
Aldi dan silfia sampai di rumah buk rianti dan pak Ridwan. Aldi menyuruh Silfia untuk tetap di dalam mobil.
karena Aldi hanya sebentar untuk mengambil tiket itu. dan benar saja kurang dari 5 menit Aldi sudah kembali membawa 2 tiket liburan itu.
setelah Aldi kembali ke mobil dan masuk Aldi kembali menyalakan mesin mobil nya dan melajukan mobil nya.
waktu sudah menunjukan pukul 15.30 dan mereka masih di dalam mobil karena perjalanan yang macet. Silfia yang kelelahan akhirnya tertidur pulas di tempat duduk nya.
kepala nya yang bersandar ke kaca mobil.
sesekali Aldi melihat Silfia yang tertidur.
"jarang aku melihat dia tidur😊. apa lagi sejak pisah kamar. aku tidak sanggup lagi sama perasaan ini. setelah apa yang di bilang Diko rasanya benar aku mencintai nya. tapi apa dia juga merasakan hal yang sama? aku rasa iya. akan ku tanyakan itu nanti." batin Aldi sambil melihat Silfia.
setelah itu Aldi kembali melajukan mobil nya setelah jalanan sudah lancar. tak lama kemudian mobil Aldi sudah berada kembali ke rumah mereka.
tapi Silfia masih tertidur. Aldi tidak enak untuk membangun kan Silfia tapi tidak mungkin jika dia harus membiarkan Silfia tetap tidur di mobil.
akhirnya Aldi memutuskan untuk menggendong Silfia. Aldi keluar dari dalam mobil pergi ke arah pintu mobil lain dan membuka nya.
karna kepala Silfia yang bersandar ke pintu Silfia hampir saja menjatuhkan kepalanya saat Aldi membuka pintu, namun dengan cepat Aldi menangkap Silfia.
namun kejadian itu Silfia masih juga belum bangun. posisi sekarang kedua tangan Aldi menompang kepala Silfia.
"benar kata kakak mu, kalau kau tidur Uda seperti orang mati" batin Aldi menggelengkan kepalanya
Aldi meletakkan kepala Silfia ke kursinya. lalu Aldi meraih kunci sabuk pengaman yang di kenai Silfia. saat Aldi mau melepaskan sabuk pengaman itu otomatis tubuh Aldi dekat di wajah Silfia.
walau pun Silfia tertidur sangat pulas seperti orang mati namun penciuman Silfia tidak ikut mati. dia masih bisa menghirup aroma aroma yang menyengat.
bahkan orang tua dan teman temannya jika ingin membangun Silfia menggunakan makanan atau apapun benda yang berbau menyengat.
Aldi yang saat itu memakai parfum yang sangat wangi menurut Silfia. karna aroma Aldi yang tercium Silfia membuat silfia terbangun.
dan Aldi yang sudah melepaskan sabuk pengaman silfia. Silfia yang setengah sadar melihat di hadapannya yaitu Aldi.
Aldi pun yang sudah selesai dan sadar kalau silfia sudah bangun membuat Aldi menatap Silfia. begitupun Silfia yang juga menatap Aldi.
__ADS_1
wajah mereka bertatapan dengan jarak yang sangat dekat. jika Aldi maju sedikit saja akan membuat hidung mereka menempel.
"*akh apa ini mimpi. ini terlalu dekat aaaa ini mimpi" teriak dalam hati Silfia
"akh benar aku jatuh cinta" Aldi*
di lamunan mereka yang saling bertatapan tiba tiba di kaki Silfia ada sesuatu yang berjalan. membuat silfia terkejut. dan Aldi menjauhkan wajah nya.
"ah apa itu" Silfia
Aldi melihat ke kaki Silfia. Silfia yang mulai panik karena benda itu terus berjalan melingkari kaki nya.
Silfia mengibaskan baju nya. dan turun dari mobil, lalu loncat loncat berharap benda itu jatuh.
"tenang lah Silfia" Aldi memegang bahu Silfia untuk menenangkan Silfia. saat Silfia sudah diam Aldi beralih ke kaki Silfia.
Silfia menahan diri
"aku menaikkan sedikit baju mu untuk melihat nya boleh kan" Aldi
Aldi menaikkan baju silfia dan tampak pergelangan kaki Silfia yang putih. dan seekor binatang kecil yang berada di pergelangan kaki Silfia.
Aldi mengambil nya dan kembali berdiri menghadap Silfia
"sudah kak? itu apa tadi" Silfia
"kau ingin tau" Aldi berniat untuk menjahili Silfia
"ia itu apa?" Silfia
binatang kecil itu berada di tangan Aldi. Aldi mengejutkan silfia dengan membuka tangan yang berisi binatang kecil.
"daar ini dia" Aldi
"aaaa. kak Aldi" Silfia kesal
"hhhhhhh gini aja takut" Aldi
__ADS_1
ternyata binatang kecil itu adalah kumbang yang badannya terdapat bintik (kumbang koksi)
"kenapa dia sampai di kaki ku" Silfia
"entah, coba tanya ke dia." aldi. kumbang itu masih berada di tangan Aldi
"hey kau kenapa bisa sampai di kaki wanita yang ada di hadapan ku saat ini?" Aldi berbicara pada kumbang itu
"kenapa dia sangat manis kalau bersikap seperti itu. aaaaaa ibu" rengek Silfia dalam hati
"Uda ah kak, jangan lama lama bicara sama bintang nanti di kira orang gii..." Silfia
"kamu ngatain aku gila?" Aldi
"ah tidak. aku belum habis bicara. dan yang bilang kata itu bukan silfia. tapi kakak. ya berarti kakak yang bilang diri sendiri" Silfia
Aldi mengarah kan tangan nya yang ada kumbang itu ke depan wajah Silfia
"kak Aldi Uda ah" silfia meninggal kan Aldi dan masuk ke dalam rumah
"hhhh makan nya," Aldi berteriak
"jangan cerewet" suara Aldi pelan mengarah ke kumbang itu.
Aldi tersenyum ke arah kumbang itu.
"aku bukan tersenyum ke kau kumbang. tapi sikap dia. dia sangat cantik bukan, ya seperti mu, sudah lah aku melepaskan mu okay" Aldi melepaskan kumbang itu meletakkan nya di bunga yang berada di halaman rumah nya.
"di sini Baek Baek okay" aldi
Aldi gemas in ya😂 pengen author sentil ginjal nya🤣 candaa
silfia yang sudah lebih dulu masuk ke kamar nya dan mulai membersihkan badannya (mandi)
begitu pun Aldi. setelah melepaskan kumbang itu. tak lama masuk juga ke kamar nya dan membersihkan dirinya.
Bersambung...
__ADS_1