MENIKAH KARNA DENDAM

MENIKAH KARNA DENDAM
KEPULANGAN ALFA


__ADS_3

Hari ini, dengan membawa mobil sendiri Qianu menjemput sahabatnya yaitu Alfa yang baru pulang dari Inggris setelah sekian tahun dia tidak pernah pulang ke Indo.


Bandara soekarna-hatta siang itu cuku p ramai dengan orang yang hilir mudik,,entah yang baru turun dari pesawat atau juga untuk menunggu keberangkatan,,puluhan orang bersilewaran menarik koper,,salah satu dari sekian banyak orang itu adalah alfa,betapa leganya alfa begitu menginjakkan kakinya dibandara,setelah cukup berada dipesawat,dia gak menyangka ternyata dia begitu kangen dengan tempat kelahirannya itu,,tempat dimana ea tumbuh besar,,dia kangen dengan keluarganya yang berada dijakarta,,dan kangen dengan semua temen2nya yang berada dijakarta yang dikontaknya jauh2 hari sebelum dia tiba dijakarta,dia kangen dengan suasana kota jakarta dengan segala hal yang terkadang membuat orang kesel hidup dijakarta seperti kemacetan,polusi dan banyak hal lagi,,dulu hal itu sering membuat alfa mengeluh tentang semua itu, tapi cukup lama berada diluar negeri hal yang menjengkelkan itu ternyata cukup ampuh juga membangkitkan rasa kangen pada dirinya ,,,,dan satu lagi dia mengeluarkan dompetnya,,begitu membukanya,,senyum tipis jelas terbentuk menghiasi bibirnya yang kemerahan,,dia kemudian mengambil foto berukurn 3x4 dari dompetnya,,memandanganya beberapa saat,,


aku pengen liht kamu ,,desisnya pada foto kecil hitam putih yang di pegangnya,,sebuah foto gadis remaja berkerudung putih dengan baju seragam smp yang tidak lain adalah foto Lili remaja,,sebuah tangan menepuk punggungnya dari belakang dia memasukkan foto itu begitu cepat sehingga dia gak sadar foto itu terjatuh dia kembali memasukkan dompetnya disaku belakang celananya sebelum berbalik,,sebuah wajah tampan berambut gondrong yang tersenyum lebar menyambutnya,


"akhirnya,, lo balik juga,,alfa,." alfa itu tersenyum lebar begitu mendapati sahabatnya yang tidak lain adalah Qianu.


"Qianu.",, lirihnya menjabat tangan Qianu yang terulur dan dua sahabat itu berangkulan seakan meraka sudah terpisah bertahun-tahun lamanya,,


"loe apa kabar." tanya Qianu begitu mereka melepaskan rangkulannya,gue kira lo gak bakalan balik ke jakarta, 


alfa merentangkan tangannya, "seperti yang lo lihat,,gue baik2 saja,,lo sendiri kapan balik kejakarta."


"seperti yang udah gue kasih tau diemail,gue udah sejak lama balik kejakarta."


"gila,, kok loe gak ngajak2  gue sieh,,tau gitu kita bisa bareng."


"ya elah gue mana tau loe bakalan balik." ucap Qianu nyengir,,Qianh melihat sekelilingnya dan melanjutkan "hei al,,kita cari tempat yang nyaman buat ngobrol,,gak enak dilihatin terus."


alfa baru memperhatikan sekelilingnya juga begitu mendengar kata Qianu, ternyata Qianu bener, banyak mata yang memperhatikan merekaa terutama sebagian mata gadis2 muda,,


"astaga." alfa sekarang tersenyum menyeringai,,gue baru tau lo ternyata bisa punya rasa malu juga,biasanya lo paling seneng jadi pusat perhatian cewek2


"apaan sieh lo, ayok jalan." ajak Qianu tidak mau menaggapi godaan sahabatnya,,


Qiany membantu alfa mendorong koper yang lumayan berat, sepanjang jalan keluar dari bandara mereka berdua tidak luput dari pandangan gadis2 yang memandang mereka denagn rasa kagum dan berbisik,,bahkan seorang gadis dengan baju merah marun berbisik dengan suara agak besar yang sampai pada telinga mereka berdua,,


"lihat tuh dua cowok itu,,asli mereka bener2 tampan." tunjuk gadis itu pada dua temennya yang juga melihat mereka berdua,,


kemudian Qianu dan alfa juga mendengar gadis satunya lagi berkata,,,


"berani gak loe ngajak kenalan dan minta nomer hpnya." tantang gadis itu pada temennya yang berbaju merah,,


sebelum mendengar si gadis membalas tantangan temennya,mereka cepat2 berjalan karna mereka lagi males berurusan dengan cewek2 yang baru mereka kenal,,setelah mereka keluar dari bandara dan gak ada tanda2 gadis berbaju merah yang ditantanag temennya berkenalan dengan mereka,,mereka berdua tertawa keras,,,entah menurut mereka apanya yang lucu,,,orang yang berlalu lalang memperhatikan mereka,,tapi bukannya berhenti mereka tambah kenceng tertawa,,,orang2 yang ada diarea itu semakin heran dan menganggap mereka orang gila,,seorang wanita setengah baya berbadan gemuk yang tengah melintas didekat meraka dengan teranga-ngan, berkata,,


"dasar,, ganteng2 kok sinting."


mendengar  itu baik alfa ataupun Qianu bukannya tersinggung malah tertwa kemabli sambil memgang perutnya.dan kini mereka sudah berada didalam mobil ditengah kepadatan jalan raya,mobil Qianu bersaing dengan mobil lainnya untuk menyalip, Qianu yang mengemudi dan sudah sedikit hapal dengan seluk beluk jalan karna cukup lama berada dijakarta,,irama musik mengalun dari radio yang diputar Qianu,terkadang Qianu juga ikut bernyanyi dengan suaranya yang fals,sedikitpun alfa tidak terganggu dengan kelakuan sahabatnya,dia  memandang sekeliling jalanana kota jakata yang dilalaui melalui kaca mobil yang dibiarkan terbuka,,dia sama saja seperti bram ketika pertama kalinya kembali kejakrta,,tidak mengenali jalan yang dilaluinya,,


"lo laper gak." tanya Qianu melirik alfa sekilas dan kembali mengarahkan pandangannya kearah depan fokus pada jalanan,


"lo tau aja gue laper."


alfa masih memandang jalan yang padat melalui kaca jendela yang terbuka, Qianu kemudian mengarahkan mobilnya pada jalanan yang sepi berbelok dan beberapa saat berhenti disebuah warung makan sederhana, mereka turun, dan alfa tidak bisa menyembunyikan rasa senengnya ditersenyum lebar begitu dia tau Qianu mengajaknya kemana, tepat didepan mereka terdapat warung sederhana dia gak akan pernah lupa akan warung itu walaupun sudah bertahun-tahun tidak melihatnya,,kemudian dia berbalik mengalihkan pandanagnnya dari warung yang berada didepannya kearah bangunan megah tempatnya menuntut ilmu ketika masih SMa,,melihat dua bangunan yang memiliki sejarah buatnya ini,,membuatnya teringat dengan masa2 indah dulu,,dia mengedarkan pandangannya meneliti setiap sudut area disekitar tempat itu,,dan banyak yang berubah,,sekolah yang dulunya warna pagarnya hitam polos sekarang dicat berwarna merah putih dan ada dua pohon yang cukup besar dikiri kanan gerbang itu yang dulunya masih kecil ketika dia masih sekolah sekarang tumbuh subur dan menjulang tinggi,,,sedangkan warung dimana dia biasa mengahbiskan sisa2 jam istirahatnya juga mengalami sedikit perubahan,yaitu sekarang warung itu agak sedikit kusam tapi tetap bersih,,,tapi perubahan itu tentu saja tidak membuat rasa antusiasnya luntur,,dengan wajah berseri-seri dia memandang bram,,yanng juga berdiri disampingnya,,,bram  juga memandangnya sambil nyengir,,


"lo gak pernah nyangkan gue bawa kemari."


alfa menggeleng, "gue kira lo sudah lupa dengan tempat ini"


"ya gak lah." bantah Qianu, "tempat inikan banyak sejarah buat kita, buat lo, buat gue dan temen kita yang laen."


seorang perempuan kira-kira berumur lima puluhan keatas berkerudung coklat keluar dengan menenteng dua plastik berisi sampah, alfa tidak salah mengenali kalau wanita itu adalah bi dijah yang punya warung, wanita itu berhenti begitu melihat dua pemuda yang berdiri didepan warungnya, dia tiba2 menyipitkan mata, memasang ancang2 waspada, melihat hal itu alfa dan Qianu saling berpandangan, mereka sama2 tau fikiran masing, bi dijah pasti menyangka mereka berdua orang jahat yang akan merampoknya,mereka sudah hafal betul sifat bidijah yang memiliki kewaspadaan tingkat tinggi terhadap orang asing,bi dijah kemudian mengeluarka suara ragu,,


"kalian siapa dan mau apa." suaranya terdengar garang,,


alfa dan Qianu tertawa berbarengan, bi dijah sekarang mengangkat kantung plastik yang ada ditangannya bersiap kalau dua orang yang ada dihadapannya melakukan hal2 yang tidak diinginkan, alfa yang pertama berhenti tertawa dan gak tega melihat wajah takut prempuan yang ketika masih sekolah selalu dihormatinya itu,,


"ini kami bi." serunya dengan lembut berharap bi dijah mengenali suaranya, dia maklum bi dijah lupa karna mereka sudah lama tidak bertemu karna gak ada respon, Qianu menambahkan,,


"bi dijah ini yah, masak gak kenal anak2nya."


bi dijah semakian melongo dan rasa waspadanya berkurang dia menurunkan kantong plastik yang diangkatnya, dia menatap dua wajah cowok yang ada didepannya itu dengan teliti, dan kemudian seperti ingat, dia  mengeluarkan suara melengking,,


"walah, anak2ku." katanya begitu mengenal 2 pemuda yang berada didepannya dengan suara bersemangat sehingga membuat kantong plastik  yang dipegang terlepas dari tanganya


alfa dan Qianu mendekat dan menyerbu bi dijah yang dianggapnya sudah sebagai ibu kedua bagi mereka ketika meraka masih sekolah, bidijah yang baik dan pengertian,tempat mereka selalu curhat dan menceritakan keluh kesah masa remaja meraka termasuk berkeluh kesah tentang orang tua meraka yang kebanyakan memiliki kesibukan diluar,,,setelah selsai adegan peluk2an bi dijah menjewer kuping kedua pemuda itu, satu tangannya menjewer telinga alfa dan satunya lagi menjewer telinga Qianu, mereka mengaduh berbarengan.


"aduh ,kok dijewer sih." keluh Qianu meringis,,


"aduh ampun bi." alfa merengek salah kami apa,,


"salah kami apa."


"salah kami apa." suara bidijah terdengar galak, "kalian toh kenapa baru muncul setelah sekian lama."


"ampun bi ampun." kata mereka berdua,,akhirnya bi dijah melepasskan kuping mereka,,secara reflek alfa dan Qiany mengelus-elus kuping mereka yang memerah,,mata bidijah berkaca-melihat dua pemuda yang sudah dianggapnya anak itu sekarang sudah dewasa dan dia sempet tidak mengenali mereka,,,


"apa kami gak dipersilahkan masuk." celetuk Qianu masih meringis.


"walah, bibik lupa toh ayuk masuk." bi dijah menggiring mereka, suasana didalam warung bi dijah gak ada yang berubah, ada beberapa orang yang lagi makan, biasanya dijam istirahat sekolah warung itu ramai oleh anak yang menghabiskan waktu istirah mereka tapi ini juga belum jam istirhat jadi warung itu terlihat sepi,,


"jadi." tanya bidijah menaruh nampan dimeja dan menaruh 2 gelas es teh dan dua porsi bakmi ayam kesukaan mereka,,,dua cowok itu langsung menariknya kedekat meraka dan melahapnya, "kemana saja kalian,kemana toh gak pernah mampir setelah kalian lulus."


alfa meneguk es jeruknya dan berkata, "kami juga pengen, tapi kami berada jauh dari sini." Qianu yanng menyelsaikan omongan alfa.


"jauh,. jauh gimana toh." bi dijah tidak menegrti.


mereka sekarang menghentikan makan mereka, mereka lebih fokus untuk menjawab pertanyaan yang dilontarkan bi dijah dari pada ketika mereka asyik makan dan kemudian tersedak,,


"jadi gini lho bi." Qianu menjelaskan seperti seorang guru,,saya dan alfa itu setlah lulus sma melanjutkan kuliah kami diinggris,


bi dijah mangut2 bergantian memandang mereka,",inggris itu dimana toh,jauh yah." tanyaya polos


asli sebenarnya alfa dan Qianu pegen tertwa saat itu juga tapi dia gak tega melihat raut wajah tua didepannya yang memang benar2 gak tau, sementara itu Qianu menyembunyikan cengirannya dengan sengaja memandang seluruh ruangan warung


",itu loh bi." alfa mengambil alih menjelaskan karna tidak ada tanda2dari Qianu untuk mencoba menjelaskan, ingris itu diluar negeri dan sangat jauh dari indonesai,,,

__ADS_1


"oh." bidijah membulatkan bibirnya tanda mengerti ,tapi sebenarnya dia tetap gak tau inggris itu dibelahan bumi mana,


"wah2 kalian betah disana sampai2 lupa dateng menjenguk bibi." ucapanya seolah alfa dan Qianu berada ditempat yang gak terlalu jauh dengannya.


"yah." celutuk Qianu, "kami memnag sengaja gak pernah pulang supaya bibi nanti ketika bertemu kami lagi nangis2 sambil meluk2 kami,,ea gak al." Qiany mngdikkan dagunya pada alfa,,,dia mencoba menggoda bidijah,,,


dan berhasil bidijah memulkul bahunya, " kamu ini le le, kok seneng gitu lo menggoda bibi yang sudah tua ini,sifatmu tidak pernah berubah."


Qianu tersenyum mnggoda sambil mengedipka-ngedipkan matanya,,


"siapa bilang bi dijah tua, bi dijah ini awet muda ,catet awet muda.".Qiany tidak berhenti menggoda bidijah yang sudah akan berkata-kata tapi, alfa membuatnya tidak jadi ngomong 


alfa yang sekarang menyeruput es tehnya tersedak dan muncrat tepat kewajah Qianu, bidijah tertwa menyaksikan hal itu begitu juga adengan alfa,,Qianu hanya cembrut dan meraih tisu untuk mengelap wajahnya tapi pada akhirnya dia tertawa juga,,setelah satu jam lebih berada disana dan warung juga ramai oleh anak sma yang sedang menikmati waktu istirahatnya mereka pamit pada bi dijah yang tengah sibuk meracik bak mi ayam pesanan pelanggannya bi dijah berusaha membujuk meraka untuk tetap tinggal tapi setalah meraka berjanji akan sering2 dateng kesana lagi barulah bidijah mengizinkan mereka pergi.


3 jam kemudian Qianu menurunkan alfa persis didepan rumahnya, Alfa dan memarkir mobilnya, seorang wanita berumur sekitar 40 tahun berlari tergopoh begitu melihat mereka datang,,alfa tidak kenal dengan orang itu, tapi dia yakin kalau orang itu adalah pembantu dirumahnya, alfa turun disusul oleh Qianu.


"tuan alfa yah." tanya wanita itu begitu dekat dengan alfa


"ea." jawab alfa singkat,,


"oh tuan muda." kata wanita itu lagi dengan wajah ramah,,nyonya dan tuan ada didalam sudah dari tadi menunggu kedatangan tuan muda,,


"mama ada dirumah."


wanita itu hanya menggguk, "ea tuan nyonya khawatir karna tuan muda belum sampai2."


alfa memandang kearah Qianu yang pura2 tidak mendengar percakapannya dengan pembantunya, Qianu menaikkan alisnya dan dari tatapan matanya seakan mengatakan apa,,,tapi kurang dari sedetik alfa melangkah masuk dan diiukuti oleh Qianu,,begitu memasuki rumahnya yang untuk pertama kalinya dia menginjakkan kaki setelah 8 tahun dia hampir tidak mengenali rumahnya,,


"rumah loe udah banyak berubah sekarang." ,celutuk Qianu yang sudah dilupakan alfa saking fokusnya dia meneliti setiap bagian rumahnya, ketika mereka masih berfokus memperhatikan setiap inci rumah yang banyak berubah itu,seorang perempuan yang sepertinya akan keluar rumah menghentikan langkahnya,,dan alfa dan Qianu juga menyadari kedatangan gadis itu,,beberapa detik mereka hanya saling pandang saling menilai satu sama lain,,dan detik berikutnya suara pekikan dari gadis itu menghiasi setiap ruangan sudut rumah itu,,


"alfa." gadis menjerit dan sebelum alfa tersadar gadis itu berlari menghampirinya dan menghambur s memeluknya,,lo kok lama amet sieh,,kata gadis itu setelah melepaskan pelukannya dari alfa,kamu mampir dimana dulu,


"mbak eva kan." tanya alfa ragu2


gadis yang dipanggil eva itu kemudian memandang alfa dari ujung rambut samapai ujung kaki,,bukannya menjawab pertanyaan alfa dia malah bertanya balik, "kamu alfakan."


alfa mengangguk,kemudian tanpa peringatan gadis itu menjitak kepala alfa dengan cukup keras,.alfa mengaduh memegang kepalanya yang kena jitakan,,susah payah bram yang berada tidak jauh dari  mereka nyamenyembunyikan tawanya,,wanita itu sekarang berkacak pinggang,,


"ternyata waktu 8 tahun cukup yah buat lo lupa sama kakak lo yang dulu sering ngurus loe, mandiin loe, gantiin popok loe cerocos gadis itu." sekarang setelah mendengar rentetan kata gadis yang sudah seperti petasan alfa menegenali kalau gadis itu adalah bener2 mbak eva kakaknya, siapa lagi yang sering mengomelinya kalau bukan eva,,usianya yang terpaut dengan kakaknya yang Cuma 3 membuat eva memanggilnya dengan elo dan gue,begitu sebaliknya dia 


"sori2 mbak gue kaan udah lama diinggris." alfa mencoba membela diri tanpa rasa bersalah,,kemudian gadis yang dipanggil eva melarikan pandangannya pada Qianu yang juga pada saat itu kebetulan juga sedang menatapnya,,


"heh,loe Qianu kan sahabatnya alfa." kata eva dengan sangat yakin,


Qiany merangkul pundak alfa dan berkata, "Ternyata mbak eva ingatannya kuat banget bro,,dia gak lupa sama gue walaupun udah lama gak lihat gue." Qiany cengengesan,,sedangkan alfa hanya meringis karna sekarang eva memandangnya seolah membolongi kepalanya,,,kemudian eva kembali memandang Qiany,,lo apa kabar bram,,lo mentang2 alfa gak disini loe juga gak pernah lagi main kesini,,


"hehe." Qiany tertawa,,mbak eva memang gak tua,,


"tau apa."


eva menepuk keningnya, "oh my god." dia melangkah menuju alfa dan Qiany,kemudian merangkul bram yang juga balik merangkulnya,,,masuk yuk kata eva melangkah lebih dulu,,alfa dan Qianu saling lirik sekilas,,dan kemudian mengikuti eva tanpa bertanya,,mama dan papa nungguin lo,,mau kasih pesta kejutan buat lo,,eh,,lo baru nyampai sekarang lagi,,,alfa menatap Qianu meminta bram yang menjelaskan kenapa mereka terlambat tapi belum sempat bram melakukan itu,,mereka sudah sampai ditaman belakang yang luas lengkap dengan kolam renang,,alfa bisa melihat taman belakang didekor untuk menyambut kepulangannya dan dia melihat beberapa orang yang dia yakini adalah keluarga dekat keluarga dari mama dan papanya duduk sambil ngobrol,,,begitu melihat mereka bertiga disana mamanyalah orang pertama yang menyerbu dengan agak ganas,,memeluknya,mencium pipinya berulang kali,,hal itu membuat alfa malu pada semua anggota keluarganya yang hadir,,dia bisa mengenali om ben dan istrinya,bude sarah adiknya papa ,,saudara2 sepupunya yang gak dinget namanya,,tante riska ,,


"mam." protes alfa karna mamanya membrondongnya dengan ciuman


eva cekikikan disampingnya dan Qianu juga ikut2an mentertawakannya,,hari itu dilalui oleh alfa dengan terpaksa harus menjawab pertanyaan yang ditanyakan oleh anggota keluargnya yang tidak membiarkannya meningglkan acara yang dipersipakan khusus untuk menyambutnya,,setelah dilempar-sana-sini pada akhirnya semua orang sibuk dengan urusannya masing2,,mamanya yang sebenarnya masih kangen dengan anak laki2nya satu2nya itu pengen mengajak anaknya ngobrol lebih panjang tapi melihat wajah letih anaknya yang telah menempuh perjalan panjang akhirnya harus puas dengan menyuruh alfa istrihat dikamarnya pada masa ketika dia masih berada dijakarta dulu,,sedangkan bram juga pamit dan mendapatkna ratusan kata terimaksih dari keluarga alfa karna telah menjemput dan mengantarkan alfa pulang dengan selamat,,alfa menghembuskan nafas lega begitu dia menutup pintu,kini tinggal dia sendirian dikamar yang gak banyak berubah ketika dia meningglkan indonesia untuk menuntut ilmu,,mainan,buku,komik,,tertata dengan epik pada tepatnya,,kasur,,lemari dan semua isi kamarnya terlihat begitu bersih karna dia tau walaupun tidak tidur disana dalam jangka waktu yang lama tapi mamanya pasti selalu meminta asisten rumah tangganya untuk selalu merawat dan membersihkan kamarnya


*****


Sudah 5 hari ini alfa berada dijakarta,selama dua hari alfa menginap dirumah pamannya yang berada dijakarta, sementara papa dan mamanya dan kakak perempuannya semuanya tengah berada dibandung untuk menghadiri acara pernikahan adiknya tama suami eva kakak perempuannya,dia tentu saja diajak tapi alfa mencari alasan untuk tidak ikut,malas dengan keramain, sekarang disinilah dia,dirumah pamannya yang seorang dokter memintanya untuk menginap,alfa lebih memilih tinggal bersama pamannya selama mama dan papanya dibandung,dibandingkan dirumahnya dengan alasan dirumah pamannya dia gak bakalan kesepian,,paman dan bibinya plus 3 saudara sepupunya menyambutnya dengan hangat begitu dia datang,anak pamannya yang paling tua hanya berjarak dua tahun dengannya dan baru lulus dari fakultas kedokteran mengikuti jejak papanya,,sedangkan anak pamannya yang kedua juga cowok kuliah semester 7 jurusan arsitek,,dan yang paling bungsu cewek masih SMA kelas 1,,keluarga pamannya termasuk bibinya menyambut hangat kedatangannya,,dia menempati kamar dilantai dua selama dia meginap,,kamar yang ditempati cukup besar dengan tempat tidur berukuran besar juga,,pagi itu alfa sudah rapi dia bergegas turun karna dia sudah ada janji dengan bram,,dia sudah menelpon bram memintanya untuk menjemputnya karna dia gak tau jalanan kota jakarta ,begitu dia turun semua keluarga pamannya sudah berkumpul dimeja makan,,kecuali revan yang menurut keterangan bibinya sudah berangkat sangat pagi sekali,sedangkan pamannya sibuk dengan koran yang menutupi wajahnya,sehingga dia gak menyadari kedatangan alfa,bibinya sibuk melayani anggota keluarganya,mengoles selai pada roti,


kamu mau sarapan apa sayang,, tanya bibinya lembut begitu dia duduk didekat rena sepupu perempuannya yang memakai seragam abu2nya, 


nasi goreng aja tante, 


pamannya menurunkan koran yang tengah dibacanya dan menyapa alfa,,gimana tidur mu semalam,nyenyak tanya pamannya,,


yah,cukup nyenyak,,


pamannya kembali membaca korannya,sementara dua sepupunya yang lain sibuk dengan sarapan yang tengah mereka santap,tantenya dengan cekatan mengambil nasi goreng dan menyodorkannya ke alfa,alfa melahap nasi gorengnya dengan rakus,renal sepupunya yang satu geleng2 kepala,,


kelamaan tinggal dinggris membuat cara makan loe kayak kuli gitu,,,bang


renal tegur bibinya memberi pandangan memperingatkan pada anaknya,,


bercanda mam,,renal nyengir


alfa berhenti menyuap nasi gorengnya,,dan menyahut gak apa2 tan,,lagian renal benar kok,,di inggris memang alfa kangen banget dengan masakan2 indonesia,,


bibinya hanya mangut-mangut,dan kemudian kembali berkata,nah berhubung alfa disini alfa boleh meminta bibi untuk memasakkan apapun  kesukaan alfa


terimaksih tante,,tapi alfa tidak enak ngerepotin jawab alfa dengan canggung


pamannya yang sedang membaca koran menurunkan korannya lagi untuk kedua kalinya dan menimpali,,bibimu bener al,,kamu tau kan bibimu pinter masak,,dijamin kamu akan ketagihan sama masakan bibimu


jadi timpal renal lagi ikut nimbrung salah satu alasan bang alfa pulang karna kangen dengan masakan indoneia,,


yah begitulah,,alfa kembali menghabiskan nasi goreng yang tersisa dipiringnya


kak al kata rena yang sejak tadi diam,,mau kemana tumben sudah rapi,,rena bertanya dengan mulut penuh,,


rena anak ini yah,,tante lia menatap anaknya dengan tajam, kebiasaan deh makan dengan mulut penuh begitu ya ditelan dulu,,


sory,,rena cengesan,,dia kembali mengunyah roti yang masih penuh dimulutnya


oh yah alfa,,,rena benar, sepertinya kamu akan pergi,,kamu tau jalan2 dijakarta,,untuk sementara dulu kamu pakai mobil om,,pamanya mengambil tisu mengelap bibirnya dari sisa makanan,,


gak usah om,,lagian alfa belum hapal jalanan jakara juga,,alfa suruh bram untuk menjemput, alfa melihat jamnya dipergelangan tangan kirinya, sebentar lagi dia pasti datang,,,

__ADS_1


ya sudahlah,,tapi kamu harus inget kalau kamu butuh apa2 jangan sungkan2 buat ngomong sama om,,


pasti,,


sementara itu semua anggota keluaraga itu menyelsaikan sarapan paginya dan bersiap untuk menyongsong aktivitas masing2,,rena menyampirkan tasnya diikuti oleh renal yang berjalan duluan,,


kak alfa,,bisik rena mencondongkan badannya kearah alfa, 


,,apa,,tanya alfa meraih gelas berisi teh,dan meminumnya


kak alfa sudah punya pacar belum,,


alfa sudah akan membuka mulutnya,,ketika suara renal berteriak dari arah pintu memanggil rena,,


ren ,,,, cepetan donk,,udah telat nieh,,


ea,,ea gak sabaran amet sieh lo, sahut rena gak kalah kencengnya,,rena kembali memandang alfa sesaat,,dan berkata dengan centil,, dahhhh kak alfa ganteng dia melambai dan berlari kearah renal yang memanyunkan bibirnya beberapa senti,,,sementara itu alfa geleng2 kepala melihat tingkah adik sepupunya itu,,,dan gak lama berselang terdengar suara klakson dari arah depan,


tante katanya mengambil tisu dan menglap bibirnya alfa pergi dulu,,


ohb aiklah dan alfa panggil tantenya ketika dia setengah jalan menuju pintu hati2,,alfa tersenyum dan berbalik lagi.


****


Pagi itu susana jakarta seperti biasanya selalu padat oleh kendaraan baik itu oleh mobil ataupun oleh kendaraan bermotor ,,ditengah kemacetan itu tampaklah Lili yang berjuang menjalankan sepeda motornya dengan susah payah,,dia berulang kali melirik jamnya dan terkadang dia juga dia mengipas-ngipas wajahnya dengan tangannya,,walaupun masih pagi tapi suasan kota jakarta sudah mulai panas,,dan pulusi memperparah semuanya,,sementara didepannya banyak kendaraan beroda empat yang berbaris,tidak seperti biasanya karna sepadat-padatnya lalu lintas dipusat jakarta itu biasanya maryam selalu bisa mencari celah untuk menjalankan sepeda motornya, tapi pagi itu bener2 meguji kesabarannya,,berulang kali dia beristigfar,,dan secara tiba2 mobil yang berada didekatnya membuka kaca mobilnya,,pengendaranya yang tidak lain adalah bram,,memandang kearah pengendara perempuan yang juga tanpa sengaja juga pengendra perenpuan itu mengarahkan pandangan kepadanya,gadis yang tak lain adalah maryam. kendaraan mereka persis bersisian,,bram memperhatikan wajah yang memakai helm itu dengan seksama,


kayaknya gue kenal deh sama nieh cewek,, gumam bram tapi tidak sampai kedengaran oleh alfa yang tengah sibuk dengan berkas ditangannya,,dan setelah memutar otaknya untuk mencoba mengingat-ngingat dimana dia pernah melihat gadis itu,cling,,,seperti sebuah lampu seakan menyala diotaknya dan setelah diperhatikan sekali lagi  gak mungkin dia salah,,dia ingat betul kalau gadis yang bersebelahan dengannya ditengah kemacetan itu adalah gadis yang pernah dilihatnya tertidur ditaman seminggu yang lalu,,dan yang memperkuat ingatannya juga adalah dia memiliki poto gadis itu dikameranya yang terkadang muncul ketika dia memeriksa hasil jepretannya,,,dengan suara bertanya dia menyapa,,


hai,,dia menyunggingkan senyum hangat,,,


maryam yang gak merasa disapa hanya mengacuhkan,,


hai ulangnya lebih keras dan maryam menoleh,,begitu wajah gadis itu menoleh kearahnya dia sudah memastikan kalau gadis yang sedang dia sapa adalah gadis yang ada ditaman itu,,tapi bram menarik kesimpulan sepertinya gadis itu tidak mengenalinya karna gadis itu mengerutkan kening,,tapi sedetik kemudian gadis yang disapa itu seperti menegnalinya terlihat dari matanya yang membulat setelah meneliti setiap inci wajah bram,dan dengan cepat memandang kearah depan,,sementara itu maryam yang baru mengenali kalau yang menyapanya adlah cowok yang pernag dijumpainya ditaman cepet2 memandang kearah depan,pura2 pokus dengan keadaan didepannya,,dia  masih merasa malu atas insiden ditaman,,bisa2nya dia seorang gadis dewasa tertidur ditempat umum seperti itu,,aduh kayaknya dia masih inget deh dengan wajah ku,batin maryam menggerutu,,maryam menoleh sedikit dan pemuda itu ternyata masih memandangnya di kembali memandang kearah depan,,lagian nieh orang masih inget aja,,,


hei,,,suara bram sekarang tambah kenceng sepertinya kita pernah ketemu deh lanjut bram


kamu menggil saya,,maryam bertanya dengan suara lembut dia menatap cowok yang juga tengah balik menatapnya 


bram terpaku tersihir oleh suara gadis yang disamping nya dngan muka memerah karna sengatan sinar matahari,,ketika dia akan menyapa gadis itu lagi,,sayangnya tiba2 lalu lintas berjalan dengan lancar,,maryam yang melihat mobil2 didepannya berjalan memanfaatkan kesempatann itu dia melajukan motornya,,suara klakson dari belakang mobil bram menjeri-jerit melengking,,,alfa yang tengah sibuk memeriksa dokumen yang sedang dipegangnaya yang dari tadi gak mau tau apa yang dilakukan bram sampai menengok kebelakang,,dan pandangan beralih pada bram yang mengeumpat-ngumpat mobil dibelakangnya,,,dia mencondongkan wajah keluar jendela mobil dan berteriak pada pengendara mobil dibelakng,,


woe bisa sabar gak sieh lo,,,bukannya berhenti tapi mobil dibelakangnya semakin mengencangkan bunyi klakson,,,dengan satu sentakan karna masih jengkel bram memacu mobilnya dengan kenceng,,alfa sekarang menghempaskan dokumen2 yang dipelajarinya kejok belakang,melepaskan kaca mata bacanya yang beberapa saat bertengger diatas hidungnya yang mancung,ternyata dia mengajak bram kekantor papanya untuk meminta laporan bulanan perusahaan itu sebelum dia secara resmi mengambil alih perusahaan papanya,,,dia memandang bram,,merasa diperhatikan oleh alfa,bram sekarang balik memandang alfa,,


apa tanya bram,,


alfa mengalihkan perhatiannya kedepan dan bram juga melakukan hal yang sama,,,


kenapa lo tadi ngelamun,,


ngelamun,, kapan,,gue gak,,ah sudah lah itu gak penting,,,


alfa tidak mendesak,meraka tidak berbicara sampai meraka samapai disebuah kafe untuk makan siang.


****


Sudah 3 hari alfa memimpin kantor yang dipercayakan papanya padanya,,awal pertama dia masuk dan pada hari itu papanya yag tengah berada dijerman menyempatkan pulang hanya untuk meresmikan dia sebagai ceo,,menangani hal2 seperti itu sebenarnya bukanlah suatu hal yang baru buat alfa karna sewaktu diinggris dia bekerja pada sebuah perusahaan besar diinggris dan dia memagang jabatan yang cukup penting,,tapi karna keinginan papanyalah dia harus mengundurkan diri dari perusahaan tempatnya bekerja dulu padahal karirnya lagi bagus2nya,,awal pertama kemunculannya dikantor yang sekarang dipercayakan padanya itu,,alfa banyak menarik perhatian khusunya karyawan cewek yang bersikap sangat super duper ramah dan bermanis-manis padanya,alfa mati2an menekan kejengkelannya melihat cewek yang menarik perhatiannya,,sebagai gantinya dia harus meladeninnya dengan bersikap ramah dan sopan,karna prinsip yang selalu dipegang adalah bahwa cewek itu adalah mahluk yang harus disayangi dan pantang baginya untuk menyakiti cewek,itulah yang sering diajarkan oleh mamanya,seperti pagi ini alfa tengah berkutat dengan leptopnya dan ketika ketukan pintu dari luar membuatnya mengalihkan perhatiannya,,


masuk katanya tapi tidak mengalihkan perhatiannya seikitpun dari leptop didepannya,,


dari arah pintu menyembul kepala seorang gadis dengan tatanan modis,,kenapa indri,,tanya alfa begitu dilihatnya sekertarisnya mulai menyunggingkan senyum secara berlebihan,indri melangkah ketengah ruangan dan dengan suara yang mendayu-dayu bekata,,


maaf pak alfa,sudah waktunya makan siang, pak alfa mau makan siang diluar apa saya pesenin,,


hmmmm,,alfa menyandarkan punggungnya dikursi kerjanya sesekali meggoyang-goyang kursi yang tengah didudukinya,,indri memandang dengan penuh harap kalau2 alfa mengajaknya makan siang,,dalam hatinya sebenarnya alfa tau indri hanya mencari-cari alasan untuk menarik perhatiannya karna memesankan atau mengingatkan makan siang pada atasan bukanlah tugas seorang sekertaris,,alfa seperti menimbang-nimbang dan pada akhirnya memutuskan,,


saya akan makan siang diluar saja,,


indri kembali menyunggingkan senyumnya,,apa perlu ditemani pak saya tau tempat makan yang en,,


saya sudah ada janji dengan teman untuk menemani saya makan siang,,alfa memutuskan harapan indri,,maaf indri,alfa melihat wajah kecewa indri yang disamarkan dengan senyum terpaksa,,


baiklah pak,,kemudian indri berbalik bersiap untuk meninggalkan ruangan alfa,,


indri,,,, panggil alfa menciptakan secercah harapan buat indri yang membuatnya dengan cepat berbalik indri berharap alfa berubah fikiran dan mengajaknya,,


ea pak katanya antusias,,


makasih,,indri terlihat bingung,,melihat indri kebingungan alfa menambahkan,,maksih karna kamu sudah ngingetin saya,,


****


Capek,pegel,badan lengket2,,tiga hal itulah yang sekarang dirasakan alfa menempel pada badannya sehingga hal pertama yang terlintas dikepalanya begitu dia saapai dikamarnya adalah mandi dengan air hangat untuk menyegarkan kembali fikiran dan juga badannya,,seharian menghabiskn waktu bersama dengan sahabat-sahabat lamanya membuatnya lupa waktu,,hari sudah gelap ketika dia sampai dirumah,,mamanya yang khawatir mengintrogasinya habis2an,,tapi alfa selalu tau cara untuk meredakan omelan mamanya,,dan dia berhasil melarikan diri kekamarnya,,setelah mengganti pakainnya dengan kaus lengan pendek dan celaana pendek,,alfa berbaring tengkurep ditempat tidurnya ditemani oleh lantunan lagu justin timberlake,,seketika kemudian dia teringat selama 2 minggu lebih berada dijakarta tidak pernah sama sekali dia membuka emailnya dan belum mengabarkan apa2 sama sekali pada tunangannya agnes yang masih berada diinggris,,dan begitu masuk dihalaman pertama emilnya membuatanya berhasil membelalakkan matanya,,lebih dari 50 emil masuk yang berasal dari satu nama yaitu agnes tunangannya,dan beberapa emaillainnya yang datangnya dari temen2nya dan rekan kerjanya,saking banyaknya alfa hanya memilih membaca beberapa emil terakhir yaang dikirim oleh agnes,,dan isinya bener2 membuat alfa harus menarik nafas dalam2,,gimana tidak agnes yang tidak mendapatkan kabar selama dua minggu ini darinya ngamuk2 diemail,mungkin kalau alfa berada dihadapannya agnes akan menyeruduknya seperti banteng,itulah yang terlintas dibenaknya begitu membaca beberapa email yang dikirim agnes,alfa yang malas menjelaskan panjang lebar pada agnes hanya mebalas pesan agnes secara singkat,,sori nes,,aku lupa ngbarin kamu,,dan aku juga baru pertama ini buka emil,,sori juga aku gak pernah hubungin kamu,,nieh nomer telpon ku 0xxx,,alfa menekan enter dan kembali berbaring,,dia kemudian teringat sesuatu,,dia mencari dompetnya yang masih nyangkut dikantong celana jinsnya,,mengeluarkan dompet,,mengobrak-abrik isinya tapi dia gak menemukan sesuatu yang dicari,,sial,,dimana sieh foto itu,,tapi semua isi dompenya dikelurkan benda yang dicari ternyata tidak pada tempatnya,,diaturun dari tempat tidur dan membongkar koleksi bukunya,,sial,,sial rutuknya gimana bisa sieh gue lupa membawa buku tahunan itu,,arghh erang alfa furtasi karna tidak menemukan apa yang dicari,,kok bisa sieh gue teledor begini kata alfa tidak berhenti menyalahkan dirinya,,gimana bisa foto maryam bisa hilang dan buku itu juga gak kebawa,,setelah usaha yang sia2dia capek juga da menyerah,,sekarang kalau gue kangen gimana gue bisa lihat wajahnya,,sial,,sial 


Suasana rame,,gelak tawa,,canda,,terdengar dari sebuah warung sederhana,,hari itu adalah hari minggu, jadi warung bi dijah memang tidak terlalu rame seperti biasanya selalu didominasi oleh anak2sekolahan,karna anak2 sekolah pada libur,,pengunjungnya hanya terdiri dari 5 anak muda yang tengah reunian,,mereka bergilir-giliran menceritakan kisah masing2 setelah agak lama terpisah, anak muda itu terdiri dari,,alfa,,bram,,rina, bagas dan bianca lima sekawan yang sekarang sama2 sudah punya kehidupan masing2,,diantara mereka berlima memang Cuma rina lah yang sudah berkeluarga dan memiliki anak,,dan sekarang aisyah anaknya dititipkan pada ibu mertuanya,


loe kok gak ngabrin sieh rin kalau loe merit,,bram memulai,,


rina melemparkn tisu yang sudah diremas sehingga bentuknya seperti bola dan melemparkannya pada bram,,gimana mau ngabrin lo,,tunjuknya pada bram dan loe kemudian jari telunjuknya terarah pada alfa yang masih tertawa karna lelucon bagas yang memang terkenal pling lucu diantara mereka berlima,alfa langsung menghentikan tawanya melihat wajah serius terpasang dimuka rina,setelah lo2 pada diluar negri lo pada menghilang seperti ditelan bumi,,


bener itu rin,,bianca menyahut,,gue sama bagas yang gak hilang kontak sieh dateng ketika hari pernikahannya rina,


mereka mah jelas lupa sama kita rin,bi,mereka kan berdua inikan sibuk dengan gadis2 bule disana,bagas menimpali,,cantik2 lagi,,gimana mau inget


alfa yang sudah berhenti tertawa cepat2 memberi pembelaan,yah gak gitu,,kalian nuduhnya gitu amet,, alfa mengdikakan kepalnya pada bram yang juga tidak setuju dengan tuduhan bagas,,jelaskn pada mereka,,seperti sudah direncanakan sebelumnya kemudian bram mulai bicara menjelaskan dengan runtut kesibukan mereka dihari pertama diinggris mulai dari susahnya beradaptasi dengan orang2 inggris yang perbedaannya jauh banget dengan sifat orang indonesia kemudian lagi mereka harus mati2an belajar untuk mengikuti semua mata pelajaran yang mereka ambil,,tapi tetap saja bagas menggoda mereka,,dimana bram juga menjelaskan kalau sistem pendidikan diinggris berbeda jauh dengan sistem pendidikan diindonesia


jadi bener nieh Cuma itu alasannya,,bagas mengedip-ngedipkan matanya,,bukan karna gara2 gadis bule kan,,alfa dan bram saling lirik satu dengan yang lain,,kemudian tersenyum jail,,itu juga termasuk salah satunya jawab mereka kompak,,membuat bagas berhenti menggoda mereka,,bianca entah mengapa sensitif dengan pembicaaraan menyangkut tentang perempuan dia hanya memilih diam dan meminum jus strowberinya, ,dia paling malas kalau mendengar bram menyebut-nyebut perempuan dihadapannya, hal itu bukannya tidak beralasan itu karna sejak masih sma bianca menyimpan perasaan pada bram tapi karna mereka bersahabat dia tidak pernah mengutarakannya takut keakraban yang telah meraka jalani retak,karnanya ketika bram berangkat keluar negeri dia berharap bisa menghilangkan rasa cintanya pada cowok itu,berhasil karna bianca mampu memupus bayangan bram hanya karna tidak pernah bertemu tapi begitu bram menghubunginya sekembalinya dari inggris perasaan yang sudah dikuburnya itu kembali bangkit bahkan bertambah besar karna bram yang sekarang dikenalnya semakin bertambah dewasa dan semakin ganteng lagi,bianca adalah seorang gadis cantik,dengan bodi proposional sehingga gak heran dia sekarang menjadi model terkenal,,dengan anugrah yang dimiliknya dia benar memanfaatkannya ditambah lagi dia berbakat dalam bidang itu,,dan dia juga baru saja menandatangani kontrak untuk bermain film,,sehingga untuk sementara diantara mereka berlima hanya dia yang kuliahnya belum kelar,,sedangkan bagas mempunyai jasa travel yang cukup sukses,,5 sekawan yang terpisah cukup lama itu memiliki cerita yang gak bakalan habis jika diceritakan hanya dalam jangka waktu sehari,,,bi dijah yang sudah selsai degan kesibukannya dateng menghampiri mereka,,


*****

__ADS_1


__ADS_2