Menikah Karena Keadaan

Menikah Karena Keadaan
BAB 31 MULAI BERLALU


__ADS_3

Silfia sudah pulang dan sudah sampai di rumah kakak nya. sesampai nya di halaman rumah Silfia melihat terparkir ya sebuah mobil yang tidak asik.


Silfia sudah makirkan motornya. saat turun kakak nya juga ada di luar


"assalamualaikum kak, itu mobil..." Silfia ragu


"waalaikumsalam. oo itu ya Uda sekarang masuk ngomong baik baik. dia ke sini mau jemput kau" Indri


"enggak ah,"Silfia


"fia,kau tu dah dewasa. kau harus selesain masalah secara dewasa juga" Indri


"enggak kak" Silfia


"udah gak usah banyak ngomong gih sana" Indri


Silfia masuk ke dalam rumah melalui pintu utama saat sudah masuk tampaklah Aldi dan Azra di ruang utama sedang mengobrol.


saat Silfia masuk Aldi dan Azra refleks lihat ke Silfia. tapi Silfia langsung pergi ke kamar nya. mengambil tas samping yang ia bawak ke rumah kakak nya. dan kembali keluar dari kamar nya.


Silfia kembali ke ruang utama.


Aldi yang mengerti. langsung pamit pada Azra


"ya udah bang, saya pamit dulu, assalamulaikum" Aldi


"waalaikumsalam " Azra


di susul Silfia


"bang fia pulang dulu ya, terima kasih, nanti bilang sama Aila ya bang, kasihan dia tidur jadi gak enak banguninnya. assalamaualikum" Silfia


"ia fi nanti Abang bilang. dan sama sama, waalaikumsalam " Azra


mereka berdua keluar rumah indri. saat di luar mereka juga pamitan dengan Indri. setelah berpamitan mereka berdua masuk ke mobil.


Aldi mulai melakukan mobil nya menjauh dari rumah Silfia. di dalam mobil


"fi" Aldi ragu


Silfia yang masih kesal mencoba menepisnya. dan menjawab aldi.


"ia kak" Silfia

__ADS_1


"soal yang kemarin, mungkin kau marah" Aldi


"lah terus kali gak marah apa lagi. " batin Silfia


"fi buka maksudku untuk menuduh mu. tapi posisinya di sini kamu berbohong dengan ku makan nya aku marah. eeeeee maaf" Aldi


Silfia melebarkan mata nya saat Aldi mengatakan kata maaf


" eeemm kak gak apa kak" Silfia ragu


Aldi menghembuskan nafasnya dengan kasar


"emmm maafin aku juga, karna gak beri tau kakak kalau aku menemui rama teman aku. tapi serius kak posisinya di situ aku gak sengaja bertemu dia. aku sebenarnya janjian sama Tari." Silfia menjelaskan semua saat dia bertemu dengan Rama


Aldi mengangguk


"emmm. iya aku percaya. tapi ada yang ingin ku pertanyakan" Aldi


"apa kak" Silfia


"sebenarnya kalian dulu ada hubungan apa? " Aldi


"ha hubungan, hhhhh" Silfia tertawa


Aldi mengangguk


"kenapa kamu tertawa" silfia


"hhhh engak kak kami tu cuman teman satu SMA doang" Silfia


"oh. tapi kenapa saat di bandara kalian bicara tentang perasaan?" Aldi


"bandara? kakak kok tau aku di bandara ?" Silfia


Flashback on


pagi itu Aldi sudah mulai berangkat ke rumah Indri dia berangkat pukul 10.00 dan sampai pukul 10.15.


saat sampai di rumah Indri, Aldi tidak mendapatkan Silfia yang berada di rumah itu. saat bertanya pada Indri. Indri mengatakan kalau silfia pergi ke bandara dengan ragu.


tanpa mendengarkan penjelasan dari Indri Aldi langsung kembali menaiki mobil nya dan melaju pergi ke bandara yang sebelum nya sudah di bilang oleh Indri.


tak butuh waktu lama Aldi sampai 10 menit kemudian (10.30). Aldi berfikir kalau silfia akan pergi ke tempat asal nya karna kejadian kemarin.

__ADS_1


tapi saat sesampai nya di bandara saat Aldi mencari Silfia dia mendapatkan Silfia sedang duduk di kursi panjang bandara yang di samping nya terdapat seorang lelaki.


walau pun Aldi melihat dari belakang tapi Aldi yakin kalau itu adalah Silfia.


aldi mencoba mendekati mereka dan duduk di kursi lain yang jarak nya sedikit jauh dari Silfia dan Rama namun tetap bisa mendengar mereka berdua.


dan nya Aldi tetap mengarah ke mereka.


"maaf untuk waktu itu. semua yang ku lakukan di masa itu. aku dengar kalau kau sakit hati dengan sikap ku" Rama


Silfia tersenyum. " enggak apa ma, lagian itu dah berlalu" Silfia


apa yang mereka katakan sedikit tidak jelas pada Aldi tapi Aldi tetap mengerti


"lalu?" Silfia


"saat itu aku tau kalau kau menyukai ku dari mereka, saat itu juga aku tidak ada perasaan apa pun sama mu, aku hanya menganggap kalau kita cuman teman. Karena aku gak mau kau memendam perasaan lebih dalam sama ku, jadi aku bersikap keras seperti itu ya biar kau kagak lagi suka sama ku. fi aku pernah mencintai seseorang tapi tidak ada balasan dan itu memang benar-benar sakit. jadi aku gak mau kau ngerasain itu juga. jadi dari pada perasaan itu bertambah dan menyakiti mu ya aku melakukan itu" Rama


"tapi kenapa harus dengan sikap seperti itu, bukan nya membaik tapi malah semakin hancur ma" fia


"ia aku tau, dan maaf aku baru menyadarinya" Rama


silfia memiringkan duduk nya mengarah ke Rama. tampak air mata Silfia yang menetes di pipinya.


Aldi yang mulai geram mengepal tangan nya.


"apa ini, jadi lelaki itu. seenak nya dia melukai perasaan wanita. lelaki macam apa dia" gumam Aldi


"udah gak usah lagi di sesali toh itu juga sudah berlalu. sekarang fokus sama karir mu. dan masa depan mu. cari seseorang yang tidak hanya menimbulkan rasa bahagia aja tapi seseorang yang bisa buat mu nyaman sampai yakin" Silfia


"ia fia , aku akan coba. " Rama


"sip lah" Silfia


"kenapa kau semudah itu memaafkan dia fi. kau benar benar wanita yang.... akh jika suatu saat aku sudah mencintai mu aku gak akan menyia nyia kan mu fi. aku berjanji" gumam Aldi


Rama mulai pamit ke Silfia untuk pergi karena penerbangan nya akan segera di mulai. dan Aldi memutuskan untuk tida mendekati Silfia.


Aldi meranjak pergi ke luar. bandara dan memutuskan untuk kembali ke rumah Indri dan menunggu Silfia di sana.


flashback off


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2