
Flashback on
hari ini Alya sedang berada di ruang rawat mamah nya, mamahnya yang sudah selesai operasi 1 hari yang lalu kini masih terbaring lemah di ranjang nya.
Alya sendiri menjaga sang mamah di ruangan itu, sedang kan ayah nya izin untuk pergi sebentar. Alya yang sedari tadi memainkan ponsel nya kini mulai merasa bosan.
"akhhh hp ini isinya itu itu mulu bosen banget, kalau gak main Instagram ya Tiktok, dikit dikit liat WhatsApp, tapi pas di lihat gak ada yang Chet kecuali grub,huh..." kesal Alya dalam gumaman nya.
Alya meletakkan ponsel nya ke sofa samping di duduk. lalu pergi keluar ruangan itu. setelah keluar Alya pergi ka sembarang arah hanya untuk mencari suasana baru sambil mencari keberadaan ayahnya.
saat berjalan jalan Alya melihat sang ayah berjalan bersama salah satu dokter yang Alya kenal. Alya ingin memanggil sang ayah namun sadar akan menimbulkan suara berisik Alya berlari kecil menyusul sang ayah.
namun belum sempat Alya menyusul sang ayah dan dokter itu sudah masuk ke ruangan yang depan pintunya terdapat tulisan nama dokter itu.
Alya sudah berada di depan ruangan yang di masukin ayah nya bersama dokter itu,Alya menggelar nafas, karna tau ayah nya berada di dalam dan Alya berfikir pasti sang ayah membicarakan pengobatan ibu nya, jadi Alya memutuskan untuk pergi dari tempat dia berdiri sekarang.
saat ingin melangkahkan kaki Alya mendengar ucapan sang dokter yang membuat Alya enggan untuk pergi,
"saya minta maaf pak, baru bisa mengabari hari ini, setelah operasi 1 hari yang lalu karna ada sesuatu yang muncul sehingga kami baru bisa mengabari nya hari ini" dokter
(percakapan dokter dan pak Ridwan ayah nya Alya itu pake bahasa Inggris ya, author ngetik nya pakai bahasa Indonesia aja, soalnya ribet kalau harus translate lagi)
"tidak apa dok, silahkan informasi apa yang ingin anda sampai kan tentang kondisi istri saya?" pak Ridwan
"begini pak," dokter sembari menyalakan monitor di samping nya, menampakkan tubuh bagian dalam milik Bu rianti, tepatnya pada jantung
dokter tersebut menjelaskan panjang lebar tentang kondisi Bu rianti, yang sebenarnya sudah tidak baik baik saja, Alya yang masih berada di luar ruangan tersebut pun mendengarkan apa yang di katakan dokter tersebut.
"jadi apakah istri saya akan sembuh dok?" tanya pak Ridwan khawatir
"kesembuhan pasien hanya sedikit pak, kontraksi yang terjadi pada jantung pasien tidak hanya terdapat 1 jantung saja, tetapi 2 jantung, dan ini sangat fatal. sehingga dengan berat hati kami mengatakan hanya ada kemungkinan 20% untuk kesembuhan pasien" dokter
__ADS_1
"maksudnya dok istri saya hanya kemungkinan 20% dapat bertahan?" pak Ridwan
"kami mohon maaf pak, tapi kami akan memanfaatkan 20% tersebut semaksimal mungkin, kami akan berjuang juga untuk kesembuhan pasien. jadi tugas bapak dan keluarga untuk mempersiapkan semua," dokter
pak Ridwan melepaskan kaca mata yang ia kenakan dengan kasar, lalu memijat mijat bagian pinggir matanya yang sudah berair, dokter yang melihat itu menepuk nepuk pundak pak Ridwan.
"berdoalah pak untuk kesembuhan istri bapak" dokter
sedangkan di luar Alya masih shock dengan apa yang ia dengar, mata Silfia sudah mengeluarkan air mata, sedangkan kedua tangan nya menutup mulutnya agar tidak mengeluarkan suara. lalu dengan langkah sempoyongan Alya pergi menjauh dari ruangan itu dengan tangis yang masih membasahi pipinya
Alya kembali ke ruang rawat yang di tempati sang ibu. dan sudah masuk kedalam nya, Alya menutup kembali pintu lalu dengan tubuh yang masih mengarah ke pintu dengan tangan yang memegang gagang pintu Alya menangis.
"sayang kamu nanngis? kenapa?" suara serah yang terdengar tak jauh dari posisi Alya, mencoba memanggil Alya.
Alya menoleh ke ranjang mendapatkan sang mamah yang sudah membuka mata.
"mamaahhh" suara lirih Alya sambil berlari menghampiri sang ibu
Bu rianti tersenyum ke arah Alya sembari meraih kepala Alya untuk mengusapnya
Alya hanya menggeleng kan kepalanya
"mamaahhh, mamah harus sembuh ya, mamah gak boleh nyerah, Alya tau pasti sakit, tapi Alya yakin mamah kuat" Alya suara lirih
Bu Rianti tersenyum ke arah Alya
"mamah akan berjuang ya, selebihnya kita serahkan sama Allah ya, mamah akan tetap berjuang demi kamu Abang Abang kamu, sama ayah. walaupun mamah gak bisa bilang mamah bisa sembuh, tapi mamah yakin kekuatan doa kita bersama," ibu rianti meyakinkan Alya
Alya mengangguk lalu mencium punggung tangan sang mamah, sambil menangis
"putri mamah gak boleh nangis dong" ibu rianti
__ADS_1
Alya semakin menangis lalu beralih memeluk mamah nya, sambil menangis, tangan ibu rianti mengusap puncak kepala Alya untuk menenangkan nya, namun tak lama tangan Bu rianti beralih ke dada karna rasa sakit yang di alami Bu rianti. Bu rianti meringis kesakitan, membuat Alya yang mendengar nya langsung melepas pelukannya dan melihat Bu Rianti
"mah..mamah kenapa? maahh" Alya semakin khawatir melihat sang mamah meringis sakit sambil memegang dadanya.
Alya langsung menekan tombol yang ada di dekatnya. tak lama dokter datang bersama sang ayah.
"mamahh" Alya berteriak
suster yang ikut datang mencoba menyingkirkan Alya, agar dokter bisa memeriksa ibu Rianti. namun belum sempat menyentuh, ibu Rianti sudah tak sadarkan diri. Alya yang melihatnya pun makin panik, lalu berteriak
"mamah mamah maamahh" Alya
suster memberi himbauan untuk Alya dan pak Ridwan keluar dari ruangan tersebut agar dokter bisa leluasa memeriksa, namun Alya kekeh untuk tetap di ruangan itu, pak Ridwan mencoba membawa Alya namun Alya masih kekeh, sampai dokter berbicara
"pasien hanya pingsan, izinkan saya untuk memeriksa nya, saya yakin pasien tidak apa apa" dokter
"Al kamu dengarkan kata dokter ayo kita keluar dulu, biarkan dokter periksa mamah" pak Ridwan
"tapi yahhh ..." Alya menatap pak Ridwan
"tidak apa apa Ayuk" pak Ridwan menuntun Alya untuk keluar dari ruangan itu, diikuti oleh Alya yang masih menangis
Flashback off
Silfia shock mendengarkan cerita Alya, lalu Silfia kembali memeluk Alya, disusul Alya yang Kemabli menangis,
"kaak..." Alya lirih
"cup cup cup, tenang Al kita percayakan sama Allah ya, dan mamah, yakin insyaallah mamah sembuh" Silfia
setelah itu Alya dan Silfia pergi dari rumah sakit menuju hotel yang sebelum nya jadi tempat tinggal Alya dan kedua orang tua nya.
__ADS_1
"kamu bersih bersih dulu ya," Silfia di balas anggukan Alya
BERSAMBUNG....