MENIKAH KARNA DENDAM

MENIKAH KARNA DENDAM
AKU DAN AGNES PACARAN


__ADS_3

Capek dan puas, itu adalah dua hal yang dirasakan oleh Imel saat pulang jalan-jalan bersama dengan sahabat-sahabatnya, capek karna hampir 3 jam lebih muter-muter di mall, puas karna dia membeli banyak barang-barang dengan kartu kredit yang diberikan oleh Qianu kepadanya, ini untuk pertamakalinya Imel menggunakan kartu kredit pemberian Qianu.


"Sini saya bawakan nona." ujar Hugo saat Imel keluar dari mobil, dia ingin membawakan barang-barang milik nona majikannya.


"Tidak usah om Hugo, aku bisa sendiri kok." tolak Imel.


"Tapi nona..."


"Tidak usah om Hugo, ini ringan kok."


"Baiklah kalau begitu nona." Hugo akhirnya menyerah.


Imel merasa haus sehingga dia lebih dulu mampir ke dapur sebelum menuju kamarnya.


"Hai Melll."


Saat meneguk air putih, Imel mendengar suara laki-laki menyapanya sehingga Imel reflek berbalik, dia menemukan Altan berdiri tepat dibelakangnya, laki-laki itu tersenyum kepadanya.


Altan tersenyum sedangkan Imel kaget, kaget donk dia karna tiba-tiba laki-laki itu ada dirumah suaminya, "Kak Altan." desisnya, "Kak Altan ngapain disini."


"Ketemu sama pacarku donk."


"Pacar." ulang Imel tidak mengerti.


"Agnes, aku dan Agnes sekarang pacaran." lisan Altan menjelaskan, "Pacar pura-pura maksudnya, itu aku lakukan supaya aku bisa mendekati kamu Mell." tambah Altan dalam hati.


Imel sampai membekap bibirnya, "Kak Altan dan Agnes beneran pacaran."


Altan mengangguk tidak antusias, "Terpaksa demi mendapatkan kamu."


"Astaga, selamat ya kak Altan, aku turut senang dengarnya."


"Terimakasih Mell."


"Kal Altan dan Agnes itu pasangan yang serasi lho, aku doakan semoga hubungan kak Altan dan Agnes langgeng sampai pernikahan." Imel menepuk lengan Altan pelan.


Meskipun hanya sebuah sentuhan ringan dan sebagai ucapan selamat, tapi Altan rasanya sangat senang saat Imel menepuk lengannya.


"Aku sangat suka melihat kamu tersenyum kayak gini Mel, kamu sangat cantik saat tersenyum." batinnya tidak lepas menatap Imel.


"Jadi ceritanya kak Altan mau ngapelin Agnes nieh." goda Imel menaik turunkan alisnya.


"Ya begitulah Mell."


"Dihh yang baru jadian."


"Ekhemmm." Agnes tiba-tiba datang dan berdehem untuk menarik perhatian kedua orang tersebut.


"Ehh itu Agnes." lisan Imell memberitahu.


"Baru pulang Mell." tanya Agnes saat sudah berada didekat Imel dan Altan.


"Iya, ini aku dan sahabat-sahabatku jalan-jalan gitu karna sudah lama kami tidak pernah pergi bareng."


"Oh ya Agness, selamat ya atas jadiannya sama kak Altan."


Agnes hanya mengangguk menanggapi ucapan selamat yang diberikan oleh Imel, "Kamu tahu gadis bodoh, kami hanya pura-pura pacaran untuk memisahkan kamu dan Qianu." jawab Agnes dalam hati.

__ADS_1


"Mmm, ya udah ya, kalian berdua selamat pacaran, aku mau ke atas dulu, capek mau istirahat." pamit Imel, dia menunduk untuk mengambil paperbag yang berisi belanjaannya yang dia letakkan dilantai.


"Mau dibantuin Mell bawain barang-barang kamu." Altan menawarkan bantun.


"Gak perlu kak, ini ringan kok, jadi gak perlu bantuan." tolak Imel sebelum berlalu meninggalkan dapur.


****


Malam-malam yang dijalani Imel sendiri tanpa Qianu membuatnya kesepian, untuk mengusir rasa kesepiannya, dia memilih untuk mengechat sahabat-sahabatnya.


Imel : Woee, udah pada tidur belum lo pada


Gebi : Ya belumlah, gue lagi belajar nieh, besok gue ada ulangan


Imel : Heh, emang besok kita ada ulangan gitu


Juli : Ya gak adalah Cahyo, kitakan beda kelas sama Gebi


Imel : Ahh iya gue lupa


Nuri : Nape lo Cahyo, lo kesepian ya karna gak ada kak Qianu


Imel : Iya, rasanya gimana gitu, gak ada yang dipeluk-peluk nieh soalnya


Juli : Sabarr, baru juga dua hari


Imel : Dua hari itu terasa lama tahu gak sieh


Nuri : Ciehh yang bucin


Gebi : Daripada lo bergalau ria begitu, mending lo belajarlah Mell biar fikiran lo fress


Gebi : Emang dasar lo pemalas, pantas saja lo gak pinter-pinter


Imel : Jangan ngata-ngatain gue donk Geboyy, guekan ngechat lo pada agar gak galau kayak gini, hibur gue kek


Nuri : Lo fikir kita badut apa


Imel : Dasar Nurdin


Juli : Ini udah tengah malam lho, mending tidurlah Mell, siapa tahu gitu lo ketemu suami elo dalam dunia mimpi


Imel : Kalau gue bisa tidur, gue udah tidur sejak tadi kali


Juli : Ya udahlah ya Cahyo selamat bergalau ria, gue mau tidur dulu, wasalam


Imel : Yahh panjullk tega lo ninggalin gue


Gebi : Gue juga mau ngelanjutin belajar gue dulu nieh, gak konsenkan gue jadinya gara-gara lo Mell, gua juga ikut undur diri kayak Juli, wasalam.


Gebi juga ikut-ikutan undur diri


Imel : Jangan bilang lo juga mau tidur Nurr


Nuri : Gue sieh bukannya mau tidur, gue mau nonton drakor, gue mau fokus nieh ya, jadi Imelda Cahyo Abadi, jangan ganggu oke, lo juga sebaiknya nonton drakor agar galaunya ilang


Saran Nuri sebelum berhenti online.

__ADS_1


Imel hanya mendesah kesal, "Yahh pada tega mereka ninggalin gue kayak gini, benar-benar gak setia kawan."


"Akhhh, kak Qianu, aku kangen kak, kenapa kakak tidak pernah menghubungiku sieh saat pergi ke luar negeri kayak gini, sebel deh aku." rutuk Imel sambil meninju-ninju bantal guling untuk melampiaskan rasa kesalnya.


*****


Saat Hugo mengantarkannya pagi itu ke sekolah, Imel bertanya, "Om Hugo, kak Qianu akan pulangkan hari ini."


"Iya nona, kemungkinan tuan sampainya sore hari."


Imel antusias mendengar berita tersebut, "Aku ikut ya Hugo ntar sore jemput kak Qianu."


"Nona mau ikut."


"Iya, bolehkan Hugo."


"Tentu saja nona."


"Yess."


"Oh ya om Hugo."


"Ada apa lagi nona."


"Tahu tidak kalau Agnes punya pacar."


"Kenapa nona memberitahukan hal itu kepada saya." jawab Hugo tidak antusias.


"Ya ingin saja sieh, emang gak boleh ya."


"Saya tidak peduli nona kalau nona Agnes punya pacar atau tidak, tugas saya hanya memastikan nona baik-baik saja."


"Terimakasih ya om Hugo."


"Untuk apa nona berterimakasih sama saya."


"Karna om Hugo selama ini selalu ngantar jemput aku, om Hugo selalu jagain aku saat kak Qianu gak ada."


"Itu sudah tugas saya nona, nona tidak perlu berterimakasih."


Mobil yang dikendarai Hugo melaju bersama dengan mobil lainnya dijalan raya.


"Nona, apa laki-laki yang waktu itu menggoda nona masih mencoba untuk mendekati nona." Hugo kembali bertanya.


Imel menggeleng, "Rio, mana berani dia menggangguku setelah om Hugo memberinya pelajaran."


"Syukurlah, kalau dia berani macam-macam sama nona lagi, kasih tahu saya nona."


"Iya."


Hugo menghentikan mobil tepat didepan sekolah Imel yaitu SMA PERTIWI, dan kebetulan Nuri juga baru tiba sehingga sahabat Imel itu berhenti sejenak untuk menyapa Hugo, "Pagi om Hugo." Nuri sedikit membungkuk supaya bisa melihat wajah Hugo.


"Pagi nona."


"Nurr, masuk yuk." ajak Imel merangkul bahu sahabatnya yang diangguki oleh Nuri.


"Bye om." Nuri dan Imel melambaikan tangannya sebelum masuk.

__ADS_1


Hugo hanya memantau nona mudanya sampai sudah hilang dari pandangannya, dan barulah kemudian dia menjalankan mobilnya.


****


__ADS_2