
hari semakin terik matahari yang mulai berada hampir di atas kepala. Silfia berada di suatu tempat untuk bertemu dengan seseorang.
mereka sudah berjanji untuk bertemu. setelah menunggu akhirnya wanita yang ditunggu tari datang.
"assalamualaikum fia"
" waalaikumsalam kak" Silfia
"maaf lama ya tadi kakak harus nunggu suami kakak pulang dulu"
"ia kak gak papa,". silfia
"langsung ke intinya aja ya fia, bagai mana dengan ta'aruf ya apa kamu sudah ada keputusan sekarang?" tanya wanita itu yang bernama Lia
" hemm gini kak kayak nya Silfia mau batalin ta'aruf ini deh" Silfia
"loh kenapa bukan nya kamu bilang kalau sudah mulai jatuh hati pada nya? " kak Lia
"i iya kak tapi disini Fia gak ada pilihan lagi, di satu sisi fia juga sudah siap untuk menikah dengan pemuda itu, tapi di sisi lain ada keadaan yang harus membuat Fia memilih yang lain kak"
"keadaan apa fi?" kak Lia
flashback on
pagi yang cerah Silfia berada di kafe untuk bekrja, saat sedang sibuk bekerja karyawan lain menghampiri Silfia.
"kak sil" panggil seorang wanita
"eh Dena ada apa.?" tany Silfia
"itu kak Dena kesini mau sampai kan ke kakak kalau ada seseorang di atas mau bertemu kakak" Dena
"siapa" Silfia
"kurang tau kak siapa" Dena
"oh ya Uda nanti kakak samperin," Silfia
"tapi kak dia mintak sekarang dan secepatnya" Dena
"sebegitu pentingnya ya, yauda kakak mau ke atas, kakak mintak tolong selesai kan ini ya dikit lagi kok" Silfia
"ia kak " Dena
Silfia pergi ke atas kafe. saat sudah berada di atas Silfia hanya melihat sosok lelaki berjas hitam sang duduk sambil memainkan hp nya.
"permisi apa bapak yang memanggil saya?" Silfia
"apa saya tampak seperti bapak bapak?"
__ADS_1
ternyata lelaki yang sedang duduk itu adalah Aldi
"oh maaf " Silfia
Aldi yang berdiri menatap Silfia, sedangkan Silfia yang hanya menunduk yang menjaga pandanganya.
" maaf jika saya mengganggu kamu, tapi saya ingin bicara dengan kamu tentang.." belum selesai Aldi bicara Silfia langsung memotong
"maaf kak tapi saya tidak bisa, agama sudah melarang itu kan?" Silfia
"apa agama melarang kita menikah?" Aldi
"bukan menikah kak" Silfia
" aku tidak akan membuat kontrak saat kita menikah" Aldi
"lantas" Silfia
"duduk lah dulu" Silfia
"tidak kak aku sedang sibuk, dan kita tidak boleh berlama lama berdua karen akan menyebab kan timbul nya fitnah" Silfia
Aldi mehela nafasnya dengan kasar.
"ayok Aldi kamu bisa ini tidak rumit, demi sang ibu yang kau cintai kau harus rela menikah dengan nya, dan kamu harus yakin jika suatu saat nanti cinta akan hadir dengan sendirinya" Aldi gumam dalam hati
"aku sudah memaafkan kakak untuk itu. tapi untuk menikah. beri saya waktu" Silfia
" tak lagi banyak waktu, saya mohon" Silfia
Silfia terkejut melihat lelaki yang dingin itu, sekarang harus memohon dengan nya. Silfia melihat sisi lemah sang lelaki dingin. itu. berapa sayang nya dia dengan sang ibu.
"aku tidak tau harus apa, apa aku harus menerima ini, bagai mana jika dia tidak bisa mencintai ku sampai tua, bagai mana jika dia... akhh aka yang kau fikir kan fia, sekarang keputusan ada di tangan mu." gumam dalam hati silfia
"jika kamu tidak bisa menikah dengan orang yang tidak mencintai mu, aku berjanji akan berusah untuk mencintai mu" Aldi
Silfia terkejut mendengar ucapan aldi
melebarkan mata nya kearah Aldi.
"aku bersungguh " Aldi
"ya ampun fia ini adalah situasi yang sangat membingungkan akhh. cobaan apa lagi ini ya Allah."
Silfia menghembuskan nafasnya
"semoga ini adalah pilihan yang tepat" gumam Silfia
"bismillah. insyaallah saya bersedia." Silfia
__ADS_1
"maksut nya?" Aldi
"ya saya bersedia menikah dengan kakak," Silfia
entah apa yang merasuki aldi. dia sangat senang mendengar jawaban itu.
"sungguh" tanya Aldi dengan senyuman nya memudarkan wajah dingin nya.
Silfia hanya membalas dengan anggukan.
"entah lah apa yang membuat ku bahagia dengan jawaban dia. di satu sisi ibu akan secepat nya sembuh dengan ini tapi di sisi lain apa.... aku entah lh aku akan menjalanin ini" gumam dalam hati Aldi
"maaf kak aku harus pergi ada kerjaan yang harus ku kerjakan" silfia
"oh iya. eh tapi apakah sore ini kamu bisa datang ke rumah sakit menemui ibu ku?" Aldi
"saya usahakan" Silfia sambil berjalan pergi."
sambil berjalan ke bawah cafe
"buk rianti, semoga anda secepat nya sehat. untuk ayah dan ibu fia akan ceritakan hal ini di waktu yang tepat. untuk sementara maaf kan fia harus berbohong pada ayah dan ibu" gumm Silfia .
flashback of
"maaf kak, mungkin fia salah" Silfia
"keputusan kamu tepat fia, itu sama aja kamu menyelamatkan nyawa seseorang. kakak juga gak ada hak untuk memaksa kamu untuk menikah dengan siapa pun, itu hak kamu." kak Lia
"pemuda itu?" tanya Silfia ragu
"untuk pemuda itu kakak akan mengurusnya." kak Lia
" tapi apa dia baik baik saja kak? " Silfia
"dia lelaki yang tampan fia, ada banyak wanita yang menunggu nya hhhh" canda kak Lia
"hhhhh kak Lia." Silfia
"yauda dia Kaka pamit ya maaf kakak gak bisa berlama lama. karna kakak mau pergi ke luar daerah. untuk kajian kita minggu ini di tiadakan ya" Kaka Lia
"ia kak, terima kasih ya kak Uda jadi perantara fia sama pemuda itu" Silfia
"ia fia sama sama. kakak tunggu ya kabar selanjut nya. assalamualaikum " kak lia dan langsung beranjak pergi
"waalaiakumsalam " Silfia.
huuuh (menghela nafas) semoga ini adalah pilihan yang tepat amin. ya Allah hamba menikah karenamu hamba ingin menyempurnakan separuh dari agama hamba. ya Allah. restuin hamba dengan lelaki itu. aminn
Bersambung...
__ADS_1