdebatan tadi Aldi membaringkan diri nya di sofa. tanpa sadar Aldi tertidur karena lelah.
setelah Bagun Aldi menghidupkan seluruh lampu yang ada di dalam rumah. dan mulai membersihkan dirinya. setelah selesai Aldi memakai baju piyama nya dan duduk di pinggir ranjang.
tiba-tiba Aldi teringat dengan Silfia. karna khawatir Aldi mencoba menelpon Silfia. namun tidak ada jawaban dari Silfia. karena silfia sudah tertidur.
kekhawatiran Aldi bertambah. Aldi mencoba menelfon lagi dan lagi tapi tetap tidak di angkat.
kemudian Aldi menelfon diko untuk meminta ni teman Silfia yaitu tari karena Diko pernah bertukar no hp saat menjelang Ari pernikahan Aldi dan silfia
Tut Tut Tut
"hallo dik sekarang kirimkan ni tari ke gua" Aldi
"ha ni tari?" Diko lupa
"teman silfia, cepatan kirim via Whatsapp" Aldi
"oh ya" Aldi mematikan sambungan telpon nya
tak lama Aldi mendapat notif pesan WhatsApp dari Diko berisi no
Diko langsung menyimpan no itu dan menghubungi no tari,
suara ponsel Tari. tari yang sedang mengacak ngacak lembar kertas langsung mengakar ponselnya tanpa melihat siapa yang nelpon
"assalamualaikum hallo " tari
"waalaikumsalam kamu tari kan"Aldi
tari yang terkejut ternyata yang menelponnya bukan nomor yang di kenal.
"ia ini siapa?" tari
"Silfia ada bersama mu?" Aldi tidak menjawab pertanyaan Tari
"ha Silfia? tidak dia tidak bersama ku, ini siapa ya" tari
mendengar kata tidak Aldi langsung memutuskan panggilan nya tanpa memperdulikan tari. tari yang bingung mencoba mengabaikan itu dan lanjut dengan setumpukan kertas di depannya.
tak lama setelah Aldi memutuskan panggilan nya tiba tiba ada notif pesan masuk dengan nomor yang tidak di kenal
"assalamulaikum Aldi maaf ini saya kakak sepupu Silfia. Silfia berada di rumah saya, saya tau pasti Silfia tidak mengabari mu kalau dia ada di sini. jadi saya beri tahu. saya tidak tau apa masalah kalian dan saya tidak kan ikut campur. cobalah selesaikan masalah kalian dengan baik. satu hal yang harus kamu tau Silfia dia anak yang keras kepala jadi maklumi jika dia bersikap seperti itu. saya memberi tahu ini karna kamu memang harus tau sebagai suami. walau pun rumah tangga kalian masih dalam perjalanan tapi saya yakin itu tidak lama lagi. besok pagi kamu bisa menjeputnya.san satu lagi kamu jangan khawatir dia baik baik aja. terima kasih wassalamu'alaikum
setelah mendapat kan notif pesan itu Aldi mulai merasa tenang. dia mencoba membaringkan dirinya di kasur. menarik Nafar pelan dan membuang nya dengan kasar.
"harusnya ini tidak terjadi" batin Aldi
__ADS_1
setelah itu Aldi mencoba menutup mata nya untuk tidur. karna masih merasa mengantuk Aldi pun mulai tertidur kembali.
keesokan hari nya matahari mulai menampakkan dirinya. waktu menunjukan pukul 08.30.
aldi sudah bangun dari tidurnya, dan rasanya beban yang kemarin menjadi sedikit ringan.
Aldi bangkit dari ranjang lalu pergi ke arah kamar mandi untuk mandi. setengah jam akhirnya Aldi siap. hari ini aldi izin untuk tidak masuk ke kantor karna dia ingin menyelesaikan masalah nya dulu dengan Silfia.
Aldi sudah memesan makanan untuk di makan nya sebagi sarapan. setelah selesai makan Aldi yang sudah rapi dengan pakaian nya.
sedangkan Silfia yang berada di rumah sepupunya setelah sarapan dan membantu mengerjakan rumah dengan Indri sekarang berada di kamar nya kembali.
tak lama kemudian rumah Indri ada yang mengetuk. Indri berfikir kalau yang datang itu adalah Aldi. namun saat Indri membuka pintu rumah nya ternyata tukang paket
"paket buk" tukang
"oh atas nama siapa pak?" Indri
"atas nama Silfia Anatasya" tukang
"ha. dari?" Indri
"Rama...Dhan" ucap tukang paket itu
"oh, tunggu ya pak, silfiaaaa fiaaaa" teriak Indri memanggil Silfia. Silfia yang mendengar pun keluar kamar dan menghampiri Indri di pintu utama
"kenapa kak" silfia
"ini ada paket, katanya dari ramadhan" Indri
"dari Rama?" Silfia
Indri mengangguk lalu menepuk pundak Silfia dan merangkak pergi kembali menyusul Aila anak nya
setelah tanda tangan Silfia menerima paket kotak kecil. stelah tukang paket itu pergi Silfia juga kembali masuk kerumah dan pergi ke kamar untuk membuka paket nya.
"kenapa dia kasih aku.... apa ini?" Silfia sambil menggoyang goyang kan kotak di tanganya
"Rama kenapa dia bisa tau aku di sini?" Silfia
Silfia yang penasaran langsung membuka kotak itu. setelah membuka nya Silfia terkejut dan juga kesal dengan isinya.
"astaghfirullah apa an sih ini Rama..." Silfia teriak kecil sembari kesal.
Bersambung....
**Terima kasih kak yang Uda setia membaca novel author. Author mintak maaf sebesar-besarnya untuk semua kalau dalam penulisa. author ada yang salah baik pengguna kata nya atau ada yang typo.🙏😔 itu beneran gak di sengaja kok.
dan novel nya gak setiap hari up ya. terima kasih sekali lagi. Jagan lupa tinggalkan jejak ya like ❤️ vote⭐ dan silahkan komentar. budak lah dalam berkomentar
terimakasih sampai ketemu di BAB selanjutnya**
__ADS_1