Menikah Karena Keadaan

Menikah Karena Keadaan
BAB 18 PINDAH II


__ADS_3

setelah menyusuri perjalanan yang lumayan panjang akhirnya mobil Aldi sampai di tempat tujuan. Alya yang mengikuti mereka dari belakang juga sudah sampai.


mereka sampai yang di sambut oleh penjaga rumah itu, yang bernama pak Tono. pak Tono membuka pagar rumah itu. saat mobil Aldi dan Alya masuk pak Tono kembali menutup pintu pagar rumah itu.


pak Tono mengucap kan selamat datang pada Aldi Silfia dan alya.


"selamat datang pak buk, saya penjaga rumah ini selama rumah belum bapak dan ibu tempati. sekarang karena bapak dan ibu sudah datang jadi tugas saya sudah selesai. ini kunci rumah nya pak buk" pak Tono


"baik pak terima kasih Uda menjaga rumah ini, untuk saya" Aldi


"sama sama pak" pak Tono


setelah memberikan kunci pak Tono merangkak pergi meninggal kan mereka bertiga. Aldi Silfia mengambil koper dan tas mereka yang berisi pakaian serta barang-barang mereka.


disusul Alya yang membantu membawakan tas sang Abang.


"aku fikir bapak itu akan menetap bekerja di sini, ternyata tidak" Alya


"Abang juga berfikir seperti itu. Tah lah l, kata ayah sih bapak itu Memeng cuman jaga rumah ini sampai Abang nempati rumah ini." Aldi


"dah ayok masuk" Aldi


Aldi yang berada didepan memimpin jalan sedangkan Silfia dan Alya yang jalan beriringan. sambil berbicara.


sampai nya Aldi di depan pintu rumah itu, Aldi langsung membuka pintu nya dengan kunci yang di berikan oleh pak Tono.


saat sudah terbuka Aldi langsung masuk dan di susul oleh Silfia dan Alya.


"wah rumah nya estetik bet dah" Alya sambil melihat sekeliling rumah


"biasa aja gak usah kolot" cetus Aldi


"iii biasa aja kale" Alya


"kak kakak kok biasa aja?" tanya Alya pada Silfia


"kakak kan Uda pernah kesini, jadi yang biasa aja, tapi kakak juga terpukau pas pertama kali liat, Sam kayak kamu" Silfia


"ouhhh" Alya

__ADS_1


setelah mendengarkan ocehan adik nya Aldi mulai berjalan ke lantai dua yang mana tempat kamar nya dan silfia.


rumah itu Hannya terdiri dari 3 kamar, 2 kamar di lantai atas serta ada ruangan untuk kerja Aldi, yang pintu nya langsung mengarah ke kamar mereka. sedang kan kamar satunya lagi berada di lantai bawah.


lebih tepat nya kamar itu untuk tamu yang akan menginap. Aldi yang mulai berjalan menuju lantai 2 Silfia dan Alya yang melihat nya pun ikut berjalan mengikuti Aldi.


sesampai nya di lantai atas tepat di depan pintu kamar mereka. Aldi membuka kamar itu. tampak kamar yang rapi. Aldi masuk di susul oleh Silfia dan Alya. setelah mereka masuk Aldi meletak kan kopernya di samping lemari.


begitu pun silfia yang meletakan kopernya dan membuka kopernya untuk mengeluarkan barang nya untuk di susun. Alya yang membawa tas milik Aldi juga meletakkan nya.


"kak bisa ku bantu?" Alya


"gak usah Al biar kakak aja, lagian juga gak banyak kok." Silfia


"enggak papa kak," Alya membantu menyusun barang bersama Silfia.


"bang ini barang yang ada di koper Abang mau di susun juga gak?" tanya Alya pada Aldi yang berada di balkon.


"oh gak usah biar Abang aja" Aldi sambil berjalan ke arah Alya dan silfia yang sedang menyusun barang.


"oh oke" Alya


sedangkan Aldi Yang menyusun pakaian nya di bagian kiri lemari. sedang kan untuk lemari tengah untuk menggantung pakaian.


saat Aldi ingin menaruh pakaian nya yang di hanger untuk di gantung ke lemari tengah, ternyata bersaman dengan Silfia yang akan melakukan hal yang sama.


tak sengaja mereka berdua berpaspasan dan mereka tak sengaja saling bertatapan. mereka berdua bertatapan dalam diam cukup lama, sampai Alya yang melihat nya pun sengaja batuk untuk menyadarkan situasi.


mendengar Alya mereka berdua salah tingkah, Aldi memalingkan badan nya, sedang kan Silfia langsung menggantikan pakaian nya lalu dia beralih ke arah yang lain.


Alya yang melihat Abang dan kakak ipar nya salah tingkah membuat Alya tertawa.


"biasa aja kale, udah halal juga kan? hhhhhhh" Alya


Aldi menghembuskan nafas nya dengan kasar.


"Alya ini kita lanjut nanti aja ya, sekarang kita ke dapur nyiapin makan untuk malam nanti. kamu makan malam di sini ya" Silfia mengalihkan situasi


"mukak kakak kenapa merah? hhhhhh" Alya menggoda Silfia

__ADS_1


"gak ada apaan. sih kamu, dah lah kakak mau ke dapur" Silfia berjalan meninggalkan Alya dan Aldi yang mengarahkan badan nya ke arah luar jendela.


tanpa sadar Aldi yang salah tingkah membuat wajah nya ikut menjadi merah jambu.


" eh kak tunggu aku ikut" Alya masih sambil tertawa.


"cepetan" suara jauh Silfia


"akhh apa tadi itu, kenapa tatapan nya membuat ku seperti ini. apa lagi ini Aldi?" gumam Aldi


setelah Silfia dan alya pergi, Aldi yang mulai kembali tenang, kembali merapikan pakaian nya. setelah itu dia ke ruang kerja nya untuk merapikan barang kerja nya.


sementara Silfia dan Alya yang sudah ada di dapur mulai memasak untuk makan malam. hari semakin sore saat mereka memasak.


setelah sekian lama akhirnya Silfia dan Alya selesai memasak. setelah itu Silfia membersihkan diri nya.


dia kembali ke kamar untuk mandi. begitu pun Alya yang pergi ke kamar tamu untuk. membersih kan badannya.


kebetulan Alya yang membawa baju ganti, karana ia berniat untuk pulang malam. jadi dia akan mandi sore di rumah baru itu.


saat Silfia masuk kamar dia mendapatkan kopernya yang sudah kosong. dan barang barang nya yang sudah tersusun rapi. baik pakaian yang sudah rapi di lemari. bahkan make up dan barang nya sudah tersusun di meja rias.


selain itu Silfia mendapati Aldi yang sedang tertidur di ranjang dengan pakaian yang sama saat datang k rumah itu.


ternyata Aldi lah yang menyusun semua barang barang itu karena lelah Aldi tertidur. Silfia yang sudah gerah mulai mengambil handuk dan pakaian ganti nya, dan langsung masuk ke kamar mandi.


tak lama Aldi terbangun dari tidurnya. melihat ke luar jendela langit yang hampir gelap. dia bangun dan mengambil handuk untuk bersiap mandi.


saat mau masuk ke dalam kamar mandi. pintu nya tidak terbuka. dan ternyata Silfia yang masih berada di dalam kamar mandi.


Aldi yang menggosok gosok mata nya.


"apa kau masih mandi. cepat lah aku juga ingin mandi." Aldi


ternyata Silfia tidak mendengar Aldi. karena tanpa di sadari kamar mandi itu kedap suara.


Aldi tetap berada di depan pintu kamar mandi, sampai menunggu Silfia selesai.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2