Menikah Karena Keadaan

Menikah Karena Keadaan
BAB 57 APA YANG SEBENARNYA TERJADI?


__ADS_3

Aldi Silfia sudah di dalam pesawat, dan tak lama kemudian pesawat tersebut sudah terbang menuju negara yang mereka tuju.


di dalam perjalanan mereka berdua hanya diam. tak selang berapa lama Silfia tertidur di tempatnya. Aldi yang melihat Silfia dalam tidur nya sedikit terukir senyum di bibirnya


"cantik" kata yang terucap di bibir Aldi


Skip setelah -+20 jam perjalanan


waktu sudah kembali pagi dan mereka sudah sampai di California Amerika serikat


setelah lepas landas para penumpang turun satu per satu tak terkecuali Aldi dan Silfia. setelah itu mereka berdua mengambil koper mereka, tak lupa mereka untuk pengecekan paspor. setelah selesai semua Aldi dan silfia pergi keluar dari bandara.


setelah keluar dari bandara mereka menaiki taksi yang sudah mereka berhentikan. mereka berdua sudah naik di dalam taksi setelah barang mereka sudah di dalam bagasi mobil itu. supir kembali masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya meninggalkan bandara.


jalan sedikit macet namun mereka tidak terlalu lama di perjalanan setelah 15 menit mereka sampai di rumah sakit tempat mamah Aldi di rawat


dengan masih mempelai baju kemarin dan tetap membawa koper mereka masuki rumah sakit tersebut.


Aldi dan Silfia mendatangi tempat resepsionis untuk menanyakan ruang tempat mamah Aldi di rawat, setelah itu resepsionis tersebut menyebutkan dimana ruangan tersebut, dan Aldi dan Silfia setelah mendapatkan informasi dimana mamah nya di rawat mereka berdua langsung menuju tempat itu.


tak lama kemudian setelah menaiki lift mereka berdua menemukan ruangan tempat mamah Aldi di rawat.


dan mereka langsung masuk ke ruangan tersebut.


setelah masuk di ruangan tersebut terdapat mamah Aldi yang terbaring lemah di ranjang dengan mata yang masih tertutup, ada 2 dokter dan 3 suster, dan ada Alya dan ayah Aldi yang berada di samping mamah Aldi


"thank you doctor" ayah Aldi


"yes sir, if anything is needed again or something happens again, please contact us immediately (ya pak, jika ada yang dibutuhkan lagi atau terjadi lagi, mohon segera hubungi kami)" dokter


setelah itu 2 dokter tersebut meninggalkan orang tua Aldi dan Alya, sebelum keluar kedua dokter dan 3 suster tersebut juga sempat menyapa Aldi dan Silfia setelahnya keluar dari ruang rawat itu.


ruang rawat yang di pakai mamah Aldi merupakan ruang kelas atas atau VVIP, sehingga ruangan tersebut sangat luas dan terdapat sofa sehingga sangat nyaman di tempati

__ADS_1



(ruangan yang di tempati keluarga Aldi)


Aldi dan Silfia mendekati pak ridwan dan Alya, tak lupa mereka berdua mencium punggung tangan pak Ridwan di susul Alya yang juga melakukan itu pada Silfia dan Aldi


"yah bagai mana keadaan mamah? sampai ada 2 dokter yang merawat mamah ini tidak buruk kan yah?" Aldi berulang kali bertanya


"kondisi mamah...." pak Ridwan menatap sekilas istri nya tersebut


"ayah jawab" Aldi


"kamu tenang aja mamah akan sembuh, kamu percaya kan? kita cuman bisa berdoa untuk kesembuhan mamah" pak Ridwan meyakinkan


"maahhh" Aldi menghampiri mamahnya yang terbaring di ranjang "mamah yang kuat ya, Al yakin mamah bakal sembuh" Aldi dengan air mata yang tidak dapat di tahan akhirnya menetes ke pipi Aldi


perasaan Silfia sangat tergores, baru kali ini dia melihat Aldi menangis, ketulusan Aldi membuat Silfia benar benar tersentuh. Silfia ingin menghampiri Aldi dan memeluknya namun Alya sudah lebih dulu memeluk silgia


sedangkan Alya memeluk Silfia dengan badan yang lemas, dan mata yang mulai berkaca kaca.


"gak mau yah, Alya mau jagain mamah disini, nanti kalau ada apa apa gimana?" Alya melepaskan pelukan Silfia


"ada ayah disini." pak Ridwan


"enggak ya lebih baik ayah aja yang istirahat alya masih kuat buat jaga mamah, alya gak mau ninggali mamah" Alya


pak Ridwan menatap Silfia memberikan isyarat untuk membujuk dan membawa Alya. Silfia mengerti lalu memegang bahu Alya dan menatap alya


"Al kita percaya kan sama ayah disini ya? juga ada bang Aldi kan, bang Aldi udah ada di sini, kita kasih waktu buat bang Aldi bicara sama mamah, oke kita sementara keluar dulu" Silfia meyakinkan


Alya menatap abangnya Aldi yang sedang meratapi sang mamah sambil mencium tangan mamah mereka


"ayah juga istirahat ya, Alya ke hotel bentar cuman untuk bersihi badan aja habis itu Alya balik dan ayah harus istirahat, gak ada penolakan" Alya

__ADS_1


"iyaa..." pak Ridwan


"yah kita pergi sebentar dulu ya, nanti kalau mamah bangun Silfia mintak tolong buat kabarin kita berdua, Silfia juga ingin menyapa mamah" Silfia


"iya pasti fi, ayah akan langsung kabarin kalian" pak Ridwan


setelah itu silfia menuntun sambil memeluk bahu Alya untuk keluar dari ruangan tersebut.


setelah keluar dari kamar tersebut mereka tidak benar benar pergi meninggalkan rumah sakit, tapi Alya langsung menduduk an diri nya di kursi tepat di doing mingu ruangan itu


saat Alya duduk Alya menutup wajah nya dengan kedua tangan nya, dan lepaslah tangisan Alya yang sedari tadi tertahan


Silfia yang mendengar tangisan Alya di balik tangan itu, Silfia langsung mengarahkan tubuh nya Alya ke pelukan Silfia. dan tangisan Alya semakin pecah.


Silfia sesekali menepuk nepuh dengan pelas punggung alya agar tangisan nya meredah.


"kak aku takut, aku takun mamah ninggalin aku" Silfia bicara sambil menangis di pundak Silfia


"enggak Al mamah gak akan pergi, mamah akan sembuh, mamah akan kumpul sama kita lagi, kamu jangan ngomong kayak gitu ya" silfia


Alya menjauhkan tubuhnya dari pelukan silfia, dan memgusap wajah nya yang penuh dengan air mata


"aku juga percaya mamah akan sembuh, tapi dari perkataan dokter, buat Alya takut kak, takut gak sesuai ekspektasi" Alya


"tapi kak, mamah akan sembuh kan kak? mamah bakal kumpul sama kita lagi kan kak? mamah gak akan tinggalin kita kan kak? jawab kak" alya memegang pundak Silfia,


"iya Al iya mamah akan sembuh, kita bantu doa ya, kita berdoa sama Allah semoga mamah bisa kembali sehat, semoga mamah bisa kumpul bareng kita lagi tanpa ngerasain sakit, yaa.." Silfia meyakinkan Alya kalau memeluk kembali Alya sambil menepuk nepuk bahu Silfia


tak lama tangisan Alya meredah, hanya isakan hidung yang terdengar. lalu Alya kembali melepaskan pelukan nya pada Silfia. setelah yakin Silfia mulai bertanya pada Alya apa yang sebenarnya terjadi kemarin? kenapa Alya tidak yakin akan kesembuhan sang mamah


"Al, kakak boleh tanya sesuatu." Silfia, Alya mengangguk


"apa yang sebenarnya terjadi kemarin, kenapa kamu tidak yakin sama kesembuhan mamah?" tanya Silfia

__ADS_1


Alya menatap Silfia dengan mata sayu, lalu dia menjelaskan yang terjadi kemarin...


BERSAMBUNG...


__ADS_2