Menikah Karena Keadaan

Menikah Karena Keadaan
BAB 54 SALAH TINGKAH


__ADS_3

fikiran Aldi kacau Aldi berfikir kalau Silfia pergi dari nya karna marah atas apa yang dia lakukan pada Silfia. saat hendak pergi ke ruang tamu Aldi mendengar seseorang dari luar sedang mencoba membuka sandi pintu.


tak butuh waktu lama pintu pun terbuka, Aldi melihat sosok yang dia khawatir kan akan pergi. Yap dia Silfia, Silfia masuk ke hotel dengan bungkusan di tangan nya.


Aldi menghembuskan nafas lega, Aldi mendekati Silfia dengan kondisi tubuh yang masih mengenakan kimono, dan rambut yang masih basah.


silfia yang sudah masuk pun melihat aldi langsung di hadapan nya yang Hanya berjarak 1 meter. sedikit terkejut sih tapi Silfia tidak terlalu mempermasalahkan nya.


kini mereka berdua sama sama berdiri berhadap hadapan dengan jarak 1 meter


canggung! mereka sama sama canggung, sampai akhir nya Aldi berbicara deluan


"kamu habis dari mana? apa kamu marah? oke kalau marah plis tapi jangan pergi gitu aja" Aldi melontarkan Banyak pertanyn pada Silfia


Silfia tertawa kecil, lalu melihat wajah Aldi yang khawatir.


"apa kak aldi khawatir aku marah atas kejadian tadi ? " batin Silfia


"aaaa ini kak" Silfia mengangkat kedua tangan nya yang sedang menggenggam bingkisan


"aku abis dari luar beli sarapan untuk kita, maaf ya kak aku gak kabari kakak dulu" Silfia,


"jujur aku masih canggung, aku masih kepikiran sama kejadian tadi, tapi ku harus tetap tenang, AAAAA tapi gak bisa" batin Silfia


"emm kakak pakai baju dulu aku siapin makanan ini" Silfia langsung pergi meninggalkan Aldi untuk menghidangkan makanan nya di meja


Aldi bernafas lega, walau melihat wajah Silfia yang masih kaku, tapi dia yakin kalau Silfia tidak marah padanya.


Aldi kembali ke kamar untuk memakai baju. sedangkan Silfia menata makanan yang dia beli di meja depan di depan tv


tak butuh waktu lama Aldi sudah berpakaian lalu Aldi keluar dari kamar, melihat Silfia tengah menyusun makannya terukir senyuman kecil di bibir Aldi


Silfia melihat Aldi berdiri tak jauh darinya, Silfia yang tadi ny duduk langsung berdiri

__ADS_1


"aaa kakak dah siap, makan aja dulu aku mau mandi dulu" Silfia


"kenapa gak makan bareng?"Aldi


"a..aa aku mau mandi dulu kak, biar seger, nanti aku pasti makan kok" Silfia


"emm cepat lah mandi aku menunggu mu, kita makan bersama" Aldi sembari duduk di sofa sambil menyalakan tv


"emm tapi kak" sifilis ragu


"gak ada penolakan,cepatlah" Aldi


"aa..aa iy iya" silfia kembali berjalan menuju kamar


15 menit kemudian Silfia mandi, Silfia keluar dari kamar mandi dan langsung memakai baju, selanjutny Silfia hannya memakai serum wajah dan menyisir rambutnya


tak lama kemudian Silfia keluar dari kamar menuju ruang tv untuk makan. saat sampai di ruang itu, Silfia tak sengaja melihat Aldi yang sedang mengambil sedikit makanan itu menggunakan kedua jari nya hendak memasukkan nya ke mulut nya


Aldi yang melihat keberadaan Silfia pun langsung meletakkan kembali makanan yang dia pegang. Silfia yang melihat tingkah Aldi pun tak sengaja tertawa kecil yang tawa itu bisa terdengar oleh Aldi.


Silfia yang hannya bisa tertawa kecil, lalu Silfia mendudukkan dirinya di samping meja, duduk Silfia berada di bawah (lantai yang beralaskan karpet halus)


"fia kan udah bilang kak, kalau kakak bisa makan dulu, kakak udah lapar ya? maaf ya kak" Silfia


"tidak, aku hanya ingin mencicipin nya" Aldi


Silfia mengangguk dengan wajah yang menahan tawa


"ya, aku benar benar hanya mencicipi nya, lagian kalau aku benaran lapar aku akan memakannya, aku tidak perlu menunggu mu" Aldi


dari ocehan Aldi silfia sembari menyajikan makanan dan memberikan makanan itu di Aldi.


"aku mengerti, makan lah kak" silfia

__ADS_1


Aldi turun dari sofa dan imut duduk di bawah Aldi mulai mengambil sendok dan melahap makanan yang ada di depannya


sebenarnya memang benar Aldi lapar, selama menunggu Silfia perut Aldi berbunyi terus, karna melihat Silfia yang tak ku Jung keluar kamar Aldi pun mencoba mengambil sedikit makanan di depan nya


namun saat mulai masukkan makanan yang dia ambil ke mulutnya, aldi melihat silfia di hadapannya, dengan wajah yang sedikit mengintai.


Aldi dan Silfia menyantap makanan dalam diam. tak lama kemudian mereka selesai makan. Aldi membuka percakapan, karna dia merakasa Susana sekarang yang benar benar canggung


Aldi menyandarkan dirinya di sisi sofa namun masih berada di bawah.


"emm fi, soal tadi pagi.." belum siap Aldi bicara Silfia langsung memotong nya


"ah kak, soal itu, gak usah di bahas, aku gak papa kok, kalau kakak fikir aku marah, enggak kok kak aku cuman kaget aja, aku gak tau maksud kakak apa tapi ya sudah mungkin kakak kelepasan, dan soal itu juga lupain aja biar berlalu" Silfia


mendengar kata lupakan Aldi benar benar tak habis fikir, kenapa semudah itu dia bilang untuk lupakan, apa dia sama sekali gak merasakan apa pun, kenapa dia gak mengatakan perasaan ny pada Aldi? Aldi benar benar kecewa, bukan ini jawaban yang di ingin kan Aldi, entah lah Aldi benar benar merasa bimbang.


Aldi berlamun memikirkan semua itu,


sedangkan Silfia hannya terdiam, dia berfikir apa ini kata kata yang pas untuk menjawab pertanyaan Aldi, kenapa raut wajah Aldi tampak kecewa?


"aku tidak mengingin kan jawaban itu, aku juga gak mau ngelupain kejadian tadi" Aldi


deeg


jantung silfia seketika berdetak dengan cepat, apa maksud tidak mau melukan kejadian itu


kenapa makin rumit, padahal hanya ciuman tapi kenapa malah buat canggung gini.


Aldi menatap Silfia yang menundukkan wajah nya


"apa kamu tidak ada sama sekali rasa padaku?" Aldi sedikit menegaskan ucapan nya


Silfia seketika menatap Aldi dan di balas tatapan Aldi pula...

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2