MENIKAH KARNA DENDAM

MENIKAH KARNA DENDAM
DIA PASTI MARAH


__ADS_3

"Ekhemm." Qianu berdehem hanya sekedar untuk memberitahukan kalau dirinya masih bersama dengan Imel.


"Ya Tuhan, gue lupa kalau gue saat ini tengah bersama dengan Qianu, gue malah muji-muji cowok lain lagi dihadapannya, malah kulit kak Qianu juga putih pucat lagi." Imel dengan pelan menoleh ke arah Qianu, Qianu sieh pandangannya tetap fokus kedepan, tapi wajahnya itu lho, horor banget.


"Dia pasti marah." Imel jadi takut sendiri, "Ini gara-gara Nuri sieh yang bahas-bahas Jefri, kan gue jadi nimbrung dan ikut-ikutan muji cowok lain."


Pertandingan masih berlangsung seru dilapangan, SMA PERTIWI saat ini memimpin meskipun skornya tipis dengan SMA TUNAS BANGSA.


Baik Gebi dan Juga Nuri berulangkali menjerit histeris saat team basket SMA PERTIWI berhasil memasukkan bola kedalam ring, Imel juga ingin ikutan sieh bersorak, sayangnya gak bisa mengingat Qianu yang duduk disampingnya.


"Ahh gini amet sieh nonton sama suami, gak bisa leluasa kalau mau teriak-teriak atau jejingkrakan, bawaannya diplototin mulu." 


"Busettt, Jefri keren banget sumpah, gue yakin deh setelah ini banyak anak-anak cewek SMA TUNAS BANGSA yang ngefans sama dia." puji Nuri.


"Siapa dulu, cowok gue gitu lho." batin Gebi tersenyum bangga, Gebi dan Jefri memang pacaran diam-diam, tidak ada seorangpun yang tahu tentang hubungan mereka itu.


"Sial, kenapa gue bisa terjebak disini sieh, berada diantara anak-anak labil, mana telingaku pekak lagi, dikit-dikit pada jerit-jerit gak jelas, kalau bukan gara-gar Imel, aku ogah ada disini." Qianu mengeluh dalam hati, dia mulai menyesali keputusannya untuk ikut nonton pertandingan, "Mana gadis ini muji-muji cowok lain lagi, bikin gue kesal aja."


Dan diakhir pertandingan, SMA PERTIWI keluar sebagai pemenang, tidak terkira bagaimana bahagianya para siswa SMA PERTIWI yang hadir untuk memberi semangat kepada team basket sekolah mereka.


"Akhhhhh kita menanggg."


"Sekolah kita menang."


"I LOVE YOU JEFRI, gara-gara lo sekolah kita menang." jerit Nuri. 


Ketiga remaja itu menjerit saking senangnya saat papan skor menunjukkan kemenangan sekolah mereka, bahkan Imel sendiri tidak peduli dengan Qianu saking senangnya dia, ketiga remaja itu saling berpelukan satu sama lain.


Terlihat dilapangan, team basket SMA PERTIWI saling berpelukan satu sama lain, sedangkan anak-anak chers yang dipimpin oleh Juli melakukan selebrasi dengan tarian.


****


Gebi dan Nuri memilih untuk kelapangan nyamperin anak-anak basket hanya sekedar memberi ucapan selamat, Imel ingin ikut sieh dengan kedua sahabatnya, sayangnya dia membatalkan niatnya tersebut karna melihat tatapan horor dari Qianu, sehingga dia memilih untuk pulang lebih dulu.


"Kamu tunggu dulu disini, aku mau ke toilet dulu." kata Qianu.


Imel hanya mengangguk sambil menatap punggung Qianu yang semakin menjauh.


Gak lama, dua orang cowok yang tidak Imel kenal berjalan mendekatinya.


"Hai, lo Imel ya." tanya salah satu cowok yang memakai kaos putih.


Imel mengerutkan kening, dia tentu saja heran darimana laki-laki itu mengetahui namanya padahal Imel sama sekali tidak pernah melihat mereka, Imel yakin kalau kedua cowok itu bukanlah anak-anak SMA PERTIWI.


"Iya, gue Imel, darimana lo tahu nama gue." Imel menyurakan keheranannya.


Dua cowok itu saling melempar senyum satu sama lain dan salah satunya berkata, "Siapa yang gak kenal sama lo sieh Mel, primadona SMA PERTIWI."

__ADS_1


Kalau dulu Imel pasti bangga banget kalau dirinya dikenal, tapi sekarang, gadis itu terlihat biasa saja tuh.


"Oh ya kenalin Mel, gue Arsa." cowok bernama Arsa itu menyodorkan tangannya.


Imel menjabat uluran tangan Arsa.


"Gue Alex." cowok yang satunya juga memperkenalkan dirinya.


"Lo sendirian aja nieh Mel, lo gak sama cowok lo gitu." tanya Alex.


"Ekhem, ekhem."


Belum sempat Imel menjawab, suara deheman yang sudah sangat dia kenali itu membuatnya kembali menelan kata-katanya kembali.


Dua cowok yang mengajak Imel kenalan itu menoleh ke arah Qianu, Qianu langsung melingkarkan tangannya dengan posesif dibahu Imel dan menatap kedua cowok itu dengan pandangan mengintimidasinya.


"Imel datang bersama saya kemari." 


"Oh." 


Sangat jelas Arsa dan Alex terlihat ketakutan melihat tatapan Qianu, mereka berfikir kalau Qianu adalah kakaknya Imel.


"Maaf kak, kami tidak bermaksud mengganggu Imel kok, kamu hanya mengajak Imel kenalan." Alex menjelaskan, dia benar-benar merasa terintimidasi dibawah tatapan super tajam Qianu.


Dua cowok itu saling senggol, mereka persis dua anak yang ketahuan mencuri mangga.


Imel hanya mengangguk.


"Senang ya dibaperin sama cowok-cowok itu." ungkap Qianu saat kedua cowok itu sudah berlalu.


"Mereka gak baperin aku, mereka hanya ngajak kenalan doank." 


"Kalau aku gak segera datang, sudah pasti kamu dibaperin sama mereka, laki-laki kayak gitu sudah ketebak fikirannya."


Imel diam tidak menanggapi kata-kata Qianu barusan.


"Lain kali kalau ada laki-laki ngajak kenalan itu jangan diladenin, kamu harus ingat donk kamu sudah punya suami, jangan sok cantik jadi cewek."


"Ya gak enak juga kak nolaknya, takutnya ntar dibilang sombong."


"Halahh bilang saja kamu kesenengan, tadi saja kamu keganjenan muji-muji cowok lain didepanku, apalagi kalau dibelakangku."


Imel tidak punya kata-kata untuk membela dirinya, diakan keceplosan karna dulu memang dia dan sahabat-sahabatnya sering membahas tentang cowok-cowok tampan terutama Ari yang merupakan pacarnya Juli.


"Aku….aku minta maaf kak."


"Hmmm."

__ADS_1


Qianu berjalan meninggalkan Imel, Imel mengekor dibelakang, dia harap Qianu tidak marah-marah atau mengendari mobil seperti orang kesurupan seperti waktu itu.


****


Qianu memang tidak menghukum Imel seperti hukuman yang sebelum-sebelumnya, tapi sekarang hukuman Imel berbeda, Imel dibuat capek melayani Qianu diranjang, sehingga tidak heran, setalah tiga ronde Imel tepar tidak berdaya.


Qianu meraih tubuh istrinya dan memeluknya, mengecup keningnya berkali-kali, dia tersenyum melihat wajah istrinya yang terlihat kelelahan karna melayaninya.


"Ini akibat dari perbuatanmu yang membuat aku marah, makanya jangan coba-coba lagi." gumamnya sambil menyingkirkan rambut Imel yang jatuh diwajahnya.


"Kenapa dia bisa membuatku tergila-gila seperti ini sieh." batinnya tidak lepas memandang wajah Imel, Qianu adalah tipe orang yang sulit untuk jatuh cinta, tapi sekalinya jatuh cinta, laki-laki itu akan bucin parah dan akan melakukan apapun demi wanita yang dia cintai, dan Qianu harus menyesali dirinya yang jatuh cinta sama wanita yang salah.


Qianu menghembuskan nafas lelah, "Maafkan putramu ma, pa, Qianu jatuh cinta sama anak dari laki-laki yang telah menghancurkan keluarga kita, ini bukan maunya Qianu, cinta ini tiba-tiba tumbuh tanpa bisa dicegah." Qianu merasa bersalah dengan almarhum kedua orang tuanya, tapi dia bisa apa, dia sangat mencintai gadis kecil yang berada dipelukannya saat ini.


Imel terbangun pagi harinya dengan tubuh yang remuk redam, area selangkangannya tidak sakit memang tapi pegal-pegal.


"Ukhh, kak Qianu benar-benar membuatku capek." rintih Imel.


Dia berjalan dengan tertatih-tatih menuju kamar mandi, fikirnya dengan berendam badannya akan lebih baik.


Imel memejamkan matanya, tubuhnya terasa rileks, "Nyamannya." gumamnya.


Suara pintu kamar mandi yang terbuka membuat Imel seketika membuka matanya, dia membelalak kaget saat melihat Qianu berdiri dihadapannya, polos tanpa sehelai benangpun ditubuhnya, hal itu reflek membuat Imel menjerit dan menutup matanya.


"Akhhhhh."


Qianu malah tersenyum melihat reaksi Imel tersebut, "Dasar bocah, padahal udah lihat semuanya juga."


"Apa sieh yang kakak lakukan, keluar sana." usir Imel.


Namun bukannya keluar, Qianu malah malangkah masuk dan mendekati bathub, Imel bisa merasakan air bathub bergejolak, dia reflek membuka matanya dan melihat Qianu masuk kedalam bathub, mengetahui hal tersebut, mata Imel melotot.


"Kak Qianu, apa yang kakak lakukan sieh."


"Mandi." jawab Qianu santai.


"Ihhh, kan bisa tunggu aku selesai." protes Imel.


"Kelamaan, mending bareng biar cepat."


"Tapi...."


Cup


Qianu mengecup bibir Imel dan itu berhasil membungkam bibir Imel, "Gak usah protes, tinggal mandi doank gieh."


Dan yahh, pagi itu mereka habiskan melakukannya lagi dikamar mandi.

__ADS_1


*****


__ADS_2