Menikah Karena Keadaan

Menikah Karena Keadaan
BAB 69 KEJUTAN LAIN


__ADS_3

Silfia menghidupkan lampu ruang utama tersebut dan Silfia terkejut


"apa ini?" Silfia membulatkan matanya


balon yang cukup banyak dari atas berjatuhan. balon berwarna putih dan hitam dan lampu tumblr yang tergantung mengelilingi dinding ruangan tersebut menyala yang warna kuning dan putih kesukaan Silfia.


sedangkan di atas tumblr yang terurai di dinding ada balon huruf, yang urutannya menjadi


HAPPY SWEET 23 TH


dan sebuah tulisan sedang, tertulis nama Silfia


SILFIA ANASTASIA <3


kini ruangan tersebut benar benar terhias dengan cantik, balon balon yang jatuh dari atas berserak di lantai sedangkan di atas masih ada balon gas


sofa yang terdapat di ruang utama itu juga tidak ada, kini ruangan tersebut hanya terisi hiasan cantik. Silfia meletakkan tangan kanan nya pada setengah wajahnya, terkejut, tentu saja. Silfia berjalan mendekati hiasan yang terukir nama nya di dinding tersebut


"siapa yang..." Silfia belum sempat menghabiskan bicara nya tiba tiba terdengar suara yang sangat familiar.


"happy birthday to you... happy birthday to you"


"kak Aldi" ya orang itu adalah aldi,


Aldi membawa kue berwarna putih dengan hiasan warna peach, yang berada di tangan nya. Aldi berjalan mendekati Silfia sambil bernyanyi


"happy birthday to you...happy birthday to you...happy birthday, happy birthday, happy birthday to you" suara Adi pelan tapi pasti dalam pengucapan.


Silfia masih terkejut dia tidak percaya bahwa Aldi akan melakukan ini, kini Aldi tepat berada di hadapannya yang hanya berjarak beberapa centi saja


"ka..kaak..." silfia


"make a wish first" Aldi


Silfia menatap wajah Aldi dengan lekat, memastikan orang yang di hadapannya benar benar suaminya yaitu Aldi. silfia juga mencubit pipinya berharap ini adalah mimpi.


Aldi tertawa kecil melihat kelakuan silfia, Aldi sudah tau dari awal akan ada ekspresi seperti ini yang di lakukan sosok Silfia


"berikan harapan mu dulu Silfia Anastasia, habis tu tiup lilinnya" Aldi


silfia tersadar dan memastikan kalau ini benar terjadi orang di hadapannya benar benar Aldi dan ini bukan mimpi.


Silfia mengarahkan tangan nya untuk berdoa setalah selesai dia meniup lilin nya


"happy birthday Silfia Anastasya" Aldi menundukkan wajah nya meraih kening Silfia dan menciumnya.


lagi lagi silfia terkejut, lalu Silfia sedikit melangkah mundur. dengan tangan kanan nya yang masih memegang kening nya


"apa kau marah karena aku mencium mu?" Aldi


"aa..aa..anu ka..kakak lagi kemasukan a..apa?" Silfia


Aldi tertawa lalu meletakkan kue nya di atas meja yang 1sudah tersedia


"aku tidak di masukin oleh siapa pun, aku Aldi Aldi yang bersama mu beberapa bulan ini, yang menikah dengan mu" Aldi


Silfia benar benar terkejut, rasa senang namun masih tidak percaya kalau semua ini Aldi yang melakukan. Silfia masih melamun sambil menatap ruangan tersebut


sampai akhirnya Aldi menyadarkan Silfia


"fia kemarilah" Aldi

__ADS_1


Silfia menurut lalu melangkahkan kakinya maju ke depan mendekati Aldi.


"fi aku sudah menduga reaksi mu akan seperti ini , tapi coba lah percaya kalau ini yang melakukan memang aku. maaf jika dekorasi nya tidak sesuai yang kami inginkan tapi aku udah buat semaksimal mungkin, semoga kamu suka" Aldi


silfia menatap wajah Aldi


"aku suka kak sungguh" Silfia


"syukurlah kalau gitu" Aldi


"sebenarnya aku sudah berencana untuk rayain ulang tahun mu saat kita liburan kemarin tapi karna kondisi yang tidak memungkinkan aku harus membatalkan nya, maaf" jelas Aldi, Silfia menggelengkan kepalanya pertanda dia tidak apa apa


"ini juga udah bagus kak, aku sangat menyukainya sungguh" Silfia


"aku senang mendengarnya" Aldi


Aldi terdiam sejenak memandang wajah Silfia, begitupun Silfia yang kini masih melihat wajah Aldi, dan kini mereka berdua saling menatap satu sama lain.


sampai akhirnya Silfia bicara


"kak makas..." namun terputus oleh Aldi


"belum, simpan ucapan itu nanti aja, masih banyak hal yang ingin aku katakan." Aldi melangkah mundur 3 langkah membuat silfia terheran


"biar seperti ini dulu" Aldi


membuat Silfia makin terheran, Aldi yang melihat wajah heran silfia membuat dia merasa gemas dan Aldi tertawa kecil sambil menundukkan wajahnya.


Aldi mengangkat wajah nya menatap Silfia


"Silfia" ucap Aldi dengan jelas


"terimakasih banyak udah mau jadi pendamping aku selama ini, terimakasih udah sabar menunggu aku, terimakasih untuk semua yang sudah kita lalui selama lebih dari 2 bulan ini. aku tau pasti sulit lalui semua ini dengan sifat aku yang seperti ini, tapi kamu mau sabar , Terimakasi udah mau terima aku walau aku tau kamu pasti terpaksa karna almarhumah mamah" Aldi berhenti sejenak


"apa yang sebenarnya akan terjadi setelah ini?" batin Silfia


"aku gak tau harus berapa banyak ucapan terimakasih ku, intinya terimakasih untuk semua" Aldi melangkahkan kaki nya 1 langkah ke depan lalu terhenti


"fia apa penantian ini sangat lama untuk mu?" Aldi bertanya pada Silfia


"tidak kak, ini adalah proses" silfia


"terimakasih" Aldi melangkah maju 1 langkah


'fia apa kamu menyesal menikahiku?" Aldi bertanya kembali


"awal, sekarang tidak" silfia berbicara pasti


Aldi menundukkan wajahnya


"why?" Aldi


"ada satu di lain hal" jawab Silfia


Aldi mengangguk "Terimakasi lagi" Aldi maju satu langkah lagi. kini tinggal 1 langkah lagi jarak Aldi dengan Silfia


"kak apa yang sebenar..." Silfia


"aku mencintaimu" Aldi, membuat Silfia terkejut dan tak bisa berkata kata lagi


"maaf selama ini.... tapi sungguh aku sudah lelah memendamnya maaf kalau tiba-tiba" Aldi

__ADS_1


mata Silfia memanas, mata nya kini berkaca kaca.


"kata itu" batin Silfia


air mata Silfia tidak bisa tertahan dan berhasil lolos dan menetes. Silfia tertunduk sedikit mengeluarkan suara tangisan


Aldi terkejut apa Aldi salah bicara? kenapa Silfia menangis


"fia? apa aku salah bicara?, maaf kan aku" Aldi mendekati Silfia memegang kedua bahu Silfia dengan kedua tangan nya. Silfia mengangkat kepalanya yang kini pandangan nya menatap Aldi


Silfia menggelengkan kepalanya


"kenapa kak? kenapa baru sekarang? kenapa kakak menahannya? aku memang tidak bosan menunggu tapi hiks.. tapi aku sangat ingin kata-kata itu terucap" Silfia menangis


"maaf" Aldi


"kakak gak perlu minta maaf, Kaka tau Selama kakak ucap Terimakasi yang berulang ulang kali tadi fikiran aku jadi kemana mana aku fikir kakak bakal tinggalin aku hiks" Silfia kembali menangis


Aldi memeluk Silfia


"aku tidak akan meninggalkan mu" Aldi


"kak..." Silfia


Aldi melepaskan pelukannya


"ada apa?" Aldi


"apa kakak sungguh mencintaiku?" Silfia memastikan


Aldi mengangguk "untuk apa aku bohong tentang perasaan ku" Aldi


"fia maaf kan aku, maaf karna aku baru mengatakan nya sekarang," sambung Aldi


"ini bukan desakan dari mamah kan kak?" Silfia


"tidak fi, sungguh, jauh sebelum mamah mintak untuk aku mencintaimu, aku sudah lebih dulu menaruh rasa ini, hanya saja aku belum berani buat ungkapnya, maaf fi aku memang lelaki pengecut" Aldi menunduk


Silfia memeluk Aldi, Aldi terkejut


"tidak apa kak, yang terpenting sekarang kakak udah mengakuinya" Silfia, Aldi membalas pelukan Silfia


"selain aku mencintai mu aku juga menyayangimu fia" Aldi, sifilis mengangguk dalam pelukan


"apa kau juga?" Aldi


Silfia melepaskan pelukannya, menatap lekat wajah Aldi yang menunggu jawaban darinya, lalu Silfia mengangguk.


"sepertinya aku tidak perlu mengatakan nya, kakak pasti sudah tau dari awal bukan?" Silfia


Aldi tertawa kecil "itu terlihat jelas" lalu tersenyum ke arah Silfia. pipi Silfia sekarang berubah menjadi panas dan merah seperti tomat. Silfia menundukkan wajah nya.


Aldi hanya bisa tertawa kecil dan tersenyum melihat tingkah Silfia, lagi lagi silfia berhasil membuat Aldi salah tingkah dengan kelakuannya.


saat Silfia tertunduk malu Aldi mengeluarkan kotak dari saki celana nya.


"aku memiliki Hadiah lain untuk mu" Aldi, Silfia yang mendengarnya mengangkat kepalanya dan memandang Aldi penuh tanya


"ini" Aldi membuka kota berwarna merah itu menampakkan sebuah kalung berwarna putih ke arah Silfia


Silfia lagi lagi terkejut lalu menatap Kembali Aldi

__ADS_1


"kamu ingat waktu kita belanja di mall dan aku meninggal kan mu untuk membeli sesuatu? ini yang aku beli, maaf membuat mu penasaran" Aldi tersenyum menampakkan gigi nya


BERSAMBUNG...


__ADS_2