
30 menit sudah waktu berlalu. tapi Aldi belum juga kembali. Silfia yang sedang membaringkan tubuh nya di sofa sambil memainkan hp nya mulai merasa lapar.
Silfia yang sudah gelisah dengan rasa lapar nya memutuskan untuk keluar dari ruangan itu. dan turun ke lantai bawah dengan lift untuk mencari makan.
Silfia berjalan mengitari lantai bawah kantor Aldi.
Silfia sejenak berfikir akan pergi kemana untuk mencari makanan.
karena seingat nya saat berada di luar kantor dan melihat di dekat kantor tidak ada tempat makan atau warteg dekat situ.
Silfia memberanikan diri untuk bertanya ke salah satu karyawan yang ada di dekatnya.
"permisi mbak" silfia
"eh ia buk Silfia" ucap karyawan yang di panggil Silfia. bernama eka
"apa ibuk. emang aku setia itu ya" Silfia meraba wajah nya
"eh ia heheheh. oh saya ingin bertanya di dekat kantor ada tempat makan gak eee semacam kantin gitu?" Silfia
"oh ada buk. ibu bisa ke arah sana aja. ada pintu. nah ibuk masuk aja. pas di situ nantinya." Eka
"oh terima kasih" Silfia
"ia buk sama sama" Eka
Silfia berjalan menuju arah yang di bilang karyawan itu. saat sampai di depan pintu kantin Silfia langsung masuk ke kantin itu.
tentunya banyak pasang mata yang melihat Silfia. namun silfia tidak perduli dan tetap berjalan untuk memesan makanan. karena rasa lapar yang ia rasakan
sedang kan Aldi yang baru selesai rapat. kembali ke ruangan nya. namun dia tidak mendapat kan Silfia di dalam ruangan itu.
saat Diko masuk juga ke ruangan Aldi
"dik Silfia mana?"Aldi
"lah masa saya tau di. kan kita bareng dari ruang rapat" Diko
"Oia" Aldi
"coba telfon aja. mungkin dia lagi keluar sebentar" Diko
Aldi mencoba menelepon Silfia. tapi ternyata ponsel Silfia berada di sofa itu yang di timpa bantal kecil
"ponsel ya di sini" Aldi
__ADS_1
"berarti dia, masih di kantor di." Diko
"kenapa gitu?" Aldi
"ya gitu" Diko
"iiiss" Aldi
"ehmmm al. Silfia siang ini udah makan belom?" Diko bertanya. membuat Aldi terkejut
"kenapa lu nanyain Silfia dah makan apa belum. kenapa lu jadi perhatian?" Aldi
"hhhhh gak usah sensian dulu Al. aku nanyak doang" Diko
"ya buat apa nanyak gitu" Aldi
Diko menepuk kening nya dengan kanan kanan nya.
" kalau belum. mungkin aja posisi dia sekarang lagi cari makan. Tah kemana gitu" Diko
Aldi mengerutkan dahinya
"oh" Aldi
"makan nya gak usah sensian gitu Napa. sekarang gua banyak lagi dia dah makan apa belum?" Diko
"kayak nya belum deh" Aldi
"ya Uda, gua yakin sekarang dia keluar untuk nyarik makan" Diko
"emang dia tau daerah kantor gua" Aldi
"kalau gak tau ya dia nanyak dong, banyaknya manusia yang memenuhi kantor mu. pasti lah " Diko
"ya udah mungkin sekarang dia di kantin. gua nyusul aja kali ya" Aldi
"ya Uda susul gih" Diko
"iya gua sekalian pulang aja ya, soalnya ada yang harus gua omongi sama Silfia. kan gak ada lagi jadwal apa apa kan." Aldi
"ya kalau jadwal rapat sih gak ada, tapi itu laporan ada" Diko
"gua mintak tolong sama lu, kali ini lu kerjain laporan itu ya, gua ada hal penting soalnya" Aldi
"ya ya bisa sih tapi itu kan banyak kali Al." Diko
__ADS_1
"kali ini aja dik, ya Uda gua pergi dulu ya gua serahin semua sama lu" Aldi sambil berjalan keluar ruangan nya
Diko yang pasrah mengusap wajah nya dengan kasar sambil melihat ke tumpukan map.
Aldi membawa tas samping milik Silfia beserta ponsel nya yang sudah ia taruh ke dalam tas milik Silfia.
terlihat aneh bahkan lucu saat seorang yang cool membawa tas wanita apa lagi yang model samping. selama perjalan Aldi di lihat oleh para karyawannya sambil menahan tawa.
ada yang melihat nya tertawa dan ada juga yang melihatnya gemas. namun sesekali Aldi menegur karyawannya.
saat sudah sampai di lantai bawah Aldi langsung berjalan menuju kantin.
dan benar saja Silfia berada di sana sedang menyantap makanan
"aiss kenapa dia tidak bilang jika lapar. untung dia tidak tersesat"Aldi
lalu Aldi berjalan mendekati Silfia. saat sudah di dekat Silfia Aldi menjatuhkan tas milik Silfia di meja, tepatnya di samping Silfia.
karena terkejut Silfia yang sedang mengunyah pun tersedak makanannya.
"uhuk uhuk" silfia
Aldi menepuk pundak Silfia. Silfia semakin terkejut saat Aldi menyentuh nya, membuat silfia semakin tersedak.
Aldi memberikan air ke Silfia dan silfia meminumnya. sebenar nya bukan hanya Karana Aldi menyentuh punggung Silfia tapi karena Aldi terlalu kuat menepuk nya.
Silfia yang sudah membaik dari tersedak nya. Aldi duduk di samping Silfia
dan berbisik
"kenapa kau tidak memberi tau ku jika lapar, aku akan menuyuruh karyawan lain ku untuk mengirim makanan untuk mu" Aldi
"sudah terlanjur kak," balas bisik Silfia
Aldi menggelengkan kepalanya
"sudahlah cepat, habis ini kita pulang, ada hal yang ingin ku bicarakan" Aldi berbisik
"oh ehmm" Silfia melanjutkan makan nya
sementara Aldi membayar makanan nya. tak lama kemudian Silfia selesai makan. mereka pun meranjak pergi dari kantin itu. berjalan menuju tempat parkir di mana mobil Aldi berada.
setelah mereka berdua sudah berada di dalam mobil Aldi langsung melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang. Aldi menjalankan mobil nya pergi menjauh dari kantor. dan menuju kembali ke rumah.
Bersambung...
__ADS_1
sambung besok lagi ya😊