Menikah Karena Keadaan

Menikah Karena Keadaan
BAB 21 BERKUNJUNG


__ADS_3

pagi hari pun datang, Silfia selesai salat subuh, lalu membersihkan kamarnya. dan selanjutnya dia pergi ke dapur untuk menyiapkan makan.


Silfia keluar kamar menggukan piyama tidurnya, tanpa penutup kepalanya. biar bagai mana pun Silfia harus lebih terbiasa dengan ini.


saat Silfia memasak wangi masakan Silfia menyebar ke sudut rumah. Aldi yang baru keluar dari kamarnya pun tercium wangi masakan.


Aldi turun untuk pergi ke dapur. dia mendapatkan Silfia yang sedang memasak tanpa hijab nya.


"kau masak apa" ucap Aldi


Silfia mengarah ke sumber suara


"oh kak, aku Hannya memasak Nasik goreng" Silfia


"hmmm" Aldi duduk di meja makan. sambil memainkan ponselnya.


tak lama kemudian Silfia selesai memasak dan sudah di hidangkan di meja makan.


Silfia mengambil makanan ke piring untuk Aldi.


selanjutnya mengambil untuk dirinya. Aldi mulai makan sehabis baca doa


Aldi memuji masakan Silfia dalam hati. rasa yang enak yang di buat oleh Silfia.


"mamah gak salah milih Silfia" batin Aldi sambil memiringkan senyumannya


"kak apa tidak enak?"Silfia


"haa, apa?" Aldi


"makanannya?" Silfia


"oh ini. Biasa" Aldi


Silfia menyipit kan mata nya ragu akan jawabn Aldi. dia merasa nasi goreng yang di buat nya itu sangat enak.


"entah lah lidah orang berbeda beda kalau dia berkata seperti itu si terserah" Silfia menaikkan bahu nya


Meraka kembali makan tanpa suara. sampai akhirnya mereka selesai sarapan. Silfia mengumpulkan piring bekas makan mereka untuk di cuci.


tapi Aldi menghalangi silfia


"tidak usah biar aku aja yang mencuci" Aldi


"ah tidak usah kak, biar aku aja." Silfia


"kau sudah memasak dan sekarang biar aku yang mencuci" Aldi


"oh baik lah kalau begitu, ni" Silfia menyodorkan piring ke arah Aldi


"kenapa semudah itu, kenapa dia gak membujuk ku lagi biar tetap dia yang mencuci, ternyata basa basi ini gagal" Aldi


"kak apa jadi?" Silfia


"oh ya" Aldi mengambil piring itu dan mengarahkan nya ke tempat cuci piring. dan mulai mencucinya


sedang kan Silfia kembali ke kamarnya untuk mandi. tak butuh waktu lama Silfia selesai mandi dan sudah menggunakan pakaian dres lengan panjang, dan terulur sampai ke mata kaki.


Aldi pun begitu, setelah mencuci piring Aldi kembali ke kamar untuk mandi, setelah mandi Aldi sudah berpakaian rapi dengan setelan jas hitam nya.


Aldi bersiap untuk pergi ke kantor pagi itu dan akan kembali untuk menjemput Silfia. setelah selesai Aldi keluar dari kamarnya yang bersamaan dengan afia yang juga keluar dari kamarnya


"aku akan pergi ke kantor pagi, dan akan kembali untuk menjemputmu, untuk ke kampus. pukul 11 kan?" Aldi


"kak sebaik nya tidak usah kakak bolak balik untuk menjemputmu, aku akan pergi sendiri" Silfia


"tidak usah, lagian jarak dari sini ke kantor tidak jauh jadi tidak masalah, yang jauh itu dari sini ke kampus mu. sudah lah aku akan kembali kesini, jadi bersiap lah" Aldi


Silfia tidak bisa menolak Aldi, dan dia pun menurut.

__ADS_1


Silfia mengangguk setuju


mereka berdua menurunin tangga dengan Silfia yang berada di belakang Aldi.


"oh ya jika ayah sama mamah datang bilang aku akan kembali." Aldi


"kakak balik jam berapa" Aldi


"jika ayah sama mamah benarkan ke sini aku akan kembali pukul 10, jika tidak aku akan kembali hanya untuk menjemputmu pukul 11. jadi hubungi aku" Aldi


"hah kabarin?" Silfia berhenti berjalan


Aldi ikut berhenti dan berbalik ke arah Silfia yang jarak nya 1 meter darinya.


Aldi berfikir kenapa Silfia terkejut saat Aldi mengatakan untuk menghubungi nya. dan Aldi mendapat kan poin nya. yang ternyata mereka belum saling bertukar no ponsel.


"oh ya aku lupa," Aldi meraih ponsel di saku nya lalu memberikan nya pada Silfia.


"letakkan no ponsel mu, jangan bilang kau tidak hafal" Aldi


Silfia meraih ponsel Aldi, dan mulai mengetik nomor nya.


setelah itu Silfia kembali memberikan kepada Aldi.


Aldi menghubungi no yang Silfia ketik,


"sudah ku hubungi, ujung no ku 54" Aldi


"hemm" Silfia


"ponsel mu?" Aldi


"ada di kamar, aku akan memeriksa nya nanti" Silfia


"ok" Aldi merangkak pergi keluar rumah.


"assalamaualikum " Aldi


setelah Aldi pergi, Silfia berbalik badan dan melihat sekeliling rumah nya,


" apa yang akan ku lakukan sekarang, seperti ya aku harus bersih bersih, okay aku akan mulai untuk menyapu dulu" Silfia menyapu rumah itu dari sudut ke sudut yang lain


akhirnya Silfia selesai, dia kembali ke kamar, menghidupkan tv yang berada di kamar nya dan mulai bersantai.


"ini sangat melelahkah, ah tidak apa semoga lelah ini menjadi lillah,"


saat Silfia bersantai tiba tiba bunyi bel rumah. Sarah bergegas mengambil kerudung nya dan pergi ke arah pintu utama, dan membuka pintu


ternyata yang datang adalah buk rianti dan pak Ridwan.


"assalamualaikum " serempak mereka


"waalaikumsalam mah, yah" Silfia mencium punggung tangan pak Ridwan dan buk rianti


"silahkan masuk yah, mah" Silfia


pak Ridwan dan buk Rianti masuk dan langsung duduk di sofa.


"kamu sendiri fiam kemana Aldi?" pak Ridwan


"kak Aldi ke kantor yah, Hannya sebentar lalu kembali lagi, " Silfia


"apa dia baru pergi? " buk rianti


"sekitar 30 menit yang lalu mah" Silfia


"ouhh, kapan dia akan kembali fia?" buk rianti


"hemmm, oh ya fia lupa mah untuk kabarin kak Aldi kalau mamah sama ayah jadi datang" Silfia mengingat nya

__ADS_1


"kenapa seperti itu?" pak Ridwan


"ia mah tadi kata kak aldi, dia akan baik ke sini pukul 10 jika ayah sama mamah jadi datang tapi kali mamah dan ayah tidak jadi datang kak Aldi akan balik jam 11" jelas Silfia


"ouh ya Uda gak papa," buk Rianti


"ya Uda mah fia hubungi kak Aldi dulu ya" Silfia


buk rianti dan pak Ridwan mengangguk.


"Silfia kalian sarapan pakai apa?" tanya buk rianti yang beranjak pergi ke dapur.


silfia mengikuti buk rianti ke dapur, karena ponsel nya yang juga berada di dapur.


"cuman sarapan nasgor mah hehehe" Silfia


"wah enak pasti, gak ada sisa ini?" buk rianti


"hehehe maaf mah tadi masak nya pas Pasan doang" Silfia nyengir


"ia gak papa, mamah mau minum dulu" buk rianti


"ia mah" Silfia sudah memegang ponsel nya dan mencoba menghubungi Aldi.


Aldi yang berada di kursi kebesarannya mendengar ponsel nya berbunyi, tertera nama Silfia Anatasya. tanpa berfikir panjang Aldi mengangkat telfon dari Silfia


"hallo assalamulaikum kak" Silfia


"waalaikumsalam ada apa?" Aldi


"itu kak mamah sama ayah..." saat masih berbicara di telfon tiba tiba buk rianti meringis kesakitan


"mah, mamah kenapa" Silfia meninggalkan ponsel nya dan mencoba meraih buk rianti yang hampir terjatuh


dengan telefon yang masih terhubung,


"hallo Halli Silfia ada apa?" Aldi panik


"mah mah. ayahhhh ayahhh, tolong mamah" teriak Silfia


pak Ridwan berlari setelah mendengar terikan Silfia.


"ada apa fia, astaghfirullah" pak Ridwan


melihat buk rianti yang sudah tidak sadarkan diri, pak Ridwan berteriak memanggil supir nya.


supir itu pun datang dan langsung mengangkat buk Rianti.


Aldi yang mendengar itu pun semakin panik,dia tidak tau apa yang terjadi. Silfia yang menyadari bahwa telfon nya masih terhubung mencoba kembali meraih ponsel nya.


"hallo kak, mamah" Silfia yang panik


"Silfia kenapa? apa yang terjadi" Aldi yang tidak karuan


"mamah pingsan kak dan sekarang akan di langsung di bawa ke rumah sakit, cepat lah menyusul kak" Silfia sambil berlari ke arah buk rianti di bawa


mematikan ponsel


sampai di mobil buk rianti di baringkan di kursi belakang, Silfia ikut dengan memangku kepala buk rianti.


"cepat lah" pak Ridwan.


Aldi yang mendengar nya pun langsung berlari meninggalkan ruangannya dan menuju parkiran mobil nya untuk pergi ke rumah sakit.


dia tidak memperdulikan orang yang ada di sekitarnya bahkan Diko yang bertanya.


"Al kenapa?" Diko


Aldi tetap berlari tanpa memperdulikan Diko yang bertanya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2