
setelah berfikir pAnjang akhirnya Aldi setuju dengan rencana adik nya, mengingat sang ibu yang harus secepatnya di operasi
Zahra sudah bicara dengan Silfia untuk bertemu, dan silfia setuju, walaupun Zahra tidak memberi tahu untuk apa mereka bertemu.
Silfia mengenal Zahra begitu sebaliknya. dari satu pengajian. setelah mengatur pertemuan akhirnya akhirnya mereka bertemu di cafe Tari, Zahra yang sudah berada terlebih dahulu, lalu di susul oleh Silfia
Silfia izin untuk tidak bekerja untuk hari ini karena tugas yang menumpuk dan mata kuliah yang padat kecuali di sore hari.
setelah Silfia datang menyusul Zahra,Silfia duduk di samping Zahra.
"assalamualaikum kak" salam Silfia,
"waalaiakumsalam fia" Zahra
"ada apa ya kak?" tanya Zahra
"kita tunggu dulu ya, soal nya ada yang mau datang lagi" zahra
"siapa kak?" Silfia
"Uda kita tunggu sebentar ya" Zahra
"baik lah kalau gitu*" silfia sambil tersenyum
setelah menunggu waktu lama akhir nya orang yang mereka tunggu datang juga. mereka adalah Aldi dan adik nya Alya
Silfia yang melihat mereka berdua yang tidak asih di matanya.
Aldi yang berjalan tegap dengan muka datar nya. melihatkan ketampanan nya. dengan setelan jas abu abu dengan celana yang warna nya menyatu dengan jas nya
"assalamualaikum kak fia kak zahra" salam Alya
"waalaiakumsalam, Alya" Silfia sedikit terkejut dengan kedatangan Alya dengan lelaki yang dia temui waktu itu
"hihihi iya kak" Alya
setelah Alya bersalaman dengan Zahra dan silfia dia langsung duduk di hadapan mereka, disusul oleh Aldi yang bersalaman denga Zahra, tetapi tidak dengan Silfia
Silfia terkejut dengan kedatangan Alya, Silfia tau kalau Alya adik ipar nya Zahra karena Alya pernah di bawak saat pengajian.
"kak kenalin ini bang Aldi Abang aku sekaligus adik ipar kak Zahra
silfia tak menyangka jika Aldi adalah adik ipar Zahra karena emang Zahra tidak pernah cerita dengan nya
Silfia bingung dengan situasi sekarang kenapa keluarga nya Zahra datang.
__ADS_1
"mereka ingin bicara apa dengan ku?" tanya hati Silfia
"emmm fia, mungkin kamu bingung kenapa keluarga ipar kakak ada disini. dan mungkin kamu bertanya apa yang ingin kami bicara kan dengan mu"Zahra
"hemm ia kak ini ada apa ya?"tanya Silfia
"hemmm gini kak kakak kenal dong sama ibu rianti?"
"i i iya saya mengenal beliau, ibu rianti ibu dari kak Aldi kan" Silfia
"bukan cuman ibu nya bang Aldi kak tapi beliau juga ibu nya Alya, plus ibu mertuanya kak Zahra" jawab Alya sambil tersenyum.
Silfia tak menyangka kalau seseorang wanita parubaya tersebut adalah ibu mereka.
"gini fi, kita langsung ke poin nya aja ya, kan ini rianti pernah berjumpa kan sama kamu dan juga kenalin Aldi ke kamu?" Zahra
"ia kak" Silfia
"jadi gini fia, kakak mau meneruskan permintaan ibu mertua kakaka untuk menjodohkan mau dengan Aldi" Zahra
"tapi kak" Silfia
"kakak tau fi kalau kamu sedang menjalankan ta'aruf dengan pemuda itu, tapi disini kakak mau kamu untuk menolak nya dan melanjutkan pernikahan dengan adik ipar kakak." Zahra
"maaf kak, tapi disini." Alya
" belum kak" Silfia membuang nafas nya dengan perlahan
"kak memang Silfia belum memberi keputusan, tapi untuk rencananya besok Silfia akan bertemu dengan kak Maria untuk memberii jawaban, lagian disini Silfia tidak mengenal lelaki ini kak giamana fia mau untuk menikah dengan. nya". jelas Silfia
"Silfia kakak mengerti, tapiii...." Zahra ragu
"kak mamah kami kondisinya memburuk, dan harus operasi" sambung Alya.
"innalillahi beneran kak?" Silfia
"ia ibu kami sedang tidak baik dan dia harus di operasi" jawab Aldi dengan posisi kepala sedikit menunduk
"terus apa hubungan nya dengan ku?" tanya Silfia
"kak mamah hanya mau operasi jika bang Aldi menikah dengan kakak," Alya
"ha a apa?kenapa harus aku?" Silfia terkejut
"entah lah fi kakak juga tidak tau, " Zahra
__ADS_1
"tapi maaf kak fia tidak bisa karena dia sudah punya keputusan dengan pemuda itu." Silfia
"tapi apa gak bisa membatalkan keputusan mu, bukan kah kau mengenal ibu ku, setidak nya bantu dia kondisinya sangat buruk, aku juga melakukan ini demi ibu ku," Aldi
"jadi kamu meminta untuk menikah dengan ku karena keadaan saja, jika seperti itu aku tidak bisa, aku tidak bisa menikah dengan lelaki yang tidak mencintai ku," Silfia
"setidak nya menikah lah demi ibu ku, kita akan buat kesepakan Hannya untuk sementara aja sampai ibu ku membaik" Aldi
"kesepakatan apa maksut mu" Silfia
" Aldi apa maksudmu kesepakata ?" Zahra
"kita menikah kontrak, jika ibu ku sudah membaik aku akan melepas mu" Aldi
plaaak
tamparan yang mendarat di pipi Aldi, Zahra menamparnya karena Aldi mengatakan jika akan membuat kontrak pernikahan.
"Kaka Zahra" Alya dan silfia terkejut dengan perlakuan Zahra pada Aldi
sedangkan Aldi yang mengaku salah hanya diam dan menerima tamparan kakak iparnya
"kak sudah, aku tidak apa apa" Silfia
"tidak fia, kamu keterlaluan Aldi, kakak membantu kamu agak bisa menikah dan menerima fia, kalau kakak tau kamu mau menikah untuk kontrak kakak gak akan setuju untuk membantu kamu, kamu tau kan kalau itu ada dosa itu haram untuk di lakukan. jika seperti ini kakak juga gak bakal restuin kamu sama fia" Zahra dengan kesal dengan apa yang dikatakan oleh Aldi
"terus aku harus bagai mana kak, ibu sudah memburuk aku harus apa? membujuk dia agar mencintai ku,dia sendiri yang tidak ingin menikah dengan orang yang tidak dia cintai." Aldi
"setidak nya kamu yang harusnya mencoba mencintai dia bukan nya malah membuat hal yang tidak pantas itu" Zahra
"sudah cukup, kak Zahra, Alya, maaf tapi di sini saya tidak bisa menikah dengan lelaki yang tidak bisa menerima saya, maaf. kalian bisa menyelesaikan masalah ini secara pribadi, dan untuk apa yang di katakan kak Aldi, aku sudah memaafkan nya kak, dan buat kak Aldi jika memang ada hal yang mendesak untuk mu, jangan pernah ambil keputusan yang sepihak seperti itu." Silfia
"dan sekali lagi maaf kak Silfia pamit" sambung Silfia
"tapi fia" Zahra
"kak tolong Alya" Alya
"maaf Alya mungkin selama ini kakak bisa bantu kamu tapi untuk kali ini kakak gak bisa, maaf sekali lagi, saya pamit assalamualaikum"
Silfia pamit
setelah Silfia pergi, Zahra yang sedang berdiri mencoba mendirikan dirinya dengan kasar, dan mencoba menahan emosi nya.
sedang kan Alya yang mulai bingung dengan kondisi saat ini,dia tidak tau apa yang harus dia lakukan
__ADS_1
"sekarang apa, akhh Tuhan apa yang kulakukan, apa yang ku bicarakan, maaf kan hamba mu ini" Aldi bicara dalam hati dengan kesal.
Bersambung....