Menikah Karena Keadaan

Menikah Karena Keadaan
BAB 52 RASA MALU


__ADS_3

"aku akan beri tahu kamu, tapi sebelum nya aku mau tau apa kamu sudah punya perasaan untuk ku?"


Silfia menundukkan wajah nya, tanpa di sadari wajah Silfia memerah saat menundukkan wajah nya


Aldi memasang wajah serius nya ke Silfia untuk memastikan


" aku gak tau kak" Silfia


"kamu gak menyukai ku?" Aldi nada kesal


"a..aaa tidak kak maksudku, aku tidak tau sejak kapan aku suka kakak, aku bingung sama perasaan ku," Silfia


"aku tidak mempertanyakan sejak kapan kamu suka dengan ku, tapi yang ku tanyakan perasaan apa yang kamu punya untuk ku?" Aldi


Silfia hanya diam tak berkutik untuk beberapa detik


"ah sudah lah aku tidak bisa mempertanyakan langsung seperti ini bukan, itu perasaan kmu, aku tidak memaksa mu untuk beritau aku" Aldi


Aldi beranjak pergi dari tempat tidur itu dan mulai menjauh meninggalkan Silfia yang hanya diam di tempat nya.

__ADS_1


Aldi masuk ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya, sementara Silfia tak henti henti nya menggumam di dalam hati


"akhh situasi apa ini, kenapa aku gak bisa bilang kalau aku sebenar nya udah menyimpan perasaan ku sejak awal nikah, kenapa aku gak bisa bilang kalau aku suka kakak sejak awal nikah, karna aku juga tertarik sama kakak, ya Allah aku frustasi" batin Silfia sambil memukul kasur dengan tangan nya berulang kali


tak lama Aldi keluar dari kamar mandi dan melihat Silfia yang sedang sibuk memukuli tempat tidur dengan kasar


"kamu gak papa?" Aldi


Silfia sedikit kaget dengan suara tiba tiba Aldi


"a..aah iya kak gak papa" Silfia sedikit tersenyum


"kalau kamu tidak ingin bicara sekarang aku tidak memaksa, selama kamu belum bilang apa yang kamu rasakan ke aku, aku juga demikian'' Aldi


Aldi menidurkan tubuh nya di sofa untuk tidur, Aldi menutup setengah wajah nya dengan lengan nya belum sempat Aldi memejamkan mata nya Silfia berbicara


"kakak bisa tidur di ranjang ini," ucap Silfia tanpa basa-basi


Aldi menepis lengannya dari wajahnya. sejenak dari tempatnya tanpa bergerak untuk menelaah apa yang di katakan Silfiaia barusan. lalu Aldi mendirikan dirinya

__ADS_1


"aku tidak salah dengar? atau kamu yang salah bicara? " Silfia


"tidak" Silfia langsung membaringkan tubuhnya di kasur tanpa merespon aldi kembali


kini silfia benar benar memanas dengan wajah yang merah dengan perasaan malu tentang apa yang di ucapkan nya.


"aaaaaaa rasanya aku ingin menjerit sekarang, aku benar benar malu, Kenap bisa aku ngomong gitu, ah tapi gak papa lah kan itu udah kewajiban, tapi.... aaaaaaa tau ah Silfia lu benar benar ya, ini lagi kantuk kenapa gak berhenti sih, eh jangan deh bisa bisa mati lu fi, ih tau ah" Silfia mergumam dalam hati


"aku di sofa aja" Aldi bicara namun Silfia gak ada respon apa pun.


tak lama kemudian setelah kejadian langkah itu terjadi Silfia tertidur pulas, mungkin karna rasa lelah. begitupun Aldi (mungkin)


keesokan harinya matahari masih enggan untuk muncul, namun suara alarm berbunyi mengisi kesunyian dalam kamar. Silfia mematikan alarm itu lalu mengganti posisi tidur nya ke arah sisi lain.


Silfia mengerjap-ngerjap kan mata nya dan mulai dikit demi sedikit membuka mata saat mata nya sedikit terbuka Silfia melihat pandangan yang sebelum nya belum pernah dia lihat,


Silfia menngusap mata nya berulang kali memastikan itu hanya lah mimpi, namun gagal ternyata pemandangan di depan mata nya sekarang bukan lah mimpi melain kan kenyataan


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2