Menikah Karena Keadaan

Menikah Karena Keadaan
BAB 19 HANYA BERDUA


__ADS_3

Silfia yang lama di dalam kamar mandi. pun akhirnya keluar. tanpa sepengetahuan Silfia ternyata Aldi yang berada di depan pintu kamar mandi menunggu nya.


Silfia yang menutupi kepalanya hanya dengan handuk dan di pegang di leher dengan tangan nya. saat keluar Silfia terkejut saat mendapati Aldi berada di depan kamar mandi.


karna terkejut Silfia melepas pegangan handuk nya, dan membuat handuk itu terlepas dari kepala Silfia.


Aldi langsung meraih handuk itu yang sudah berada di belakang tubuh Silfia. tangan Aldi yang memegang handuk silfia membuat tangan nya berada di bahu Silfia.


dan membuat wajah Aldi mendekat ke Silfia. mereka kembali terdiam dan saling menatap


Aldi yang tidak terlalu terbawa suasana mencoba membawa handuk silfia dan meletakan ke kepala Silfia. membuat wajah Silfia tertutup handuk itu.


saat kepala Silfia yang sepenuh nya tertutup Aldi masuk ke dalam ke kamar mandi.


sedang kan Silfia yang terkejut karena handuk yang menutup nya mencoba mengeluarkan kepalanya dari handuk itu.


Silfia yang sadar mencoba kembali menutupi kepalanya dengan handuk walau pun Aldi yang sudah tidak berada di hadapan nya.


walau pun Aldi sadar. ternyata jantung Aldi berdetak lebih cepat karena dia yang sempat kembali menatap Silfia.


begitu pun Silfia yang hati nya tidak karuan. Silfia mencoba menenangkan diri nya. dia duduk di meja rias dan menatap diri nya di cermin


Silfia yang tidak karuan mencoba memukul mukul pipinya, berulang kali. berharap dia bisa tengang.


"tenang fia tenang, ini hanya perasaan yang biasa, okay" ucap Silfia kecil


Silfia menghembuskan nafasnya dengan kasar berulang kali.setelah itu dia menyisir rambut nya lalu mengikat. dan setelah itu dia mengambil kerudung bergo nya.


tak lama kemudian langit mulai gelap suara azan berkumandang. Aldi yang sudah keluar dari kamar mandi pun sudah mengenakan pakaian nya. di dalam kamar mandi itu.


Aldi yang sudah terlebih dahulu mengambil air wudhu pun mulai salat. setelah itu Silfia pun salat setelah Aldi. karena sajadah nya ada satu jadi mereka bergilir.


setelah selesai salat Aldi dan silfia keluar dari kamar mereka dan mulai makan malam. tak lupa Silfia memanggil Alya yang berada di dalam kamar tamu. untuk mengajak nya makan malam.


tok tok tok


suara ketukan tangan Silfia ke pintu kamar itu.


"Alya" silfia


"ia kak masuk lah" Alya


Silfia masuk ke kamar itu


"sudah malam Ayuk makan" Silfia


"ia kak bentar Alya masukin baju dulu" alya


"loh kamu gak bermalam di sini?" tanya silfi


"hah yang enggk lah kak, aku kan kesini cuman mau tau rumah kakak doang sekelian mau bantu aja," Alya


"loh kakak fikir kamu akan. bermalam disini." Silfia


"gak enak kak" Alya


"gak enak kenapa?" silfia


"gak enak ganggu pengantin baru hhhh" Alya


"ih kamu ni, gak papa lah Al," silfia


"enggak apa kak Alya pulang aja, soalnya tadi juga bilang sama mamah nya cuman mau liat liat aja habis tu pulang, kesian kan mamah nunggu hihihi" Alya


"hemm alasan kamu, ya Uda yok makan" Silfia

__ADS_1


"hayuk" Alya


mereka berdua pergi ke meja makan menyusul Aldi yang sedari tadi menunggu mereka sambil memain kan hp nya


"kurang lama ngobrol nya, Abang Uda lapar" celetuk Aldi


"yaelah sok ia amat. biasa nya juga kali makan malam paling lama" kesal Alya


Silfia menahan untuk tertawa. mendengar Alya kalau Aldi yang sok sokan


"dah dah ayuk makan," Aldi


Silfia dan Alya duduk, Alya mengambil makanannya. sedangkan Silfia mengambil kan makan terlebih dahulu pada Aldi.


biar bagai mana pun Aldi adalah suami Silfia, jadi harus lh Silfia memperlakukan Aldi sebagaimana suami pada umumnya.


Aldi yang tak menyangka kalau makannya akan di ambilkan dengan Silfia, Aldi terus menatap Silfia yang mengambil makanannya. begitu pun Alya, yang mencoba menggoda Aldi dan silfia dengan asik batuk.


setelah mengambil makan untuk Aldi Silfia mengambil makanannya sendiri. dan segala semua nya sudah ada makanan nya masing masing mereka pun makan tanpa suara.


Setelah selesai makan Alya berpamitan pada Aldi dan silfia untuk pulang.


Aldi dan silfia mengantar Alya sampai di tempat dimana Alya memakirkan motornya.


"hati hati ya Al," Silfia


"ia kak" Alya


"jangan ngebut Uda malam. jangan ambil jalan potong ingat" Aldy


"ia bang Aldi firzi, adik Alya pulang dulu ya, bay assalamulaikum" Alya nyengir


"waalaikumsalam" serempak Aldi dan Alya


"ciee yang samaan" goda Alya


Alya tertawa melihat tingkah sang abang, yang dingin berubah menjadi orang yang bertingkah lucu. Alya menyalakan mesin motor nya dan mulai melaju meninggalkan Aldi dan silfia.


setelah Alya pergi. sekarang di rumah itu tinggal Aldi dan silfia saja, tak ada orang selain mereka.


setelah itu Aldi menutup gerbang rumah nya dan mengunci ya.


sedangkan Silfia yang masih berada di posisi nya.


"apa kau akan tetap di sini sampai besok?" Aldi


" ah tidak" Silfia sambil menggelengkan kepalanya.


"sudah lah masuk, di luar dingin" Aldi melangkahkan kakinya masuk ke rumah


"hemm" Silfia


saat masuk ke rumah Silfia pergi ke dapur untuk menyuci piring. sedang kan Aldi yang ingin masuk ke kamar terhenti karena melihat Silfia yang masih di dapur.


ia duduk di meja makan. sambil memain kan hp.


"jika ingin aku akan menyewa pembantu untuk mengerjakan pekerjaan rumah ini, jadi kau tau perlu melakukan itu lagi." Aldi


"ah tidak usah kak, ini tidak terlalu melelahkan" Silfia


"tapi kau masih harus fokus dengan kuliah mu bukan? apa lagi kau akan tugas skripsi!" Aldi


"ehmm tap apa aku bisa mengerjakan ini. lagian aku juga sudah terbiasa melakukan ini kak" Silfia


"ya sudah terserah mu saja" Aldi

__ADS_1


tak lama Silfia selesai menyuci piring.


"apa ku sudah selesai?" Aldi.


"emmm" Silfia


"baik lah, eeee apa besok kau akan ke kampus lagi?" Aldi


"ia" Silfia


"jam berapa?" Aldi


"siang kak sekitar jam 11 an! emang kenapa KK" Silfia


"tak apa besok kau ingin pergi sama?" tanya Aldi


Silfia berfikir sejenak


"jika ingin pergi sendiri aku akan menyiapkan motor untuk mu," Aldi


"maaf kak tapi aku belum mengenal jalan di sini, boleh kan aku ikut dengan kakak?" Silfia


Aldi mengerutkan kening nya,


"apa kau ingin bersama ku?" Aldi


Silfia melihat Aldi.


" ah kakak Jagan berfikir yang tidak tidak, untuk kali ini aja kok kak, aku tidak terlalu mengetahui jalan nya, jadi aku..." Silfia


"Hem sudah lah aku mengerti, besok aku akan mengantar mu" Aldi


Silfia mengangguk.


"ada yang ingin kau lakukan lagi?" Aldi


"tidak kak, emangnya kenapa?" silfia


"jika sudah selesai aku akan pergi ke kamar untuk tidur" Aldi


"memang nya kakak menunggu ku?" Silfia


"hah ya ya enggak lah, aku Hannya ingin bertanya saja tadi." Aldi gugup


silfia tersenyum


"kenapa kau tersenyum aku tidak sama sekali menunggu mu" Aldi


"aku tidak tersenyum kak" Silfia


"sudah lah" Aldi


saat Aldi ingin pergi, Aldi berbalik


"oh ya aku akan tidur di kamar yang lain untuk sementara. jadi kau bisa tidur di kamar itu, dan bisa leluasa melakukan apa pun." Aldi


Silfia mengangguk. setelah itu Aldi kembali berjalan pergi tapi kembali berhenti dan berkata


"oh ya satu lagi ini sudah malam cepat lah tidur, pintu sudah aku kunci semua, jadi kau tak perlu menguncinya lagi." Aldi .


kembali pergi dengan sedikit berlari menaiki tangga.


sedang kan Silfia merasa bingung dengan tingkah seorang Aldi firzi


"apa dia lelaki balok es itu, apa dia seorang Aldi firzi yang ku kenal? kenapa sikap nya berbeda? ah sudah lah" Silfia berbicara sendiri

__ADS_1


Silfia mematikan lampu dapur dan mulai pergi berjalan menuju kamar nya.


Bersambung...


__ADS_2